Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
DEFRESI BAB 47


__ADS_3

Aku mengajak suamiku untuk menjenguk teman nya yang di pukuli suamiku. sekalian meminta maaf juga. aku menitipkan Queen ke Ibu dengan Membekali ASI di botol. karena kabarnya Dia sudah pulang ke Rumahnya. tapi kondisinya masih belum stabil karena ada pendarahan di kepala nya. menurut cerita suamiku dia sempat melemparnya ke tembok. kepalanya membentur tembok dan itu yang membuat dia langsung tak sadarkan diri.


sesampainya di sana aku sangat syok melihat kondisinya. suamikupun langsung tersungkur di lututnya sambil menangis.


aku saling berpelukan dengan istrinya.


"kata dokter dia sedikit mengalami defresi mbak"


sambil terisak dia bercerita.


"ya allah mbak. aku dan suami minta maaf yang sebesar-besarnya"


aku menggenggam tangan nya. tapi dia tersenyum dan mengusap air matanya.


"Bukan karena di pukuli suami mbak juga mbak"


aku mengernyitkan keningku. sambil menuntunnya untuk duduk.


"iya mbak. bukan karena itu saja. wanita yang di video bersama suami mbak itu menjebak suamiku dan suami mbak jadi alatnya"


aku semakin tak mengerti maksudnya. kemudian aky melambaikan tangan ke arah suamiku agar bergabung.


"begini mas zaenal. mbak Raina. perempuan j***ng itu mantan kekasih suamiku. dia memang bekerja sebagai wanita malam setelah di tinggal nikah suamiku dengan ku. "


dia menghela nafas sebelum melanjutkan kembali ceritanya.


aku meremas tangan suamiku.


"tapi dia terus saja menggoda suamiku. mengajaknya mabuk,bahkan bercinta dengan nya tanpa bayar. sampai terakhir kejadian dengan mas zaenal kemarin. dari cerita suamiku katanya Dia merencanakan semua. dia juga yang menyuruh suamiku merekam video itu dan menjebak mas zaenal."

__ADS_1


suamiku mengusap wajahnya. sambil beristigfar.


"awalnya dia mau memeras mas zanal. dengan ancaman menyebar video itu. tapi suamiku mendatangi nya dan menghancurkan ponselnya serta mematahkan memorynya. lalu keesokan harinya mas zaenal memukulinya"


suamiku memotong cerita nya.


"tunggu tapi masa hanya hal seperti itu sampai depresi? "


dia tersenyum getir.


"Bukan itu mas. mas zaenal meninggalkan nya kan saat itu? "


suamiku mengangguk.


"baru setelah beberapa hari saya tahu kabar suami mu masuk rumah sakit"


"iya mas. setelah sadar dari benturan itu dia masih bisa pulang ke rumah sesuai izin dokter. tapi malam nya dia kembali menemui perempuan itu. terjadi pertengkaran di kost an perempuan itu. hingga tak sengaja suamiku menusuk perut perempuan itu sampai meninggal di tempat


Dia lari hingga terjatuh dari tangga kost an ke lantai bawah"


aku menutup mulutku dengan kedua tanganku. suamiku meremas kedua pundaku. sambil menenangkan ku.


"sebenarnya proses hukum masih berlanjut. tapi karena di sidang pertama suamiku yang masih duduk di kursi Roda harus terpaksa memenuhi panggilan sidang,mengamuk di persidangan.Dia kemudian di nyatakan defresi oleh dokter "


Aku mengelus punggung istrinya. kemudian dia mencoba tegar dengan berkali mengusap air matanya.


"lalu kenapa tak di rawat di rumah sakit jiwa mbak? "


suamiku bertanya. dan aku mengguncang lututnya. takut ucapan nya menyinggung.

__ADS_1


"Biaya mas. mas zaenal tau sendiri anaku yang besar masih SMP kelas dua. yang kecil masih umur empat tahun. belum lagi sekarang dengan kondisi suamiku seperti ini. gak ada yang mencari nafkah. mau tidak mau saya jadi buruh cuci di komplek depan pabrik."


aku meremas dadaku yang terasa sesak. miris sekali mendengar cerita nya.


setelah berbincang lama kami pamit dengan alasan sudah terlalu lama meninggalkan Queen bersama eyang nya.


sebelum beranjak pergi suamiku memberikan amplop berwarna coklat kepada istrinya.


"Ini mbak. semoga membantu. sekali lagi saya minta maaf. itu uang lembur an saya selama satu bulan"


dia mengarahkan pandangan ke arahku.


"terima mbak. itu sudah ada izin dari saya. dan sudah jadi kesepakatan kami. mungkin uang itu belum seberapa di banding dengan pengorbanan suami mbak yang mempertaruhkan keselamatan nya untuk membela suami saya saat akan di peras perempuan itu"


kami kemudian saling berpelukan.lalu suamiku dan aku pulang ke Rumah.


Sampai di depan Rumah Ibu. Queen tampak mengoyang-goyangkan kakinya dari gendongan Ibu kala melihatku.


"eeehhh cantik nya mama, sholehanya mama dan ayah"


aku mengambilnya dari gendongan Ibu. kemudian mencium pipinya yang gembul.


"Gak rewel kan bu? "


aku menoleh ke arah Ibu


"Gak sama sekali. dari tadi malah berceloteh sama kakek nya. Asi yang di botol juga masih utuh"


padahal cukup lama kami meninggalkan nya. aku kemudian membawa Queen masuk kamarku. suamiku bercerita kepada Ibu dan Ayahnya soal teman nya.

__ADS_1


__ADS_2