Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
POSITIF Bab 17


__ADS_3

Satu bulan sudah tak ada kabar ataupun surat atau dalam bentuk apapun dari zaenal. surat yang ku kirim ke alamat kampung nya pun tak ada balasan. entah mungkin karena memang dia di luar kota dan keluarga nya yang menerima menyimpan nya lalu kemudian di serahkan setelah zaenal pulang.


Aku libur dari pekerjaan untuk beberapa hari. karena kondisi badanku yang kurang sehat. berkali-kali aku muntah di tempat kerja. bahkan sempat pingsan.


"Rai, nanti sore mama antar kamu periksa ke dokter ya. sepertinya kamu telat makan.karena terlalu banyak memikirkan zaenal"


Ibuku mengusap pucuk rambutku. yang sedang berbaring lemas. aku hanya mengangguk. rasanya sudah tak ada tenaga dan semangat lagi untuk berbicara.


"ya sudah. istirahat. tapi makan dulu buburnya. mau mama suapin? "


"gak usah ma. nanti aku makan sendiri"


aku kemudian mencoba bangun dan bersandar di tepi ranjang..ku ambil mangkuk bubur buatan ibuku. dan ku simpan di pangkuan. belum sempat ku makan. baru mencium bau nya saja perut ku sudah mual.


"hoek.. hoek.."


Ibu berlari menghampiri ku. dan mengambil mangkuk yang hampir terjatuh lalu menyimpan nya di meja rias.


"Mual lagi Rai"


sambil memijit tengkuk leherku. dan menyodorkan ember kecil di bawah..


"baru nyium bau nya perut ku mual ma"


Ibu duduk di sampingku sambil terus memijitku.


"Rai. kamu sudah datang bulan? "


Deg

__ADS_1


Deg


seketika pertanyaan Ibu mengagetkanku.


aku menggeleng dan meraih tangan nya tanpa kata terucap satupun dari bibirku. hanya air mata dari rasa ketakutan yang meluncur di kedua pipiku.


"astagfirullah Rai. kamu dan zaenal sudah berbuat...? "


Ibu. menghembuskan nafas.terlihat raut sedih di wajahnya walaupun dengan kata-kata dan nada yang tenang.


"maafkan Raina ma.. dari setelah Raina sakit di Bogor waktu itu. dan terakhir kemarin pas zaenal mampir ke sini sebelum pulang ke kampungnya kami melakukan nya ma. maaf"


aku bangun dan bersimpuh di pangkuan nya. tubuhku berguncang dengan tangisan yang tak tertahan. Dia membelai kepala ku berulang-ulang. dan terasa airmatanya ikut menetes saat ada yang menyentuh lenganku.


"Ya allah. Rai. bagaimana ini. zaenal katamu sulit di hubungi. suratmu pun yang di kirim ke kampung nya tak ada satupun yang di balas"


Dia kembali menghela nafas panjang.


Ibu mengusap air mataku dan mengulas senyum. kemudian merengkuh tubuh ku. dan mendudukan kembali di tempat tidur.


Sore hari nya aku dan ibu pergi ke Dokter terdekat. perasaan tidak enak sudah aku rasakan sedari rumah.sampai akhirnya pemeriksaan itu berlangsung.


"selamat ya Bu Raina, usia kandungan nya sudah berjalan 18 minggu. ibu tidak merasakan sebelumnya? bukan kah ini bukan kehamilan pertama? "


seketika keringat mengucur deras.


"de...delapan belas minggu dok? tapi selepas tahun baru kemarin saya sempat menstruasi dok"


sambil terbata aku menjelaskan ke dokter. karena memang selepas aku berhubungan terakhir dengan zaenal esok harinya aku mengeluarkan darah banyak seperti menstruasi tetapi hanya satu hari.

__ADS_1


"Banyak?berapa hari"


Dokter kembali bertanya.


" banyak dok. tapi cuma satu hari"


"itu kadang terjadi Bu Raina. tapi kandungan nya ini agak lemah,Ibu tidak boleh bepergian jauh ya.Nanti saya beri vitamin dan penguat"


Aku hanya mengangguk. dan menatap sedih ke arah Ibu yang menunggu di ruang tunggu.


Tak ada sepatah kata yang ku ucapkan dari perjalanan pulang sampai rumah. Ibu pun seolah telah menyadari dan hanya diam.


aku masuk ke kamar dan mencoba mengotak atik ponsel ku. berharap ada pesan masuk atau apapun dari zaenal.tapi Nihil.Nomber nya tetap tak bisa di hubungi.


"Raina"


Ibu menghampiriku ke kamar dan menutup pintu nya.


"iya,Ma."


aku memeluknya dan bersimpuh di kakinya. dengan air mata bercucuran. kemudian Ibu menuntunku berdiri dan duduk bersampingan di tempat tidur.


"semua sudah di takdirkan Rai, sudah lah"


kembali Ibu membelai kepalaku dengan lembut dan penuh kesabaran.


"Tapi tolong ma. rahasiakan ini dari semua orang. Raina akan mencari zaenal. tapi sampai bayi ini lahir Raina akan pergi dari sini. untuk menutupi aib keluarga kita"


aku memohon dengan memegang kedua tangan nya.

__ADS_1


"Baik lah kalau itu yang kamu putuskan.mama juga sudah tidak bisa berbuat lebih. Mama ada teman di luar kota,dia seorang Bidan juga. nanti mama coba hubungi dia. kamu lebih baik tinggal bersamanya. agar kandungan mu juga terkontrol"


Ibu menyarankan dan aku mengiyakan. kami sepakat untuk menutup aib ini sampai menemukan titik terang sambil menunggu kabar dari zaenal. keadaan kandungan yang lemah juga tidak memungkinkan untuku mencari zaenal sendiri ke kampung nya.


__ADS_2