
Saat kandungan Kiki mulai membesar, tiba-tiba saja mantan istrinya Steven membongkar suatu Rahasia besar tentang steven
.saat steven menelpon lewat ponsel Ibu mertuaku yang Sengaja di sambungkan ke ponsel keluarga yang lain,dia menampakan wajah yang kusut dan sedih.
"stev,, apa sudah di cek ulang ke dokter? "
aku mencoba untuk menenangkan nya dengan memberi saran.
"sudah mbak, hasilnya sama. pantas saja dulu dia berselingkuh dariku."
dia menunduk sambil memijat kening nya.
"lalu kenapa dia baru bongkar rahasia ini sekarang, apa alasan nya? "
aku kembali bertanya,sementara yang lain hanya terdiam.
"mungkin karena dia merasakan kejanggalan istriku yang sekarang bisa hamil, sedang bersama dia tidak.sehingga dia memilih laki-laki lain untuk menghamilinya"
dia menghela nafas panjang lalu melanjutkan kembali ceritanya.
"mungkin dulu niatnya baik mbak. dia merahasiakan hasil pemeriksaan itu dariku hanya untuk membahagiakan ku,agar aku merasa menjadi suami yang sempurna. hanya saja dulu perselingkuhan nya keburu ketahuan. dan saat dia menjelaskan,aku tak memberi nya kesempatan "
Miris sekali mendengar cerita nya.
"sekarang yang jadi pertanyaan ku. anak siapa yang di dalam perut Kiki?"
kami semua serempak menjawab.
"Naaaahh, itu dia"
hanya suamiku yang terdiam seribu kata. dia nampak seperti orang yang syok. wajahnya kini terlihat pucat pasi, sesekali dia mengusap keringat nya yang bercucuran, sedangkan di rumah ku terdapat AC yang selalu menyala.
"entahlah, Kiki juga masih mengurung diri di kamar dari kemarin. masih tak bisa di tanya, aku khawatir sama dia dan juga bayinya. dia tidak mau makan seharian sampai sekarang "
suamiku pamit undur dari pembicaraan kami dan menyerahkan ponsel nya ke aku. lalu berlalu ke kamarnya. aku hanya menoleh tanpa sedikitpun rasa curiga. setelah lama kami saling memberi saran dan menghibur steven. sambungan pun di akhiri.
aku menemui suamiku yang sedang berbaring, dan menyimpan ponsel nya di atas meja samping Ranjang.
"masss, kenapa merenung? "
aku berbaring di atas tubuhnya dan memainkan dadanya.
"enggak sayang, hanya kasihan memikirkan steven"
aku tersenyum lalu mengangguk.
"Untung suamiku ini Tidak mandul"
__ADS_1
Dia tersenyum dan membalikan tubuhku hingga berbalik dia yang berada di atasku.
"mas, Sayaaang. kita belum jemput Queen dari sekolahan "
aku menahan tangan nya yang menarik pakaian bawahku. lalu dia meraih ponsel nya dan mengetik sesuatu. dan menyimpan kembali ponsel nya di tempat semula.
"aku sudah menyuruh Nurul.sayang"
tangannya memulai kembali aksinya. tapi tatapan nya serasa lain dan beda. gerakan nya begitu canggung dan Hambar.
"masss, kok hambar"
dia mencoba menutupi wajah tidak biasanya dengan memejamkan matanya. tapi pirasatku kali ini benar-benar lain. tapi aku mencoba menepis anggapan ku.
"mood mu mungkin sedang tidak baik, sayang. atau hormon mu, sshhh"
dia berkomentar dan aku mengangguk sambil terus mencoba memulihkan lagi gairah ku.
"sudahlah mas, bendamu juga tidak keras dan menegang"
aku mendorong tubuhnya. saat merasakan sesuatu yang menciut di bawah sana.
"kamu kenapa mas? bukan aku. aku baik-baik saja lho. hanya saja sikapmu setelah steven video call tadi sikapmu agak berubah. perubahan sikapmu juga yang membuat hambar peraduan kita, dan firasat ku juga menangkap sesuatu yang aneh"
aku menatap ke arah nya yang masih terlentang di samping ku.
"Tidak sayang, sudah ku bilang aku ikut memikirkan steven, hanya kasihan tidak lebih. bagaimana pun juga dia kembaran ku. perasaan nya kadang menembus ke perasaan ku"
"kita pakai ini, biar gairahmu kembali..aku beli lewat aplikasi oranye, hihi"
Dia menujukan sesuatu yang bergerigi. dan memasukan ke bendanya yang kini mulai menegang lagi.
"massss,, bisa-bisanya kamu"
aku terkekeh dan menggeliat saat benda yang sudah terbungkus alat itu masuk ke bagian intiku. dan secepat kilat aku merasakan sensasinya.
...****************...
keesokan harinya aku masih melihat suamiku yang merenung. hingga aku memutuskan untuk mengantarkan Queen sendirian.
seperti biasa, Queen sudah terbiasa tidak di tunggui.aku pun kembali pulang ke Rumah, aku langsung masuk ke kamar saat tak terlihat suamiku di ruangan yang lain,tanpa memanggil nya.
pintu kamarnya sedikit terbuka. tapi terdengar dia sedang menelpon seseorang. aku mundur dan mencoba mendengarkan di balik pintu sambil sengaja agak bersembunyi saat dia menyebut nama Kiki.
"Ki, Gimana sekarang? aku juga gak mau istriku sampai curiga atau tahu. bisa hancur Rumah tanggaku. kamu juga sih. waktu itu maksa terus.alasan mu terakhir dan janji dengan melakukan nya kamu tak akan mengganggu ku lagi"
terdengar suara perempuan yang tak asing menjawab di videocall tersebut.
__ADS_1
"aku juga gak nyangka Nal. kalau benihmu akan tumbuh di rahimku. aku juga gak tahu adikmu mandul. kamu juga sih gak pakai alat pencegah kehamilan"
Deg
jantungku serasa berhenti berdetak. tubuhku lemas dan tiba-tiba terduduk di balik pintu kamarku. aku memegang gagang pintu untuk menopang tubuhku. air mata mengalir serentak bersamaan dengan dadaku yang semakin sesak.
"astagfirullah,, astagfirullah "
aku terus beristigfar.mencoba menenangkan diriku dan menepuk pipiku sendiri.
"ini mimpi, pasti mimpi... suamiku yang menghamili kiki. lalu kapan mereka....? "
aku mencoba berdiri dan menghampiri suamiku yang masih belum menyadari keberadaanku. hingga dia tersentak saat melihatku berada di layar ponselnya. kiki mematikan videocallnya secara sepihak.
"masss,,, jadi ini yang membuat kamu terasa hambar sejak kemarin? "
aku membanting tas ku ke arah mukanya.
"sa,,,sayang.. maafkan aku.. bukan maksudku mengkhianati kamu.. kiki... kiki yang terus memaksaku"
aku mematung sambil menangis saat dia merangkul kedua kakiku.
"kapan hah, kapan kamu melakukan nya? "
aku mengguncangkan pundaknya yang masih berada di bawah.
"sehari setelah steven Tidur dengan nya, siang-siang kiki menelponku dan meminta aku menemuinya di tempat kerjanya"
mataku membelalak.
"kamu melakukan nya di tempat kerja? "
dia menggeleng. sambil tetap memegang erat kakiku.
"Di...di.. mobil kita sayang. saat hendak mengantar nya pulang "
aku mendorong tubuhnya hingga terjatuh. lalu mengambil kunci mobil dan bergegas pergi.
"sayang... mau kemana. tunggu dulu penjelasan ku.. "
aku mengunci nya dari luar sendirian di kamar.lalu pergi ke tempat steam untuk mencuci mobil ku hingga bersih. di sepanjang jalan aku malah membayangkan perbuatan mereka di mobil yang kukendarai saat ini. hingga aku memutar setir dan...
citttt. prang.
saat memutar arah. mobilku bertubrukan dengan sebuah truk. aku sempat tersentak. dan akhirnya pandanganku kabur dan tak sadarkan diri.
dalam keadaan mata yang masih tertutup. aku masih mendengar sayup-sayup riuh suara orang.hanya saja kesadaran ku sudah benar -benar hilang setelah nya.
__ADS_1
saat tubuhku di gotong. hanya bayangan perselingkuhan suamiku yang berputar -putar di balik antara sadar dan tidak. aku pasrah dan menyerahkan hidup dan matiku saat ini ya allah.
bibirku masih mengucap dzikir, meskipun mata dan tubuhku sudah tak dapat di gerakan. rasa sakit di sebabkan kecelakaan ini tetap kalah oleh rasa sakit yang di sebabkan oleh perbuatan suami dan mantan nya.