Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
SHOPING DAN KEJUTAN CALON IPAR BAB 63


__ADS_3

Sore hari aku sudah siap berdandan dan menguncir rambut Queen. lucu sekali dia dengan rok mini renda bertumpuknya. bikin gemes. aku menguncir dua rambutnya yang kriwil di bagian bawahnya saja. memakaikan karet rambut yang ada boneka nya.


aku tercengang melihat Ibu mertua ku.


"masyaallah Bu. cantiknya Ibuku"


Suamiku memandang ibunya dari atas sampai bawah. dia memakai baju gamis payung dengan jilbab syar'i.


mataku berembun. dan tersenyum ke arahnya.


"jangan memandang ibu seperti itu. anaku dan mantuku. ibu jadi malu"


aku kemudian mendekat.


"Ibu Cantik pakai hijab"


dia memukul tanganku. sambil tersipu.


"ayo. Queen udah di dalem mobil sama Nurul."


kami kemudian segera menyusul ke mobil yang sudah terparkir di pinggir jalan.


sebelum masuk ke area parkir di mall itu. suamiku menurunkan kami dulu di depan nya. kemudian dia cari tempat parkir. kami masuk melalui pintu utama.


dan langsung naik eskalator menuju lantai tiga.


"pilih baju dan sandal atau apapun yang kalian suka"


suamiku membentangkan kedua tangan nya. aku dan Ibu memeluknya bersamaan. dia mencium kening kami berdua.


lalu menhampiri Queen menggendong dan menciumnya.


kami memilih apa yang kami suka. aku juga memilih kan Ibu beberapa baju gamis berikut jilbab nya. sandal dan tas dengan warna senada juga aku pilihkan untuknya.


"Sudah Rai. Ibu sudah cukup. tinggal buat kamu, dari tadi ibu terus yang di pilihin"


Dia mengelus tanganku. aku tersenyum dan mengelus punggung nya lembut.


"tak apa Bu. baju ku udah banyak. lagian juga sekali-kali manjain Ibu kan gak apa"


Dia merangkulku dan mencium pipiku.


lalu aku menghampiri suamiku yang sedang memilih baju Queen.


"Rul. kamu juga ambil satu stel"


titah suamiku sama Nurul. yang di susul anggukan bahagia nya Nurul.


"Waaahh. kamu banyak banget milih buat Queen. kamu nya gak beli juga mas? "


aku menatap ke arahnya.


"Bajuku dah banyak banget. itu juga kamu yang sering beliin. kalau Queen kan badan nya masih tumbuh. bajunya jg cepet sempit nya. laaah kamu kok gak milih sayang? "


aku tersenyum.


"sama bajuku juga dah banyak. mending jatahnya nanti beli kue sama sirup mas buat di bagiin ke tetangga"


Dia mengacungkan jempol nya tanda setuju.


setelah kami berkeliling. suamiku membayar nya. kemudian kami istirahat makan di foodcorner yang masih berada di mall itu. pulangnya kami mampir ke swalayan dekat Rumah untuk membeli Kue kaleng, sirup, gula, teh, kopi,minyak,mie,kecap dan saos. untuk di bagi ke tetanggaku dan para pekerja ku.

__ADS_1


"Yang. gak di tambah beras gak apa Ya? "


aku tersenyum ke arah mertuaku. meminta pendapat nya.


"ndak usah Nal, sudah cukup segitu juga"


kami kemudian mengangguk. aku memasukan satu pak totebag kain untuk bungkus nya nanti. suamiku membayarnya dengan Kartunya. kemudian memberikan kartu itu.


"kok di kasih aku mas. ini kan ATM mu."


aku mengernyitkan dahi. karena ATM bisnis nya itu memang dia yang pegang.


"ambil nanti sebagian.sisakan sedikit saja untuku. nanti juga isi lagi"


dia tersenyum sambil mengajak kami manuju mobil.barang-barang belanjaan sudah di masukan ke bagasi oleh pelayan.lalu kami melaju pulang.


sampai di rumah suamiku menyuruh Ramdan masukan barang belanjaan ke dalam.


"Ini jatahmu Dan. sorry gak di ajak. mobilnya penuh barang"


dia menyodorkan sepuluh lembar uang seratus ribuan.Ramdan mencium uang itu.


"Wuiiihhh makasih mas."


suamiku mengacak rambut di pucuk kepala adiknya itu sambil tersenyum.


"ojo di pake mabuk lho Dan"


sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah adiknya dengan tatapan tajam.


"Siaaapp.ora lahh.. ta pake traktir pacarku"


aku kemudian menyembulkan kepalaku di balik pintu masuk.


Nurul melengos sambil menutup mulutnya. dan tersipu. Ramdan melirik ke arah Nurul.


"oooowwwhhh. Nuruuuulll"


aku dan suami serempak dan tertawa.


"hahahaha"


Nurul menutup wajahnya dengan badan Queen. wajahnya memerah.


aku dan suami tak mau menggodanya lama takut dia malah jadi ngambek. akhirnya aku masuk kamar untuk ganti baju dan istirahat sejenak. sebelum mandi.


adzan magrib berkumandang aku segera mandi dan ambil wudhu. suamiku menyusul ku. aku menunggu nya di kamar untuk sholat bareng. selesai sholat dia mengajaku baca al quran sampe waktu isa Tiba.


aku membuka mukena ku setelah selesai.


"mas, mau nasi goreng gak? aku mau bikin nasi goreng. aku gak sempet masak tadi Nurul juga bikin mie. Queen sama telor."


aku mengusap tangan nya. takut dia marah aku gak masak untuk makan malam.


"kalau kamu gak capek boleh sayang. Tapi kalau capek gak usah. mending beli yuk. pake motor sambil cari angin"


Dia mencubit daguku. dan mendekatkan wajahnya hingga bibir nya mengecup bibirku.


aku bersandar di dadanya sambil mengelusnya di balik baju nya.


"maaf ya, mas. aku tadi cape keliling di mall"

__ADS_1


dia tersenyum dan kembali mengecup pucuk kepalaku.


"makanya, ayo beli nasi goreng dekat perempatan sana.pake kerudung mu dan jaketan"


aku segera memakai jaket dan kerudung. lalu bergegas pergi.suamiku mengendarai motor dengan pelan. tanganku melingkar di perut nya,aku menyimpan daguku di pundaknya. seperti itu dari dulu sampai sekarang kalau aku di bonceng dia. kecuali setelah ada Queen.


"Yang. kaya masa dulu ya?sebelum ada Queen. kita selalu begini kalau kemana-mana"


aku mengangguk. hingga sampai di tempat penjual Nasi goreng.


"mas, Dua ya pedas"


suamiku langsung memesan. lalu mengajaku duduk di bangku paling pojok.


"Siap bos. kemana saja Boz zaenal ini. sekarang jarang kelihatan."


si penjual nasi goreng yang masih tetangga menyapa suamiku.


"ada di rumah.jadi pengangguran ya gini lah mas, momong anak paling sama Ibunya"


aku mencubit perut nya.


"alah sampean enak kok mas, gak kerja juga bisnis istrinya jalan,malah lebih maju sekarang"


suamiku tersenyum ke arahku.


"alhamdulillah mas, makanya istriku bosku sekarang mas."


aku kembali mencubit perutnya. agar tidak merendahkan terus martabat nya di depanku.


"sama aja mas zaenal. itu rezeki sama-sama ya mbak ya"


dia melihat kearahku dan menyodorkan pesanan kami. aku hanya mengangguk sambil tersenyum dan segera menyantap nasi goreng itu.


selesai itu kemudian suamiku kembali menjalankan motor nya.


"mau kemana lagi Yang? mau pulang atau keliling-keliling dulu? "


tangan kirinya mengelus tanganku yang melingkar di perutnya.


"terserah kamu mas"


Dia kemudian melajukan motornya agak cepat ke suatu tempat.


"kita pacaran dulu sayang. mumpung Queen sekarang udah ada yang asuh. lagian udah tidur juga pastinya jam segini"


aku terkekeh dan mencium belakang lehernya. sampai tiba di sebuah jembatan panjang di atas sungai. jembatan indah di hiasi kelap kelip lampu berwarna -warni.


di pinggir jembatan ada trotoar untuk tempat nongkrong dan foto-foto. aku berdiri di pinggir jembatan bersandar di besi penghalangnya menghadap ke sungai. suamiku memeluku dari belakang dan mengecup pundaku.


"indah kan Yang. kelap-kelip lampu kota terlihat dari sini."


aku menangguk menghembuskan nafas dan menikmati keindahan malam ini.


"pulang yuk Yang. lihat suasana indah gini jadi pengen ngulang malam pertama dulu. ayo bikin adek buat Queen Yang"


dia menuntunku naik ke motornya. aku mengusap wajahnya sambil terkekeh. dan kami pulang menuju Rumah kami.


Sudah tampak hening saat kami pulang. dan jam juga sudah menujukan hampir tengah malam. aku mengganti bajuku dengan lingery.membuka kunciran ku dan membiarkan rambutku tergerai bebas.


aku merebahkan diri di samping nya yang masih bersandar pada ujung ranjang.memegang remot televisi yang masih menyala. dia menarik tubuhku pelan hingga kepalaku berada di atas perutnya.

__ADS_1


"istriku...aku kok gak pernah merasa bosan bercinta denganmu"


dia menurunkan sarung nya dan mengangkat tubuhku ke atas pangkuan nya. aku bermain-main ganas di atas benda yang menancap itu. memberikan sentuhan ke setiap inci tubuhnya sehingga dia tidak akan pernah akan berpindah ke lain hati. begitu pun dengan aku yang selalu merindukan setiap sentuhan nya yang semakin candu.


__ADS_2