Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
UJIAN KEHAMILAN KALI INI BAB 68


__ADS_3

perut ku sudah mulai membuncit. usia kandungan ku kali ini sudah mau menginjak enam bulan. tapi sejak usia kandungan empat bulan sampai saat ini hubungan ku dengan suami malah makin memburuk.


aku tiap malam tidur di kamar Queen. begitupun dari pagi sampai sore. tidak ada komunikasi di antara kami. aku yang mencoba berdamai atau sekedar menegur pun tak pernah di balas atau di jawab nya. entah apa sebabnya. hampir dua bulan ini mas zaenal seolah enggan menyentuhku. dan seperti tak pernah menanggap aku ada.


saat periksa kandungan pun aku selalu di temani Mbak Citra.


"sabar Neng, sekarang fokus ke kandungan dan kesehatan diri Neng dulu. ujian hidup itu memang berbeda -beda."


aku mengangguk sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi.


"aku juga gak tau Mbak. tiap malam gak pernah di Rumah, pulang hampir subuh entah kemana"


Mbak citra tersenyum dan menunjukan sebuah foto,nampak suamiku sedang bermain catur di pos kamling depan kampung.


"suamimu di pos kamling tiap malam Neng. itu foto di grup RT"


Mbak citra memang sebagai kader juga di kampung sehingga dia jadi anggota di grup RT. aku menarik nafas lega sambil tersenyum.


"kamu coba nanti bicara baik-baik Neng. tunjukkan hasil USG kali ini. dan bilang kalau bayimu laki-laki"


dia bicara sambil melihat kaca spion mobil nya untuk berbelok. dia memang sudah lihai mengendarai mobil sendiri. tak seperti aku yang baru berani di komplek dekat rumah saja.


"siapa tau nanti dia senang Neng.dan kembali baik setelah dengar dan lihat hasil pemeriksaan tadi"


aku kembali mengangguk dan menghela nafas. berharap dalam hati semoga omongan mbak Citra jadi kenyataan. Dulu saat hamil Queen dia kecelakaan kerja. sekarang hamil lagi di uji dengan perubahan sikap nya.


sesampainya di Rumah aku melihat Queen sedang bermain dengan Nurul. aku tersenyum ke arah mereka. mencium Queen dan beranjak masuk kamar.


aku melihat suamiku sedang tidur tanpa mengenakan baju, hanya celana boxer yang ia kenakan. aku lalu membuka pakaian ku dan menggantinya dengan daster.


"Dari mana kamu? "


aku menoleh ke arah suara dan tersenyum. sambil mengambil hasil USG dari dalam tas ku.


"USG mas, dan ini hasilnya. anak kita laki-laki mas"


aku menyimpan tangan nya di perut ku. Dia mengelus perut ku tapi tanpa melihat wajahku.


"mas... apa kamu sudah tak mau lihat mukaku lagi? apa aku jelek sekarang di mata kamu? aku makin terlihat tua sekarang? "


aku menghujaninya dengan sederet pertanyaan. dia turun dari ranjang dan mengenakan celana pendek serta kaos oblong.


"gak sayang. aku hanya capek. pikiranku fokus ke bisnis ku sekarang. itu juga buat kamu dan anak-anak nanti hasil nya"


aku menguntitnya dari belakang.

__ADS_1


"tapi mas,sebelum ini juga bisnis mu sama seperti sekarang, bahkan dulu kamu kerja juga. tapi sikapmu tak seperti sekarang "


Dia membalikan tubuhnya dan memegang bahuku.


"Dengar Raina. kamu sudah jadi seorang ibu dengan banyak anak. jadi bersikap lah lebih keibuan jangan manja dan selalu ingin di perhatikan "


sorot matanya tajam ke arahku. aku menutup mulutku sambil beristigfar. aku tak mampu mengatakan apapun hanya air mata yang membuktikan betapa ucapan nya membuat hatiku sakit. bukan kah wajar aku ingin di perhatikan oleh suamiku sendiri.


seketika ulu hatiku terasa sakit. perutku terasa menegang dan kram. aku memegangi perut ku yang semakin sakit. tiba-tiba pandanganku mulai kabur dan badanku seperti tak bertulang. tubuhku amruk seketika dan gelap.


terakhir aku hanya mendengar jeritan Queen dan Nurul yang memanggil namaku. dan berteriak memanggil nama suamiku.


...****************...


Entah berapa lama aku tak sadarkan diri. aku membuka mataku. aku melihat langit-langit bercat putih.kuedarkan penglihatan ku ke sekeliling.nampak jarum dan selang infus menancap di tangan kananku. selang oksigen juga terpasang di hidungku.


aku melihat dari kejauhan suamiku sedang berbicara serius dengan Dokter kandungan ku. dia tampak gusar dan mengusap wajahnya kemudian menarik rambutnya ke belakang.


aku pura-pura menutup mataku kembali ketika dia selesai bicara dengan dokter dan mendekat ke arahku.


Dia meraih tanganku dan mencium nya. kemudian mengusap kepalaku dengan tangan satunya.


"sayang, bangun. maafkan aku selama ini aku telah mendiamkan mu. aku tak memperhatikan mu. aku tak bisa membagi pikiranku antara kerjaan dan keluarga."


aku masih pura-pura belum sadar. aku hanya ingin tau apakah rasa sayang nya masih ada untukku atau memang sudah pudar karena aku yang semakin tua dan mungkin sebentar lagi sudah tak mampu memuaskan nya karena sudah banyak melahirkan anak.


"gimana Nal? udah sadar? "


suamiku hanya menggeleng.


"Kandungan nya lemah Bu. dan... "


dia menundukan kepalanya sambil mengusap air matanya.


"dan apa Nal? "


Mertuaku mengguncangkan tubuhnya.


"Ba bayinya kemungkinan akan lahir prematur Bu. kata dokter itu bisa disebabkan karena Raina mengalami stres akhir-akhir ini"


aku membuka mataku. dan airmata tak terasa mengalir di sertai suara tangisan.


aku menggeleng kan kepalaku. dan berteriak histeris. ingatanku seolah kembali ke masa lalu saat aku melahirkan bayi kembarku dulu yang telah meninggal. surya dan kembaran nya dulu harus terlahir prematur akibat stres yang melanda pikiran ku.


suamiku memeluk tubuhku yang terus memberontak dan mencoba menenangkan ku.

__ADS_1


"sut sut, sayang. tenang ya. jangan banyak gerak sayang. bayimu akan semakin lemah dengan kondisi mu seperti ini"


aku meremas bajunya dan memukul punggungnya. dia memeluku semakin erat.


"Pukul sayang, pukulah jika itu bisa mengurangi tekanan batin mu selama ini"


ake kembali terkulai lemas dan tak sadarkan diri.beberapa menit kemudian mataku mulai sedikit terbuka tapi badanku masih tak dapat di gerakan. hanya suara roda blangkar yang berjalan cepat dan remang -remang terlihat suamiku yang ikut mendorong nya dan sesekali mencium keningku.sampai terpisah di sebuah ruangan yang sangat dingin. lampu-lampu besar di atas kepalaku, samar terdengar juga suara gemerincing alat-alat operasi. dan sesuatu menancap di lengan ku hingga aku tak sadarkan diri dan seperti tertidur dalam waktu yang lama.


SEKARANG KITA PINDAH DULU KE ZAENAL YANG SEDANG TEGANG MENUNGGU DI LUAR RUANG OPERASI BERSAMA KELUARGA NYA YA.


"Tenang Nal, sebaiknya berdoa"


Mertua ku menyuruh suamiku yang sedari tadi mondar-mandir di depan pintu Ruang Operasi. dan menyuruh nya duduk.


dia kemudian menjatuhkan tubuhnya dan bersandar di kursi Ruang tunggu.sesekali dia mengusap wajahnya kasar. dan mengotak-atik ponsel nya seperti sedang membaca dan mengirim pesan ke seseorang.


beberapa saat kemudian mbak Citra dan suaminya datang. suaminya segera memeluk zaenal dan menepuk punggung nya.


"berdoa Nal, semoga keduanya baik-baik saja"


suamiku menunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya. punggungnya berguncang. sampai suami Mbak citra kembali memeluknya.


"Aku yang menyebabkan semua ini mas, Raina tidak fokus pada kesehatan dirinya dan kandungan nya gara-gara aku mas"


Suami mbak citra mengusap punggungnya untuk menenangkan nya.


"sudahlah Nal. jangan terlalu menyudutkan diri sendiri"


"memang mas, memang aku akhir-akhir ini seolah kurang memperhatikan nya. Dia selalu memcoba meminta perhatianku terang-terangan pun aku tetap tak mengindahkan nya mas"


dia menghembuskan nafas kasar dan mengacak rambut nya.


"Citra... apa kamu tau masalah nya apa.tau sendiri Raina tak begitu dekat denganku meski aku mertuanya"


mertua ku bertanya pada mbak Citra.


"iya Yu. akhir-akhir ini zarnal sangat dingin dan cuek sama istrinya. Raina yang selama ini selalu mendapatkan perhatian yang sangat baik dari zaenal jadi kepikiran bahkan sampai tak pernah perduli akan kesehatan dirinya dan kandungan nya."


mbak citra mengarahkan pandangan nya ke arah pintu Ruang operasi.


"gusti allah, apa lagi yang terjadi sama Rumah tangga anaku"


mbak citra memegang tangan Ibu.


"ndak ada apa-apa Yuk. hanya saja zaenal sering kumpul main catur di pos kalau malam bahkan sampai subuh baru pulang. ndak ada masalah perempuan. juga mungkin karena pusing mikirin bisnis kayu nya"

__ADS_1


Bisnis kayu antik nya memang sedang banyak pesanan akhir -akhir ini. tapi bahan baku nya sangat sulit di dapatkan. itu yang membuat zaenal sering keluar untuk menghilangkan penat di otaknya. hanya saja dia tidak terbuka kepadaku sebagai istrinya. malah sering uring-uringan. sedangkan aku sosok seseorang yang amat perasa.


mbak citra menceritakan semuanya ke mertuaku. dan memberi tahu kalau aku jarang makan dan stres saat suamiku bersikap aneh.


__ADS_2