
saat usia kandungan ku menginjak enam minggu semua keanehan itu tiba-tiba hilang dalam diriku. makan dan mencium apapun seperti biasa saja. semua kemauan yang aneh pun tak pernah lagi.aku seperti kembali ke diriku semula yang suka dengan kebersihan dan kerapihan.
Tapi anehnya, suamiku yang bersikap seperti orang ngidam.
"Yang, bikin Rujak dong yang pedas banget."
aku tercengang melihat nya keluar dari kamar dengan muka kusut.
"Rujak apa mas? tumben pengen Rujak"
dia membungkukan badan nya di meja makan, dengan tubuhnya yang lemas.
"Mangga muda segar kayanya Yang"
dia menelan ludahnya. aku justru yang membayangkan nya malah merinding.
"yo wes ta suruh Ramdan nyari"
aku bergegas menemui Ramdan yang sedang mengemas barang pesanan.
"Dek, cariin mangga muda dong"
dia mengernyitkan dahi nya sambil mengingat -ingat.
"oh iya, ada di kebun Nange. tapi masih muda banget kaya nya mbak"
"udah gak apa. ambilin aja dek. cepat ya"
Ramdan segera mengambil kunci motorku dan pergi mengambil mangga muda di kebun Nange.
aku kemudian masuk lagi ke dalam.
"Yang, olesin minyak angin dong,perutku mual dan kepala ku keleyengan. badanku juga lemes gini. pengen nya yang seger sama tiduran mulu. kenapa ya? "
aku terkekeh, sambil mengambil minyak angin. lalu mengoleskan nya di bagian yang dia minta.
"hihi, ngidamku pindah ke kamu kayanya mas"
dia menoleh ke arahku. sambil mengangkat kedua tangan nya ke atas.
"aduh ampun deh Yang. kalau iya pindah ke aku. ternyata gini rasanya ngidam"
aku kembali terkekeh.
Ramdan kembali dengan dua buah mangga muda yang lumayan besar.
"iki mbak. yang gede baru ada dua.yang lain nya masih kecil banget"
dia menyimpan di wastafel.
"iya simpen situ Ndan"
aku lalu mengupas dan mencucinya. kemudian membuat bumbu rujak.
__ADS_1
"kurang cabe nya ini Yang. "
tiba-tiba suamiku sudah berada di belakangku.mengambil cabe yang merah dan banyak. lalu menambah kan nya ke bumbu rujak yang ku buat.
mataku membelalak melihat bumbu yang hampir penuh dengan biji cabe.
"astaga mas, habisin lho nanti. aku gak icip"
aku menggeleng sambil menyodorkan nya.
dia langsung menyantap Rujak mangga muda itu tanpa ekspresi asam atau pedas. dan tandas dalam waktu beberapa menit. keringat nya bercucuran tapi tidak menunjukkan ekpresi kepedesan.
"aaahh, segerrr. kepalaku udah plong lagi sekarang"
Dia menyenderkan tubuhnya di kursi makan. lalu berjalan ke arah lemari pendingin. mengambil satu botol air dingin dan meminumnya sampai habis.
aku menepuk jidatku.
"laki kalau ngidam lebih-lebih ya? "
Dia terkekeh sambil mencium pipiku. dan kembali ke kamar. selang berapa menit dia teriak sambil merengek di dalam kamar.
"sayaaaang. aku mau bakso malang. ayo mandi kita beli yuk"
aku memutar mataku sambil menepuk jidat.
"hadeuuuhh. iya iya mas, ayo mandi terus kita pergi beli. pulang nya jemput Queen di rumah Nurul"
dia langsung lompat dari kamar dan berlari ke kamar mandi.
aku tertawa sambil mengejeknya.
"hahaha.nikmatin aja Yang. nikmatin"
...****************...
saat menginjak enam belas minggu usia kandungan ku. untung nya suamiku tidak merasakan lagi seperti orang ngidam. hanya saja Rasa ingin bercinta nya jadi kurang bersemangat. mood nya seakan dingin.
sampai pas suatu malam aku yang sudah lama tak di jamah, sejak dia mengalami seperti orang ngidam memberanikan diri untuk meminta nya.
"masss, ini malam jumat lho. kamu gak mau? "
aku mencoba merangsangnya dengan mengusap bendanya. tak ada reaksi apapun di situ. hanya gerakan sedikit berdenyut. keras tapi beberapa saat lembek lagi.
"hhmmm. aku ngantuk Yang. kenapa?kamu mau? "
Dia menatap ke wajahku yang sudah memerah dan nafas yang mulai tak teratur. aku mengangguk sambil mengigit jariku.
"ohhh. buka sendiri bajumu ya. dan main di atas sendiri"
Dia membuka sarungnya. dan menurunkan nya.aku yang sudah sedari tadi menahan hasrat akhirnya naik ke atas bendanya yang belum begitu keras. bahkan untuk masuk saja susah. akhirnya aku mencoba mengesek-gesekan nya saja.
"eemmmhhh... ssshhhh. ahhh masss"
__ADS_1
saat areaku mulai licin. aku mencoba meraba bagian perut bawahnya yang ada bulu halusnya. berharap dia membalas dengan gerakan. tapi wajahnya masih datar dengan mata terpejam. aku menarik tangan nya agar meremas kedua gunung kembarku. tapi remasan nya seolah tanpa ekspresi. bahkan ketika aku terkulai di atas tubuhnya saat mencapai puncak.
"sudah...? "
hanya kata itu yang terucap. aku malu sendiri dan turun dari tubuhnya. lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhku dan tubuhnya. bahkan saat aku tidur membelakangi nya dia tak memeluku dari belakang seperti biasa.
sikap nya makin hari makin cuek. hanya bermain dengan Queen saja kerjanya. bahkan Nurul sering di suruhnya pulang. aneh memang dulu saat hamil Queen dia sangat perhatian bahkan sangat Romantis dalam hal apapun.
namun aku mencoba tetap tenang. setelah membaca di salah satu artikel kalau hal seperti itu juga bisa terjadi pada suami.
tapi sebagai istri yang normal aku juga kadang merasa kesal dan marah. tak jarang juga kami bertengkar karena hal sepele.
saat sedang bercengkerama dengan Queen,di karpet waktu itu misalnya.
aku menyenderkan kepalaku di bahunya.
"ishh apa sih Yang. sana ah berat"
dia mendorong kepalaku menjauh. aku masih sabar. lalu aku tidur di samping nya dengan tangan memeluk pinggangnya dan menyimpan kepalaku di pahanya.
dia menghindar dan bergeser sampai keningku membentur karpet. aku mengelus keningku yang sakit dan agak sedikit merah.
"kamu kenapa sih mas? "
dia menoleh kearahku dengab muka ketus.
"kenapa apanya sih? "
aku mendengus kesal.
"kaya yang gak mau dekat aku"
Dia malah balik bentak.
"kamu nya genit. udah tau suaminya tuh lagi gak kepengen. tangan nya mancing-mancing terus"
matanya melotot ke arahku.
"laaahh wajarlah wong aku istrimu. kalau ke laki lain dosa mas"
aku berkata dengan sedikit meninggikan suaraku.
"kamu mau cari laki-laki lain hah? cari sana yang bisa muasin kamu tiap malam"
plak
aku menampar pipi nya. kesabaran ku habis kali ini. seorang suami yang jadi ladang pahala untuk istrinya malah menyuruh istrinya berbuat dosa.
"jaga ucapan mu mas. aku bukan perempuan murahan. bukan juga seperti kamu yang mencari kepuasan lain di luar saat istrinya tak bisa memenuhi hasrat mu"
Dia mencengkram daguku kuat.
"apa hahhh. kamu bahas masalalu lagi?"
__ADS_1
aku menghempaskan tangan nya dari wajahku dan memangku Queen yang menangis melihat pertengkaran kami. lalu masuk kamar Queen dan menenangkan nya. sambil menepuk-nepuk punggung nya sampai tertidur. aku mengunci pintu kamar Queen dari dalam dan memutuskan untuk tidur bersama Queen.