Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
LAMARAN BAB 64


__ADS_3

keesokan harinya aku langsung menyuruh Ramdan dan Nurul untuk membagikan kue dan lain nya ke para tetangga dekat rumah. tak lupa juga pak RT dan Pak RW. kami hanya ingin berbagi kebahagian di saat punya rezeki lebih.


kedekatan Nurul dengan Ramdan makin terlihat. setiap malam minggu Ramdan selalu meminta izin untuk keluar bersama Nurul.


"iya,, sana sana. gak apa Queen tidur sama kami tiap malam minggu hahaha"


jawab suamiku sambil menyindir di barengi bercanda.


Nurul tampak cantik dengan kerudung warna pink yang ku belikan kemarin serta baju kaos lengan panjang gambar boneka yang timbul di bagian depan. warna pink agak tua. aku memilihkan celana jeans untuk bawahan nya.


"cie cie yang mau malam mingguan."


aku meledek sambil menggendong Queen agar tertidur saat Nurul pergi. karena sudah lengket sama Nurul Queen suka nangis kalau tau Nurul akan pergi.


"iihh apa sih Teh"


mukanya memerah dan mengibaskan tangan ke arahku. lalu berlari kecil ke arah Ramdan yang menunggu di luar.


"Pake mobil ae Dan. kuncinya gantung di dekat pintu gudang ko. biar kalau pulang malam Nurul bisa senderan di kursi"


Suamiku berteriak.


"gak ah biar romantis. pelukan kalau pake motor"


Ramdan balas teriak..sampai kami tertawa.


"siap -siap mas.. bentar lagi akan ada acara lamaran"


aku menepuk pundak suamiku. sambil menggendong Queen yang sudah tertidur. dan memindahkan nya ke kamar ku.


suamiku menyusul. dia menciumi Queen yang sedang tidur. tapi tetap pulas walaupun ayahnya menghujani nya dengan ciuman bertubi-tubi.


"makin gede makin mirip kamu Yang"


aku mengelus kepalanya sambil menatap wajahnya.


"iya lah Yang. aku kan Ayahnya. kata orang kalau mirip ayahnya berarti kamu yang cinta banget ma aku Yang"


aku mencibir.


"enak aja kamu kali yang takut kehilangan aku hingga nyimpen semua wajahmu di diri Queen. sifat nya juga mirip kamu. pilih-pilih orang kalau mau senyum. bahkan kalau ada yang megang di lap pake tangan nya.. hahaha"


aku tertawa dan memencet hidung nya. dia menggelitiki perut ku. hingga aku beranjak dari ranjang. Dia mengejarku dan memeluku dari belakang sambil tetap menggelitik perut ku.


aku jatuhkan tubuh ku di kasur lantai depan ranjang yang menghadap ke televisi. Dia menindih badanku. aku terdiam dan menatap wajah tampan nya. mengelus wajahnya dan bibirnya dengan jemariku.


"sayang. aku copot KB mulai bulan ini. Queen juga udah mau dua tahun. kamu mau bikin adek buat Queen? "


Dia mengangguk dan mendekatkan wajahnya semakin dekat hingga bibir kami saling beradu.dan kami pun mulai memproses bikin adik untuk Queen. sampai suamiku beberapa kali saling menyemburkan laharnya ke dalam rahimku. bahkan aku sampai terkencing-kencing di gempur habis-habisan.

__ADS_1


"kasur nya basah sayang"


dengan nafas masih tersenggal-senggal aku melipat kasur yang basah. dan kami pindah ke ranjang kami untuk tidur setelah pertempuran yang melelahkan.


"di cuci di garasi besok Yang. biar aku yang cuci. dan jemur di atas asbes Garasi juga"


kemudian dia mengecup keningku. dan kening Queen. tangan nya memeluk dan mengelus perut ku.


"ya allah berikan lagi hamba keturunan yang sholeh"


aku mengaminkan sambil membenamkan tubuhku dalam pelukan nya.


paginya saat aku sudah selesai masak untuk sarapan. tampak wajah Nurul yang berseri -seri.


"wuih yang habis jalan malming an.. wajahnya makin cantik dan berseri"


aku menggodanya sambil mencuil pinggangnya. Dia tersenyum sambil membantu menyiapkan sarapan ke meja makan.


"Teh.nanti siang aku izin pulang Ya? "


aku tersenyum sambil mengangguk.


"aku mau bilang orangtuaku. minggu ini mas Ramdan mau ngelamar aku. nanti Queen aku bawa aja biar main di sana"


mulutku menganga dan memeluk nya sambil berjingkrak.


"haaahh. beneran Rul? ihhh bahagia banget pokok nya aku. alhamdulillah Nurul"


saat sarapan Ibu dan Ayah datang.


"sekalian Sarapan Yah, Bu"


aku menarik dua kursi kosong di samping Ramdan.


"Sudah,baru selesai terus ke sini karena di kirimi pesan Ramdan suruh ke sini"


aku menoleh ke Nurul sambil tersenyum. Nurul tertunduk sambil senyum-senyum. sesekali matanya mengarah ke Ramdan yang berada di seberang tempat dia duduk.


"Ada apa Nih si kupret tumben?"


suamiku menyenggol sikut Ramdan dengan sikutnya sambil menaik turunkan kedua alis nya.


"Gini mas, mbak, dan... "


belum selesai suamiku sudah memotong kalimat nya.


"alaaaah. kelamaan pret. kaya mau pidato aja pake kata pengantar. langsung ae"


Ramdan terlihat gugup dan menarik nafas sejenak.

__ADS_1


"aku mau ngelamar Nurul minggu depan. dan siang ini aku mau datang ke rumahnya untuk memberitahu orangtuanya"


aku yang sudah tahu hanya tersenyum sambil mengelus punggung Nurul.


"alhamdulillah, akhirnya si kupret laku juga"


suamiku menoyor kepala adiknya. kami mengucap hamdalah bersama, sambil melihat ke arah Nurul yang tersipu.


"Bu, kalau menurutku. Ibu dan Ayah temani Ramdan siang ini,Rul kamu boleh libur dulu kok. sampe acara lamaran selesai."


aku mengelus tangan Nurul. dia tersenyum sambil mengangguk.


...****************...


Dari hari itu aku dan keluarga mulai sibuk mengurus keperluan Lamaran nya Ramdan. dari mulai memilih cincin, hantaran,bahkan baju untuk kami sekeluarga di acara lamaran nanti.


Sampai tiba saat nya acara itu. Rumah Nurul dan Rumahku memang tak begitu jauh hanya terhalang satu Rw tapi masih satu Desa.


Aku dan Ibu mertuaku memakai baju Gamis brokat seragam berwarna ungu pastel.sementara Ayah dan Suamiku memakai batik dengan warna senada. sementara Ramdan memakai kemeja lengan panjang warna navy. karena aku membelikan Nurul kebaya warna itu berikut kain batik untuk bawahan nya.


kami juga menyewa beberapa mobil untuk keluarga yang lain. dan satu mobil bak punya mbak citra juga ikut serta untuk membawa hantaran. meskipun tak banyak tapi agar tak mengganggu kenyamanan di dalam mobil.


aku dan mas zaenal yang membeli dan mempersiapkan semua nya.kecuali cincin nya. aku memberikan nya sebagai hadiah juga karena Nurul sudah jadi pengasuh anaku juga.


Kami sampai di Rumah Nurul dan di sambut hangat semua anggota keluarga nya.


Nurul terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya moderen yang bagian belakangnya agak menjuntai sampai bawah berwarna Navy. serta kerudung dengan mahkota kecil di atasnya. aku mengusap air mataku haru.


"sttt baru lamaran udah terharu. gmn nanti kalau nikah, slow Sayang"


suamiku berbisik sambil menyenggol ku. aku tersipu.


saat Ramdan menyematkan cincin di jari manis Nurul dan bergantian giliran Nurul yang menyematkan di jari Ramdan. Suamiku langsung menggenggam tanganku dan mengelus dengan jarinya. menenangkan istrinya yang memang nangisan dan gampang terbawa perasaan.


setelah itu kami saling berfoto, bercakap untuk saling mengenal keluarga satu dengan yang lain nya. sambil menikmati hidangan yang di sediakan.


"mbak Raina,mas zaenal suwun yo. kalian sudah banyak sekali membantu anak kami"


Ayahnya Nurul tersenyum dan mengucapkan terima kasih.kami tersenyum.


"sama-sama pak. mohon maaf alakadar nya dan mohon di maklumi apa bila banyak kekurangan dari pihak kami"


suamiku menunduk dengan kedua tangan di dadanya.


"oalahhh. alhamdulillah mas zaenal. banyak banget dan sangat istimewa untuk kami. justru kami yang mohon maaf bila jamuan nya kurang berkenan"


setelah saling bincang akhirnya kami pamit. aku menyalami Nurul dan memeluknya.


"makasih banyak teh. kebaya nya aku suka sekali"

__ADS_1


aku menepuk punggung nya. dan berpamitan. Queen nangis saat di ajak pulang dan tangan nya masih memegang tangan Nurul. hingga Ramdan Yang memutuskan pulang belakangan memintaku untuk meninggalkan Queen bersamanya.


akhirnya daripada nangis nya makin menjadi akupun pulang tanpa Queen.


__ADS_2