Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
MULAI TERUNGKAP BAB 35


__ADS_3

Setelah cukup lama aku tinggal bersama suamiku di kampung nya. semakin hari aku semakin bisa beradaptasi. sedikit demi sedikit aku sudah mulai mengerti Bahasa mereka. dan mulai mempunyai teman dekat di situ. meskipun dia masih kerabat suamiku. setiap aku belanja keperluan ke warung dekat Rumah mbahku aku kerap bertemu dan bertegur sapa dengan nya. bahkan aku sering main kerumahnya di saat suamiku berangkat kerja.


mbak citra namanya. mungkin umurnya masih di bawah aku tapi karena status keluarga suamiku yang posisinya paling muda aku memanggilnya mbak.


aku yang jarang mengobrol bahkan jarang melihat mertua ku di siang hari lebih sering main ke tempatnya. meskipun Rumahku bersebelahan dengan mertua tapi aku jarang melihatnya berada di Rumah.entah apa pekerjaan nya aku sendiri tak mau menanyakan ke suami. sampai akhirnya aku tahu semuanya dari mbak Citra.


"Ibu nya zaenal dulu berselingkuh dengan ayah Tirinya yang sekarang Neng"


Dia memang selalu memanggilku dengan sebutan Neng. sebutan untuk anak perempuan bagi orang sunda. karena aku orang sunda.


aku menyimak ceritanya sambil menopang daguku. mengernyitkan keningku ke arahnya.


"kabur ke kalimantan, dulu zaenal juga sempat menyusulnya. kemudian bercerai dengan Bapak nya yang dulu sempat tidak setuju sama Neng itu. lalu pulang kembali ke sini katanya sih sudah menikah siri di sana"


aku mengangguk. sambil memotong omongan nya.


"eemm pantas mbak. waktu itu aku pernah dengar kalau zaenal pergi ke kalimantan.trus sampe sekarang masih nikah siri? "

__ADS_1


aku kembali bertanya.


"la iya masih toh Neng,wong istri tuanya ndak mau di cerai. tapi Diem aja lho Neng ndak usah omong ke suamimu yang penting Neng sudah tahu semuanya "


aku mengangguk sambil menghela nafas. pantas saja zaenal tak pernah terlihat sangat akrab. bahkan cenderung lebih cuek sama mereka. mungkin karena ada sesuatu yang bertolak belakang dengan dirinya.


"lalu mbak aku kok jarang banget melihat mereka kalau pagi atau siang. bangun nya kadang siaaaang banget. trus gak tau kemana lagi. habis magrib baru aku mendengar suaranya"


aku kembali bertanya tentang semua yang membuatku penasaran.


aku kembali mengernyitkan kening. dan bertanya lagi.


"Jualan apa di tempat hajatan kok sampe subuh. terus aku juga lihat penampilannya kok gak seperti Ibu yang lain"


aku agak menutup mulutku. takut ucapanku salah.


"Hahaha. Kaya Bule kampung ya Neng"

__ADS_1


Dia tertawa dan di susul dengan tawaku.


"Jualan B** Neng. Minuman beralkohol "


Deg


jantungku seketika seolah berhenti.memang sulit di tebak jalan hidup dari allah untuk umatnya. Suamiku yang notabene nya Taat beragama, tak pernah meninggalkan sholat, puasa bahkan membimbing ku dalam segala hal. Bacaan al quran nya yang begitu merdu dan fasih ternyata orang tuanya. aku menggeleng pelan ke arah mbak citra.


"Ndak usah aneh Neng. Kita keluarga yang lain tak begitu. apalagi keluarga dari bapak nya zaenal. nanti kamu pasti tahu sendiri anak Pondok pesantren kebanyakan"


"apa tak pernah ada yang mengingatkan mbak"


apku berbicara agak pelan. lagi-lagi takut salah.


"oalah Neng.kita gak mau ikut campur. orang nya gak nerima di kasih tahu.Neng juga sebaiknya diem aja ya Neng. pura-pura gak tau aja. makanya mas mu itu di sini udah pacaran sana sini gak di izinin sama orangtua cewek nya Neng. ya karena kerjaan Ibunya itu"


Aku mengangguk..paham sekarang kenapa suamiku juga seperti orang yang cuek dengan orang lain. mungkin lebih ke minder.

__ADS_1


__ADS_2