Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
MEMBEKAS DI INGATAN BAB 46


__ADS_3

Usia Queen sekarang sudah menginjak empat bulan. dia sudah mulai berceloteh dengan bahasa bayinya. dia juga sudah bisa tengkurap.


tapi aku sampai saat ini belum melayani mas zaenal. Rasa sakit masih saja terasa meskipun aku telah memaafkan nya. bukan hanya itu bayang-bayang video itu masih melekat di otaku sampai saat ini.


"Rai. kamu masih belum mau?apa kamu tak takut dosa? "


Suamiku terus saja membujuku.


"Dosa katamu mas. apa mas juga waktu itu ingat akan dosa? "


Dia menundukan wajahnya. kemudian mendekatiku dengan memasang wajah memelas.


"bukan kah kamu telah memaafkan ku Rai. dan belum cukup kamu menghukum ku dengan mengabaikanku setiap malam? "


aku menghela nafas dengan berat.


"mas aku belum bisa. entah aku juga bingung bagaimana caranya menghilangkan bayangan video itu di pikiran ku. kalau kamu gak kuat silahkan temui lagi wanita itu"


Dia kemudian tersentak. dan melotot ke arahku. tangan nya mencengkam rahangku.


"Dengarkan aku Raina. aku ini manusia biasa yang memiliki syahwat. aku juga tak lepas dari kekhilafan. untuk itu aku diam saja ketika kamu menghukumku selama ini. mungkin ini bisa menebus kesalahan itu."


aku mencoba melepas cengkraman itu.


"sakit mas. lepaskan"


Dia malah memegangi tanganku yang mencoba melepas cengkraman nya yang semakin kuat.


"Dengar...bukan kah dulu juga kita pernah melakukan Dosa besar hingga mempunyai anak. sebelum menikah. berulang kali aku bilang.. Aku khilf Raina. aku tak akan pernah mengulanginya lagi"


aku menangis dan meronta. dia semakin marah dengan nafas nya yang turun naik. begini rupanya seorang zaenal yang pendiam dan lemah lembut jika sudah tersulut emosi.


kemudian dia melepas cengkraman nya dan tersungkur di kasur. tubuhnya berguncang seiring suara tangisan di mulutnya.


Queen seketika terbangun dan menangis. aku memangkunya dan meletakkan di pangkuanku sambil menimang-nimang nya. kemudian dia kembali tertidur.


aku menidurkan kembali Queen. tanpa berkata apapun. hanya terdiam dengan tangisan yang masih tersisa.


aku menyandarkan tubuhku di pinggiran ranjang.memandangi wajah Queen.


"aku memaafkanmu demi Queen mas. aku tak mau nasib nya harus sama dengan Surya. dari kecil tak mengenal sosok ayah. maka dari itu aku urungkan niatku untuk meninggalkan mu"


zaenal kembali mendekat dan meraih kedua tanganku.


"aku sudah putus asa Rai. entah dengan cara apa lagi meminta maaf sama kamu. sementara bibir mu berkata memaafkanku. tapi hatimu masih belum menerimanya. bahkan di sentu saja seolah jijik"


aku mengangkat wajahku untuk menghalau air mata agar tak tumpah lagi.


"aku bahkan sudah memukuli temanku yang mengirim video itu. hingga sekarang masuk Rumah sakit"


mataku membelalak. lalu memandang wajahnya kaget.


"astagfirullah mas. apa yang kamu lakukan? "


aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.

__ADS_1


"Iya Rai, untung keluarga nya mengerti dan tidak melaporkan ku ke polisi. dan akhirnya aku membiayai pengobatan nya.tapi keluarga nya juga menolak sebab video itu. dan menyadari awal kesalahan ada padanya"


dia menunduk lesu.aku mendekat kali ini. menegakan wajahnya dan menghapus air matanya. kemudian mendekapnya.


"sayang, coba kamu hitung berapa banyak kesempatan yang terlewati selama ini. dari masa nifasmu habis. sampai Queen yang sudah berusia empat bulan saat ini. Queen aja tengkurap masa aku gak"


aku sontak tertawa sambil mencubit perutnya.


"kamu gak lagi M juga kan? "


aku menggeleng.


"gak mas. kan setelah nifas kemaren aku ikut KB suntik yang tiga Bulan.jadi tiap bulan nya gak M"


dia tersenyum kegirangan.


"yesss. gak ada absen dong"


sambil mendekatkan wajahnya. saat bibir nya baru menempel di bibirku. Queen terbangun tapi tersenyum dan berceloteh ke arah kami.


"eeehhh cantik nya mama"


aku mencuil pipi gembulnya. dia tersenyum sambil menghentakan kedua kakinya ke atas.


"aduuuhhh. kok bangun sih cantiknya ayah. tidur lagi ayo nak. ayah mau buka puasa ini"


Dia mengusap wajahnya. dan mengelus benda tumpulnya yang mulai berdiri.


aku terkekeh melihat nya.


"ayo sayang. susuin biar tidur lagi"


"eeemmmhhh pinter banget sih anak Ayah. gak mau berbagi mama nya ya sama ayah"


Dia kemudian menggendong Queen. menelungkup kan tubuh Queen di dada dengan kepala bersandar di pundaknya. dia lalu mengerakan tubuhnya dan menepuk -nepuk pan**t Queen. dan ajaib nya Queen tertidur di posisi itu.


"eeeh mas dia tidur lagi"


aku sedikit berbisik dan pelan sekali mengambil Queen dari gendongan nya dan menidurkan kembali di kasur empuknya.


"yess aku sudah bisa buka puasa"


Dia menarik ****** ***** di balik dasterku. dan membuka semua bajuku sampai tak tersisa.


"mas sabar dong. pelan -pelan"


"ahh nanti Queen keburu bangun lagi."


aku memejamkan mata saat dia mulai menciumi setiap inci tubuhku.


"Rai. katanya perempuan yang habis melahirkan itu seperti perawan lagi ya rasanya?"


aku mengangguk dan tersenyum.


"iya mas tapi tak sesempit banget dan tak sesusah perawan"

__ADS_1


dia meraba bagian intimku.


"entahlah Rai. aku belum pernah merasakan perawan"


aku terkekeh.


"bohong"


memukul dadanya pelan.


"sumpah Rai. demi allah"


"iya iya aku percaya. gk usah sumpah demi allah segala"


kemudian dia kembali melancarkan aksinya.


dia memberi pelumas ke area intimku dengan menjilatinya. aku mengerang sambil meremas rambutnya.


"kalau sakit ngomong ya sayang. aku pelan ko"


Dia memasukan benda tumpulnya pelan ke area itu.


"aaawww sakit, perih mas"


aku meremas pundaknya hingga berbekas.tapi sakit itu tak lama.benda itu kembali lolos kedalam nya.


"aahh sempit Rai. punyamu ini enak sekali. padahal sudah berkali-kali mengeluarkan Baby"


dia berbisik di telinga ku. kemudian meremas kedua gunung kembarku pelan. dia tau ada banyak asi di dalamnya. kemudian dia mempercepat gerakan pinggulnya. aku menggoyangkan pinggulku berlawanan arah dengan goyangan nya.


"aaaahhh sayang. aku mau keluaaaaarrr"


terasa sesuatu menyemprot didalam nya.


"kamu udah sayang? "


dia mencabutnya. aku menggeleng karena memang belum mencapai puncak. Dia kemudian menundukan wajahnya dan membenamkan nya di sana.


dia agak menggigit nya tapi pelan. kemudian memasukan lidahnya dan memainkan nya di dalam.


"ssshhhh. emmm aaaahhh. mas. iya terus mas di situ"


aku memberi isyarat bagian mana yang membuat ku enak.


"di sini sayang, enak hemmh"


Dia kembali menggetarkan lidahnya di situ. aku membuka area itu dengan jari kedua tanganku.


"aaahhh lebih dalam mas... aaahhh mas... aaaahhhhhh awww"


aku menjerit pelan.


"akhirnya sayang.makasih kamu sudah memberikan kesempatan lagi untuku"


dia kemudian mencium keningku.

__ADS_1


"aku akan selalu memuaskan mu mas. kalau itu yang selalu kamu inginkan. asalkan jangan ulangi hal seperti kemaren. bicarakan kalau pelayanan ku ada yang kurang."


Dia mengangguk dan membawaku dalam pelukan nya.


__ADS_2