Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
NIKAH DADAKAN BAB 89


__ADS_3

Steven akhirnya memutuskan untuk pulang ke Bali,setelah hampir tiga minggu di kampungku. kedekatan nya dengan Kiki pun sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahkan hampir setiap malam dia tidur bersama.


kepulangan nya tentu saja membawa sang penakluk hatinya.. kali ini aku dan suami tak ikut. hanya Mertua dan keluarga Kiki yang ikut. tentunya untuk membicarakan perihal kelanjutan hubungan mereka. aku takut kiki masih merasa canggung dengan kehadiran kami. tentu saja alasan kami tidak sejujurnya di katakan ke steven.


aku beralasan kalau Queen sudah terlalu banyak ketinggalan pelajaran jika harus terus menerus izin.


"sorry,steven.my wife and I can't go this time"


suamiku menepuk bahu saudara kembarnya. lalu saling berpelukan.


"it's oke Nal, next time you can"


lalu steven masuk ke taxi online yang telah di pesan nya.. sengaja dia memesan agar tidak merepotkan suamiku jika harus mengantar ke Bandara dan harus menjemput dulu orang tua dan kiki.


"Dadaaahh, uncle. nenek dan kakek,uyuyyy..hati-hati"


Queen melambaikan tangan ke arah uncle,dan mertuaku yang ikut serta. begitu pula dengan Ramdan dan Nurul yang duduk di bangku paling belakang.


kami lalu masuk setelah mobil itu melaju dan menghilang di pandangan kami.


"mas.. apakah orang tua kiki dan kiki tahu kalau Agama stev berbeda dengan kita? "


tiba-tiba saja terlintas di pikiranku tentang itu. suamiku mengangkat kedua bahunya. sambil membuka buku mewarnai milik Queen dan menyodorkan ke hadapan anak nya.


"mas,, berarti Stev belum sun...? "


aku tak menerus kan ucapan ku karena ada Queen yang suka banyak pertanyaan jika mendengar hal aneh. sehingga aku sendiri yang suka repot menjelaskan.


"belum lah Yang, biarin lah itu urusan mereka. yang mau nikah juga mereka"


aku kembali merenung.


"mas, apa kiki gak merasakan perbedaan nya ya? "


suamiku menutup mulutku dengan jari telunjuk nya.


"Yaaaang, ada... "


dia mengerlingkan matanya ke arahQueen yang lagi anteng mewarnai.


aku lalu tersipu sambil menutup mulutku.


...****************...


sepuluh hari sudah setelah keberadaan mereka di Bali. menurut kabar dari Nurul yang selalu berkirim pesan denganku setiap saat,orangtua angkat steven juga sudah bertemu dan menyetujui hubungan steven dengan Kiki.


Tiba-tiba suamiku bercakap di telepon saat kami bersiap menjemput Queen ke sekolahan nya.


"Iya Bu, baiklah aku bicarakan dulu sama istriku"


aku menggandeng tangan nya sambil keluar dan masuk ke mobil.


"siapa yang telepon mas? "


aku duduk di samping kemudi.


"Ibu,Yang.seminggu lagi kita di suruh nyusul ke Bali"


aku memiringkan kepalaku sambil menoleh ke arahnya, lalu agak melebarkan kedua mataku.


"iya,, nanti kita bareng keluarga Kiki yang lain, sama keluarga kita juga.Minggu depan kiki dan steven akan melakukan pernikahan di Gereja dulu"


aku meletakkan jari telunjuk ku di dagu.

__ADS_1


"maksudnya gmn mas? "


"iya gitu mungkin aturan nya, mereka kan beda keyakinan, Yang. trus kata Ibu setelah nya Baru di adakan akad di Sini.."


aku mengarahkan kembali pandangan ke suamiku.


"kok secepat, itu mas? bukan kah pernikahan beda agama aturan nya Ribet dan banyak surat yang harus di urus? "


suamiku mengangkat kedua bahunya.


"entahlah Yang, steven banyak uang kok. gampang buat dia,lagian juga kata Ibu.. kiki sakit setelah di periksa ternyata telah hamil dua minggu"


aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.


"astagfirullah,, serius Sayang? "


suamiku mengangguk sambil mencibir.


"serius,masa Ibu bercanda... Tokcer juga si kampret yang itu"


lalu suamiku memarkir mobil kami di area parkir sekolah an dan menunggu Queen yang belum keluar kelas.


"yaaa, di gempur tiap malah kan mas? pasti cepat mengendap"


aku menggigit bibir bawahku sambil mencolek pinggang suamiku.


"ihhh mulai genit nih istriku. ayo turun tunggu Queen di depan kelas nya"


dia mencuil hidungku sambil menyuruhku turun dengan gerakan kepalanya yang di toleh kan ke arah luar.


aku terkekeh sambil keluar dan menuju arah kelas Queen.


"assalamualaikum, ayaaahhh"


"waalaikumsalam cantiknya ayah"


suamiku mencium kening dan kedua pipinya. aku lalu mendudukan Queen ke pangkuan ku dan kembali menutup pintu mobil.


"Bagaimana.kedua Bidadari ayah mau kemana atau langsung pulang? "


Queen membalikan badan nya dan melihat ke arahku. lalu aku mengangkat kedua bahuku.


"Queen mau Berenang boleh maaa? "


dia memasang wajah memelas.. aku mengangguk lalu menoleh ke arah suamiku.


"tapi kita belum siap-siap.. belum bawa baju Renang nya juga,sayang"


"kita mampir mall dulu untuk beli. sekalian handuk juga dan daleman untuk ganti,okeeeeyyy"


suamiku mengarahkan telapak tangan ke arah Queen dan Queen membalas dengan menyatukan telapak tangan nya.


aku menggeleng sambil tersenyum.


Kami berhenti dulu Di mall untuk membeli barang yang kami perlukan. setelah selesai suamiku membayar dengan benda pipih nya.


Queen tampak senang sambil mengayun-ayunkan kantong berisi baju renang dan baju ganti nya.


aku mengganti langsung bajunya di dalam mobil agar nanti dia bisa langsung nyebur.


"aku langsung pake kaos ini aja,Yang sama boxer yang ku pakai rangkepan celanaku"


aku mengernyitkan dahiku.

__ADS_1


"lahhh ganti nya nanti gimana? "


dia menujuk ke belakang.


"di bagasi ada tas ku Yang. di situ ada beberapa stel baju ganti.. tinggal kamu yang Gimana? "


aku mengangguk sambil tersenyum.


"aku juga dan pake leging,tinggal buka aja. atasan nya ada kaosyang baru beli barusan"


Sampai di tempat berenang, suamiku langsung membayar tiket masuk.Queen sudah tak sabar menariku ke arah Kolam.


"entar sayang...mama sama Ayah ganti baju dulu di sana"


aku menujuk ke ruang ganti.. Queen mengangguk dan menurut.


aku bergantian dengan suamiku mengganti bajuku dan memasukan barang kami yang ditas ke loker penitipan barang.


Suamiku langsung Turun dan memangku Queen masuk ke kolam yang dalam. aku masih merendam kakiku di pinggiran nya.


karena bukan hari libur tempatnya begitu sepi. hanya kami saja yang berada di kolam itu.


Queen kini pindah dan berenang sendiri ke kolam yang tidak begitu dalam. Suamiku tiba-tiba menarik kakiku dan aku masuk ke dalam kolam itu.


"masss,, aku kaget tauuu"


aku memukul dadanya. tangan nya melingkar di pinggangku dan membawa badanku untuk menyelam. aku menggeleng saat dia mendekatkan wajahnya di dalam air. lalu aku kembali menyembul ke permukaan dengan nafas tersengal -sengal.


aku mendekati Queen dan memantau nya dari dekat.


"jangan ke tempat terlalu dalam Nak"


aku berteriak dan Queen memutar balik gerakan nya mendekat padaku. aku merangkulnya sambil bermain air..


suamiku tiba-tiba menyembul dari bawah ke belakang tubuhku dan berbisik.


"kamu gak asik sayang"


sambil mencibir dan meremas bagian belakangku. aku melotot sambil membalas bisikan nya.


"kalau mau gitu,kita harus punya kolam renang sendiri"


aku menjulurkan lidahku ke arahnya.


...****************...


akhirnya Hari ini kami sekeluarga yang masih di kampung. terbang bersama ke Bali. kami di siapkan satu villa mewah untuk tempat istirahat.


hanya saja aku dan suami memih villa lain untuk khusus keluargaku,agar tidak berbaur dengan keluarganya Kiki. agar merasa leluasa juga dan gak canggung.


Waktu yang dinanti tiba. Kiki terlihat anggun dengan gaun pengantin berwarna putih. saat berjalan mendekat ke steven dan pendeta, pandangan nya sesekali mengarah ke atas sambil mengusap air matanya.


aku dan suami saling pandang dan memutuskan melihat acara dari kejauhan.


"mas,, ko gak ada raut bahagia nya sih si Kiki?padahal selama ini Dia yang selalu mengurung adikmu bukan? berarti dia juga yang menginginkan"


suamiku mengangkat bahunya.


"entahlah,, sudahlah Yang. itu urusan mereka yang penting sekarang mereka sudah menikah "


aku menghembuskan nafas, dan menoleh ke arah Queen yang menjadi pengiring pengantin dengan Gaun dan bunga di atas kepalanya.


aku tersenyum dengan penuh Rasa Syukur melihat malaikat kecilku.buah cinta aku dan suamiku.. yang sangat cantik dan pintar.

__ADS_1


__ADS_2