Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
Bos


__ADS_3

Hari pertama masuk kerja Aku belum bisa memahami setiap detail,yang harus aku kerjakan.untung aku lagi -lagi di pertemukan dengan orang-orang baik. Dua orang karyawati lama Yesi dan Vita. Mereka dengan sabar dan detail mengajariku..aku awalnya sedikit minder karena umur karyawati yang lain, jauh lebih muda dari aku..mungkin karna Evan juga aku bisa masuk dengan mudah nya.padahal jelas sekali Yesi cerita kalau untuk bisa bekerja di situ. di perlukan ijazah SMA, sedang aku hanya menginjak SMA sampai kelas dua saja. selain itu faktor umur juga maksimal 25 tahun. sedang umurku sudah menginjak kepala 3.


"Gk apa teh, yang penting teteh bisa beradaptasi, dalam berpenampilan"


dengan senyum manis nya yesi, memberiku semangat.


"iya teh, teteh masih terlihat muda kok.nanti aku kasih masukan style ala ABG"


Tambah vita.. dengan sikap centil nya. karna anak yang satu ini,berbeda karakter dengan yesi. Yesi yang pendiam sementara vita si centil dan ceriwis.


Hari pertama yang menyenangkan menurutku. sejenak masalahku bisa terlupakan melihat tingkah laku mereka yg bertolak belakang. apalagi jika melihat tingkah Vita yang kerap kali bikin aku tertawa.


Jam istirahat makan siang tiba.Biasanya Bos yang punya Toko datang di saat makan siang sampai menjelang tutup. dalam pikiranku yang terbayang si Bos itu berbadan gendut, perut buncit,tua dan pelit. Tetapi pas datang.


"Siang koh"


seru Vita dengan sifat centilnya.


"Siang. Ini makan siang kalian"


dia meletakan tiga kotak paket Ayam goreng K*C,diatas etalase.senyum nya mengembang ketika melihatku.Diluar dugaan ternyata Bos ku,tampan.deretan giginya yang putih. berderet rapi di balik bibirnya yang tipis.


"masyaallah"


hampir saja isi hatiku keluar lewat mulutku. kubekam mulutku sendiri yang hampir menganga melihat ketampanan Bos ku.


"Mbak, Raina?saya felix"


Dia mengulurkan tangan nya yang begitu putih. dengan ragu aku membalas uluran tanganya,


"Ya allah.. kopi susu"


gumamku dalam hati.


"semoga betah ya mbak,dan silahkan istirahat dan nikmati makan siang nya"


lagi-lagi senyuman nya membuatku terhipnotis.


"semoga. terima kasih pak."


"panggil saya koh felix atau kokoh. apakah saya terlihat tua,sehingga mbak menyebut saya pak,hahaha"


tawa nya renyah sekali..


"Oh,maaf ko"


mukaku memerah, malu rasanya. "kamp***an"


aku mengumpat diriku sendiri.


selama makan siang di ruangan belakang toko. kami bertiga bercerita kisah masing-masing kenapa sampai bekerja di kota ini. ternyata yesi dan Vita pun pendatang.sementara itu si Bos menjaga toko nya.


setelah selesai makan siang kami pun kembali bekerja.. tapi hanya aku yang kemudian meminta waktu beberapa menit,untuk sholat dzuhur.


selesai sholat aku kembali bergabung dengan Yesi dan Vita. untuk kembali bekerja.


"mbak, Raina. apa sudah di jelaskan Yesi dan Vita tentang semua yang ada di sini? "


kali ini dia bertanya padaku. tapi tanpa mengalihkan pandangan dari gawainya.

__ADS_1


"sudah, koh"


kemudian dia menjawab hanya dengan acungan jempol. sungguh sifat yang misterius. tiba-tiba sopan dan meluluhkan hati, tiba -tiba acuh dan dingin.


"tapi tak apa,yang penting ganteng.hihihi"


dalam hatiku aku tersenyum dan bicara sendiri.


...****************...


Menjelang sore barulah toko tempatku bekerja mulai rame pembeli..Toko yang menjual beragam aksesoris Handphone tersebut, biasanya sebagian besar anak-anak muda. orang tua terlihat jarang yang datang. entah karna memang barang yang di jual sebagian besar mengikuti selera anak muda. atau karna kharisma ko felix si pemilik toko.


akupun mencoba beradaptasi sebisaku,ku layani pelanggan dgn modal sikap ramahku. walaupun sesekali aku bertanya pada kedua temanku, jika ada yang tidak aku mengerti.


...****************...


waktu begitu cepat berjalan. sudah waktunya toko tutup. bahkan sebagian toko lain sudah ada yang mulai beres-beres. entah karna pembeli yang begitu banyak atau memang karna kami yang terlalu fokus bekerja.


"Ayo, beres-beres, sudah hampir jam 10 malam"


sambil melihat jam di tangan nya. koh felik menyuruh kami beres-beres.kami pun bergegas,agar tidak kemalaman. selain itu badan juga sudah mulai merasa lelah. ingin rasanya cepat sampai kostan Rani dan menjatuhkan diri di kasur.


...****************...


akhirnya selesai sudah kerjaku hari ini. bosku menyerahkan kunci toko ke yesi, karna dia yang di percaya untuk memegang nya.


"sampai ketemu besok,datang jam 9 tepat ya! "


sambil mengacungkan telunjuk, tanda peringatan sang bos ke karyawan nya.


"okeh bosss"


"teteh, kami pulang duluan ya"


vita dan Yesi memang tinggal di kost an yang sama. yang jaraknya bisa di tempuh dengan jalan kaki. karna memang letaknya pas di belakang mall tempat kami bekerja. hanya tinggal melewati gang kecil saja,sampailah di kost an mereka.


tinggal aku sendiri, kuraih gawaiku di dalam tas kecil.sambil berjalan menuruni tangga yang menuju parkiran. bermaksud untuk menghubungi Evan. tetapi, pas di area parkir.


"Raina, ada yang jemput? "


seorang pria didalam mobil berwarna silver bertanya. dan menurunkan sebagian kaca nya.Bos misterius.. ya koh felix


"Belum tau koh, aku masih coba hubungi Evan"


"saya antar saja, ke tempat pak Evan?atau ke mana? "


Dia lagi-lagi menawarkan tumpangan. sambil membuka pintu mobil sebelah nya, dan mempersilakan dengan isyarat tangan nya.


"seharusnya, ketempat kost salah satu karyawan perempuan nya koh, tapi saya belum begitu hapal jalan nya"


aku menjelaskan. tapi belum masuk ke dalam mobil nya.


"masuklah dulu, coba hubungi Evan di dalam mobil saja, atau teman kost mu. apakah kamu simpan nomber nya? "


Dia menepuk jok di sebelah nya.


"iya koh, ada nomber nya.semalam saya sudah minta"


walaupun ragu akhirnya aku masuk,dan duduk di jok sebelah kemudi. lagi-lagi senyum nya kembali mengembang. beberapa saat kemudian panggilan telponku berdering. ternyata Evan.

__ADS_1


"teh,aku masih ada meeting. teteh bisa naik ojek yang di depan parkiran.nanti aku kirim alamat nya"


Evan langsung mematikan sambungan telpon.tanpa dengar jawabanku. mungkin dia benar-benar sibuk. sesaat kemudian muncul pesan. dengan tulisan alamat lengkap. tempat kost an Rani.


"Tolong bacakan alamat nya. biar saya antar"


"gak usah koh, saya bisa naik ojek. nanti merepotkan"


sambil beranjak dari dalam mobilnya. baru saja salah satu kakiku mau keluar. tanganku di tariknya.


"kamu sekarang karyawanku. kalau ada apa-apa dengan mu.saya akan merasa bersalah. lagi pula ini kota besar dan kamu belum begitu mengenal kota ini"


aku hanya menunduk. dan mempertimbangkan.


"ayolah, tutup pintunya.percayalah saya orang baik, saya pastikan kamu pulang dengan selamat"


dengan senyum mengembang, dia melihat ke arahku. kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan melaju menuju alamat yang kubaca kan,setelah beberapa saat kami keluar dari area parkir.


selama di perjalanan aku tidak berkata sepatah katapun. begitupun si misterius itu. namun sesekali dia tersenyum sendiri ketika memperhatikan ku. sehingga aku salah tingkah di buatnya. mungkin dalam hatinya,dia menertawakan penampilan ku yang Kamp***an.


"sampai. ini alamat yang di maksud. sebelah mana kost an mu? biar besok pagi aku yang jemput"


Dia tersenyum kearahku.


"tidak usah koh, nanti merepotkan"


aku bergegas turun dan menutup pintu mobilnya. dia lalu menurunkan kaca nya. sambil tersenyum dia melambaikan tangan nya. aku cepat-cepat berbalik tanpa menunggu jawaban dari penolakanku.


ku dengar suara mobil nya berlalu dari tempatku berdiri.


"aduh kok jadi salah tingkah begini"


aku bicara sendiri. sambil berjalan menuju tempat kost Rani,


"assalamualaikum, Ran"


"tok. tok.tok"


kuketuk pintu kost nya.


"masuk aja teh, gak di kunci"


kulihat Rani sedang duduk di karpet dekat kasur dengan laptop nya. kemudian dia tersenyum ke arahku dan kembali berkutat dengan laptop nya.


"belum tidur?"


tanyaku sambil ku buka kerudungku.


"Belum teh, masih ada kerjaan. teteh udah makan? "


Dia balik bertanya. dengan tatapan fokus ke layar.


"sudah, kebetulan bos nya baik, di situ di kasih makan dua kali, siang dan abis isa.dan aku di antar pulang juga"


Rani langsung menghentikan jarinya yang sedang mengetik dan menoleh ke arah ku.


"Haaah, sumpah?aku kira teteh di jemput pak Evan"


aku kemudian cerita kalau Evan gak bisa jemput. setelah itu aku pamit mandi.selesai mandi aku tiduran sambil bercerita seputar pekerjaan ku di hari pertama. dan sama-sama tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2