Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
GURU NYA QUEEN JUGA MANTAN NYA BAB 78


__ADS_3

Queen kini sudah mulai masuk sekolah. meskipun umurnya baru empat tahun. tapi dia maksa ingin segera sekolah. akhirnya aku memasukan nya ke Bimbingan Belajar.


Hari ini Queen masih pakai baju bebas, karena seragam nya belum selesai di buat. setelah seminggu setor hasil ukuran, baju nya baru selesai katanya.


Hari pertama masuk Bimbel dia sangat bersemangat, ketika di suruh mengenalkan diri,Queen paling pertama maju ke depan. saat waktunya pulang aku yang sedang menuntun Queen berpapasan dengan Ibu Gurunya.


"assalamualaikum, mama nya Queen Ya? "


aku manggut sambil menjawab salam nya. lalu menyuruh Queen mencium tangan nya.


"Queen sangat bersemangat sekali ya? dia juga paling pintar dan tidak malu saat maju ke depan untuk memperkenalkan diri"


aku mengangguk, sambil tersenyum.


"Iya Bu guru, memang dia juga yang minta ingin bersekolah tahun ini"


sampai di area parkir aku memencet Remote kunci mobil ku. kebetulan aku mengantarnya dengan mobil karena posisi tempat Queen belajar lumayan jauh. kalau untuk TK atau Paud di dekat Rumah juga ada. tapi kali ini aku benar-benar ingin tempat belajar yang paling bagus untuk nya.


aku membungkuk kan badanku dan pamit,sambil membukakan pintu untuk Queen.


"permisi Bu, saya duluan. Ibu ada yang jemput atau...? "


saya bertanya padanya karena aku tak melihat kendaraan apapun di situ. Ibu Yang lain juga tampak sudah pada pulang. hanya tinggal kami karena tadi juga Queen meminta dulu jajan ke kantin dan ke toilet. sehingga pulang paling akhir.


"motor saya sedang di Bengkel, mama nya Queen. saya nunggu angkutan umum lewat saja"


aku kemudian mengajaknya untuk barengan.


"pulang sama-sama saya aja Bu, saya antar.mari"


dia tampak kebingungan dan Ragu.


"mari Bu, tak usah sungkan"


saya kembali turun dan membukakan pintu depan dan menyuruh Queen pindah ke belakang.


"tidak merepotkan? "


aku menggeleng kepala sambil mempersilakan nya kembali masuk mobil. setelah di dalam aku kemudian bertanya arah Rumahnya.


"Dari kantor Balai Desa masuk kanan"


aku mengernyitkan dahiku.


"lho Rumah kami juga ke arah situ kok Bu"


Dia kali ini yang mengernyitkan dahinya, sambil memiringkan kepalanya ke arahku.


"oh yaaa, maaf mama nya Queen ini pendatang kah? "


aku tersenyum karena memang aku jarang keluar Rumah.


"sebenarnya sudah hampir lima tahun saya di kampung ini, hanya saja saya jarang keluar Rumah kalau tidak dengan suami. suami ya asli orang sini kok Bu"


aku kembali tersenyum ke arahnya.


"mohon maaf.kalau boleh tau tinggal di Rw berapa ya? "

__ADS_1


"Rt dua Rw satu Bu. suami saya zaenal anaknya Bu murni"


Dia seperti kaget.


"za...zaenal? itu suami mamanya Queen? berarti ayahnya Queen..? "


aku mengangguk sambil tersenyum.


"iya Bu, kenapa pasti kenal ya? soalnya kata suamiku dulu dia sering main sampai daerah perempatan Balai desa situ"


Dia mengangguk sambil kembali tersenyum. aku memperhatikan gerak-geriknya yang seperti salah tingkah kali ini.


"Bu guru mau ikut kami dulu makan mie ayam di perempatan situ?sekalian kita ngobrol biar lebih dekat, itu juga kalau tidak sibuk. kalau sibuk tak apa saya antar pulang dulu"


Dia kelihatan agak gugup setelah saya menyebut nama ayahnya Queen.


"e.. e..turun di perempatan juga gak apa. nanti saya sambung ojek."


aku kemudian tersenyum kembali ke arahnya.


"gak apa bu, saya antar.nanti kan bisa putar balik"


Dia mengangguk sambil menunjukan Rumah bercat Biru di pinggir mesjid besar.


"oalah Bu Guru. ternyata kita masih satu Rw Ya? "


Dia hanya mengangguk dengan senyum yang agak aneh. seperti sedang menahan kesedihan.


setelah depan Rumahnya dia hanya manggut sambil berpamitan dan berterimakasih, tapi bergegas masuk rumahnya tanpa menoleh ke arahku lagi.


Queen membuka kaca mobil sambil melambaikan tangan ke arahnya. Dia hanya membalas dengan lambaian tangan, kembali dengan senyum yang seolah di paksakan.


aku kemudian memencet klakson mobil ku dan memutar arah.


"Queen jadi mau mie ayam atau apa? ayah nunggu di Rumah lho..nanti di bungkus aja ya? sekalian bungkus buat om Ndan sama uyuy"


Queen meletakan jari telunjuk nya di pelipis nya.


"eeemmm. Iya ma, mie ayam aja. tapi sama es Boba juga ya ma? "


aku mengerlingkan mata ke arah nya.


"oke,, Bos kecil"


Sampai Rumah Queen langsung memeluk Ayahnya.


"wuihh anak ayah.pulang sekolah ya nak? ayo cerita belajar apa aja? "


Dia lalu menggendong Queen dan membukakan sepatu nya.


"Gantiin baju dulu Ayah"


aku mengusap bahu suamiku agar menggantikan dulu baju anak nya. kemudian aku menyimpan Mie di meja makan.


"Yuy. mie nya taro mangkok dong. aku mau ganti baju dulu.nanti kita makan mie bareng, itu juga es kopyor nya tuang ke gelas. es boba nya punya Queen. Yuy. "


aku agak berteriak ke arah Nurul yang lagi di gudang.

__ADS_1


setelah itu kami menikmati mie ayam sama-sama. Queen bercerita ke ayahnya tentang hari pertama nya masuk sekolah.


"mas, ternyata Gurunya Queen juga masih orang sini lho. Rumahnya deket mesjid besar situ. yang cat Biru"


Suamiku mengernyitkan dahinya mengingat-ingat.


"huhhh pura-pura lupa. itu kan Si Kiki. mantan pacar nya waktu sekolah SMA dulu"


Ramdan menoyor kepala mas zaenal.


"ooooohhh. pantes, pas aku bilang kalau ayahnya Queen itu kamu. raut mukanya langsung beda gitu. gelagat nya juga jadi salah tingkah"


aku manggut-manggut sambil melihat wajah suamiku.


"alaaahh.masa lalu Itu Yang, jaman sekolah lagi cinta monyet"


Dia melihat ke arahku, sambil menatap lekat. mungkin takut aku merasa cemburu.


"Cinta pertama nya tuh mbak. dulu suka berangkat sekolah bareng boncengan. sampai si kikinya di nikahi teman nya sendiri. di tikung teman sendiri ceritanya tuh dulu"


suamiku melempar tisu ke arah Ramdan yang makin panjang bercerita.


aku hanya menanggapi nya sambil bercanda.


"waaahh, cantik-cantik ya mantan mas mu,Ndan?banyak lagi. yang ini katanya mantan, yang itu juga, yang sini, yang situ"


aku terkekeh sambil melihat dia yang menyantap mie sampai tersedak.


"uhuk.. uhuk.."


aku memberinya minum sambil mengusap dadanya lembut.


"pelan dong mas, tawarin makanya kalau makan.. hahaha"


aku kembali meledeknya.


"wes to Yang. semua itu kan masa lalu. toh sekarang kamu yang memenangkan hatiku. aku bangga punya kamu sebagai istriku dan bersyukur juga memiliki kalian, istri yang sholeha dan Queen anak yang pintar dan cantik"


aku kembali tertawa.


"yo wes mas, emang kenapa. aku juga gk marah kok. cuma bercanda"


kemudian meraih tangan nya dan mengecupnya.


Ramdan dan Nurul kemudian segera membereskan mangkuk kotor dan gelas dan membawanya ke tempat cucian.


"Queen. kalau udah sekolah,kurangin main ponsel nya dan nonton tv nya ya? belajar dan tidur siang"


Queen mengangguk.


"Tapi belajar nya nanti sore ya ma. di ajarin ayah"


aku tersenyum sambil mengangguk.


"iya sayang, sekarang main sama uyuy terus tidur siang"


Nurul menuntun nya ke kamar Queen. aku mencium kening dan pipi nya. kemudian di susul suamiku yang juga mencium nya.

__ADS_1


__ADS_2