
Setelah kepergian Kiki,anaknya kini jadi tanggungan ku dan suami. dan sudah bukan rahasia umum lagi bahwa anak yang dilahirkan Kiki adalah anak suamiku.
Awal nya semua orang saling menjelekkan suamiku,tapi setelah kepergian Ibunya dan bayi nya aku urus dengan sepenuh hati dan kasih sayang yang tak di bedakan, orang-orang sudah tidak begitu berbicara buruk lagi. bahkan steven pun meminta maaf ke Suamiku secara langsung.
"Nal, semuanya sudah berakhir. Kiki sudah tiada dan anak dari hasil hubungan gelap kalian sudah kalian urus dengan penuh kasih sayang.saat nya sekarang kita kubur semua masa lalu yang Buruk itu. maaf kan aku Nal"
stev memeluk suamiku. dan di balas dengan tepukan di punggung stev oleh suamiku.
"Iya,stev sama-sama. memang tak seharusnya kita yang pernah satu Rahim di kandungan Ibu dulu malah jadi bermusuhan karena satu masalah yang sebenarnya bisa di selesaikan secara baik-baik."
aku tersenyum lega melihat dua kakak adik yang telah kembali berbaikan.
stev juga menceritakan kalau dia sudah membeli Rumah dekat daerahku. dan sedang membuat Rumah makan cabang daerah sini.
"aku harap kamu bisa jadi manager nya Nal. mengingat usaha ku ini banyak cabang nya"
suamiku menyetujui tawaran nya. selain itu suamiku juga setiap hari jadi punya kegiatan memantau Rumah makan itu, selain Bisnis kayunya.
aku juga sudah tak terlalu sibuk dengan bisnis ku. Nurul dan mbak Citra sekarang sudah bisa benar-benar aku andalkan. selain itu Queen juga sudah semakin besar apalagi sudah masuk Sekolah Dasar.
aku hanya tinggal fokus ke bayi nya Kiki. yang atas kesepakatan bersama di kasih nama zaky.
Tapi steven mengirim ku seorang pengasuh untuk zaky, dan menawariku sebagai Brand Ambasador produk salon kecantikan teman nya yang baru buka usaha dari luar negeri dan pindah ke daerah ku.
"mbak Raina,menurutku cocok untuk jadi BA nya. mengingat umur nya yang sudah kepala empat tapi masih singset"
aku tersipu malu saat perempuan berperawakan Bule itu memuji ku. aku menerima tawaran nya. bagiku tak masalah untuk menambah penghasilan juga dan mungkin ini rezeki si Bayi zaky.
Tapi waktuku benar -benar banyak tersita. begitupun dengan suamiku. kami hanya bertemu di malam hari saja saat akan sama-sama istirahat. itupun terkadang salah satu di antara kami sudah tertidur karena kecapekan.
sampai suatu subuh suamiku yang benar-benar haus akan sentuhan istrinya setelah beberapa hari tak tersalurkan,harus ribut besar hanya gara-gara aku yang enggan melayani nya.
"mas, aku capek.. baru pulang selepas tengah malam lho. kamu kalau mau nanti siang aja, sebelum kita sama-sama berangkat kerja"
suamiku mendengus kasar sambil menarik kancing baju piyamaku,hingga kancing nya copot semua.
"untuk apa sih Raina,kamu jadi BA nya dokter itu. perawatan bagian intimu sekarang selalu terawat dengan gratis tentunya. lalu untuk siapa hasil nya, untuk kamu jual?"
mataku melotot seketika.
"mas, yang di jual itu produk dan jasa salon nya. bukan yang jadi BA nya. jangan sembarangan kalau ngomong"
suamiku malah semakin melotot ke arahku sambil terus melucuti seluruh pakaian ku.
"lalu kenapa kamu seperti enggan memberikan hak ku?"
aku berbaring dengan muka di tekuk.
"oke,, silahkan mas lakukan sesuka mu. gak apa rasa capek ku masih bisa aku tahan"
Dia malah pergi keluar kamar setelah aku pasrah. aku menutupi tubuhku tanpa apapun dengan selimut.
Dia kembali dengan segelas air dingin.
"minum dulu,biar emosimu reda. aku juga gak mau berbuat dalam keadaan salahsatu yang tak ridho"
__ADS_1
aku bangun dan meminum tandas air di gelas itu. setelah itu dia mulai melakukan pemanasan bermain-main dengan bibirku.
entah kenapa setelah meminum air itu. badanku malah terasa sangat panas. aku menyuruh suamiku menaikan suhu AC.tapi badanku masih terasa panas.
aku menyibak semua yang menutupi tubuhku. dan beberapa saat kemudian aku bermain bak Kuda yang sangat Liar. begitupun dengan suamiku.
aku bahkan meminta nya dan terus meminta lagi sampai pagi.
"waaaww. dasyat nya obat dari steven"
suamiku berucap dengan nafas nya yang masih tersendat.
aku menoleh ke arahnya sambil membelalakan kedua mataku.
"apa mas?obay apa? "
suamiku terkekeh.
"obat kuat sayang. aku meminumnya satu dan membubuhkan di air minum mu juga satu"
aku menggeleng sambil memijit sendiri lutut dan kaki ku yang terasa pegal.
"pantas saja mas, jangan lagi ya. aku gak bisa kerja kalau kaya gini"
aku berdiri dan mengambil handuk untuk segera mandi.
"sayang"
aku membalik an badan ke arah suamiku yang memanggil ku.
sambil mengerlingkan matanya ke arahku. aku tersenyum dan berbicara tentang tawaran dokter itu.
"aku juga di tawari operasi keperawanan Gratis mas"
suamiku membelalakan kedua matanya sambil mendekat ke arahku dan memeluk tubuhku.
"waaaw.. asik dong sayang"
aku tersenyum dan segera melepas tangan nya yang masih melingkar di pinggang ku.
"makanya, kalau aku pulang malam trus kecapekan jangan ngambek. nanti hasil nya buat kamu"
aku melengos ke kamar mandi. suamiku malah mengekor dari belakang dan ikut masuk ke kamar mandi. lalu mengunci nya dari dalam.
"aku gak ngambek. hanya masih kegerahan melihat tubuhmu dan bagian inti mu yang semakin menantang untuk di gagahi"
dia menyalakan shower, dan mengungkungku dalam dekapan nya. lalu kembali melakukan nya di kamar mandi.
"hatsyuuuu... hatsyuuu"
Dia bersin-bersin saat memakai baju di kamar.aku mendengus sambil memberinya madu.
"tuh kan jadi pilek. serakah sih.. udah di kasur minta lagi di kamar mandi"
dia tersipu malu sambil mencuil hidungku.
__ADS_1
"habis nya istriku makin hari makin menggoda"
aku tersenyum, sambil merias diri. sejak kerja di klinik kecantikan itu tubuh dan wajahku memang selalu mendapatkan perawatan lebih.
...****************...
sampai suatu hari aku di ajak dokter kecantikan Bos ku ke luar kota untuk seminar dan menginap di sebuah hotel sangat mewah.
setelah selesai bekerja dan mengikuti seminar itu aku lalu beristirahat di kamar hotel yang sudah di sediakan untuku.
karena rasa lelah dan kantuk yang teramat sangat. aku sampai tak memperhatikan setiap sudut Ruangan di hotel tempat ku beristirahat.
aku langsung menjatuhkan tubuhku di kasur empuk itu. sampai tiba-tiba saat mataku hampir terpejam. sebuah tubuh kekar yang sudah polos menindih ku.aku mencoba berontak dengan sisa tenagaku.
pria itu mematikan lampu dan mengikat kedua tanganku dengan sebuah tali. Dia lalu menggagahi ku berkali-kali.
aku yang kelelahan pasrah dan tertidur setelah nya. dia pun membuka tali ikatan di tanganku.
pagi harinya saat aku bangun. aku merasakan sakit di seluruh tubuhku dan bagian bawahku. aku melihat ke arah seseorang yang terlelap di sampingku.
deg
betapa terkejut nya aku saat melihat sosok itu.
"steven??"
aku menutup mulutku dengan kedua tanganku. dan saat hendak beranjak dari tempat ku. tangan itu kembali meraihku.
"kemana sayang?hari ini Dokter cleo mengizinkan mu untuk libur dan bersenang -senang denganku"
aku meronta, tapi hasratku dalam hati tak bisa berbohong.aku merasa terpuaskan oleh steven.
"aku istri kakakmu stev"
dia tersenyum dan meletakan dagunya di bahuku yang polos.
"dia berkali-kali mengkhianati mu Raina. saat nya kamu membalasnya"
kali ini aku benar-benar terpengaruh ucapan nya. hingga kembali ke pelukan nya dan menikmati permainan nya.
"ahh. stev,kamu lebih perkasa"
kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.
"yes Raina. nikmati saja"
aku mengangguk dan semakin menikmati nya. tiba-tiba sesuatu terasa dingin mengenai wajahku.
"astagaaaa.. Raina. bangun kita masih ada seminar lagi hari ini"
aku tersentak dan terbangun kena cipratan air dari tangan Dokter cleo Bos ku.
"astagfirullah, aku mimpi ternyata "
lalu bergegas mandi dan bersiap kerja kembali.
__ADS_1