
Bukan karna rasa penasaran. tapi hanya saja rasa ingin tau. bagaimana sosok yang jutek dan pendiam bisa bersosialisasi dengan sesama.
Akhirnya aku menunggu Marni.Duduk di anak tangga, sambil makan gorengan yang kubeli dari nenek penjual pecel di area parkir. belum pun juga datang. Tiba-tiba nampak sosok si jutek ,menaiki anak tangga yang ku duduki. sambil membawa keranjang besar yang entah apa isinya.
seperti biasa. tanpa senyum, tanpa kata permisi, dia berjalan begitu saja melewati ku. padahal jelas-jelas aku di hadapan nya.
sontak aku beranjak dari situ. dan segera menuju kedaiku.
"ihhh. ada ya orang kaya gitu. amit-amit..gak usah kenal juga gak apa deh. makan atiii aku di buatnya"
aku menggerutu pelan, sambil membuka kedai. dan membereskan nya.
"heiii, ayo.katanya mau ku kenalin. malah buka kedai. ta cari di tangga ndak ada. "
sambil menarik tanganku.
"ogaaahhh. gak usah mending..amit-amit deh ah. tadi ajah aku nunggu kamu di tangga situ. dia lewat.boro-boro nyapa. nengok aja kagak, Mar. itu orang apa makhluk halus sih"
aku menolak.dan menarik tanganku dari marni. sambil bergidik.
"ha.. ha... ha... "
marni malah ketawa terpingkal-pingkal. kutoyor kepalanya hingga hampir tersungkur meja.
dia membekap mulutnya,menahan tawa.
selesai beres-beres., bu fitri yang punya kedai datang membawa makanan yang tinggal di hangatkan. seperti Dimsum, pangsit, dan makanan lain juga yang di bikin dadakan juga ada. setelah memberi arahan dia biasanya pulang. dan kembali sebelum kedai tutup untuk memeriksa pemasukan harian.
sembari menunggu pelanggan, Marni membaca novel di depan mesin kasir. aku memutuskan,untuk melihat jalanan dari atas di balkon tepat sebrang kedai.
aku menyilangkan tangan dan bersender ke pagar balkon. dengan posisi badan agak membungkuk. kulihat di sebrang jalan sana. terparkir mobil warna silver yang tak asing dalam ingatanku. ya itu mobil felix. tiba-tiba kaca mobil itu terbuka dan tampak felix melambaikan tangan ke arahku. aku sontak berpura-pura tidak melihatnya.dan lalu membalikan badanku. tapi air mata ini meluncur tanpa aba-aba.
Tiba-tiba sesosok tangan mengenakan jam tangan pria warna hitam .berukuran besar menyodorkan selembar tissu kepadaku.
"yang di mobil itu pacarnya ya teh? tapi kok nangis. baru putus ya? "
pas kulihat wajahnya. aku kaget. ternyata si pria jutek. bisa juga dia perhatian sama orang ternyata. dalam hatiku aku bergumam. tapi aku masih dendam dengan sikapnya tadi pagi.
"kepoooo. pengen tau aja,atau pengen tau banget"
aku pergi berlalu.dengan menjulurkan lidah. dia tersenyum sambil menggeleng.
...****************...
selepas magrib suasana foodcorner hari ini tidak begitu ramai. sehingga kami lebih banyak mengobrol di meja tempat kami berkumpul,sesama pegawai. aku beranjak dan meninggalkan obrolan. mengambil satu botol minuman dingin di pendingin. kemudian membukanya. lalu duduk di kursi dekat mesin kasir. kumainkan sedotan di dalam minuman itu. aku masih membayangkan felix. kenapa dia bisa tau aku di sini. apa selama ini dia mengikutiku.
"hayooo. jangan ngelamun nanti kesurupan lho. di mall ini kan banyak penunggunya."
seketika aku terperanjat.Dan hampir tak percaya. si jutek menyapaku lagi,dan kali ini entah kenapa aku melihatnya seolah terpesona. Dia memakai peci hitam di kepalanya. senyumnya mengembang ke arahku,dan wajah terlihat bersinar dengan sisa air wudhu yang masih membekas di jambang nya.
"masyaallaaaaahh"
kata itu meluncur begitu saja dari mulutku. dan masih menatap nya.dia pun berlalu menuju kedainya dengan tertawa kecil dan menggeleng kan kepalanya. rupanya dia baru selesai solat magrib di mushola lantai lima.
"Hayoooo. lihat apa.mangap begitu"
Marni mengagetkan dan sekaligus menyadarkan ku dari sihir si jutek.
dia kemudian menoleh ke arah pandanganku tertuju dan tertawa terpingkal.
__ADS_1
"ha.. ha... ha... ha.... iya kan apa ku bilang. mulai nih ada benih-benih"
kutoyor lagi kepalanya. dan ku cubit pinggang nya.
"benih-benih. emang nya mau nanam padi"
aku menyimpan sisa minumanku,ke lemari pendingin. sambil menyembunyikan wajahku yang memerah karna ketahuan, memandang takjub si jutek.
...****************...
keesokan harinya pas mau berangkat kerja. aku malah tidak sengaja berpapasan di perempatan gang menuju tempat kerja.dengan si jutek.
"ehh. teteh mau berangkat kerja juga?"
dia tersenyum ke arahku. sementara aku belaga cuek.
"iya"
cuma satu kata yang ku ucapkan. dengan muka sok judes. padahal dalam hati pengen ketawa.
"ihh.. biasanya orang yang di panggil teteh itu orang sunda. dan katanya, orang sunda itu katanya ramah-ramah, sopan, murah senyum"
aku tak menjawab. malah semakin kupercepat jalanku mendahuluinya. kulihat dari sudut mataku. dia geleng-geleng kepala.
"sukur.. emang enak di jutekin"
dalam hatiku. aku terkekeh.. aku menaiki anak tangga dengan sedikit berlari.. karna takut tersusul olehnya. hingga tanpa ku sadari dompetku terjatuh.
aku baru tersadar setelah tiba. ketika merogoh kedalam kantong kecil yang menempel di tas punggungku.untuk mengambil kunci.kucari dompetku gak ada di dalam nya. memang tasku terdapat kantong kecil di luar yang di beri kancing magnet sebagai perekat.. aku biasa menyimpan dompet kecilku,ponsel,dan kunci.. kali ini hanya kunci dan ponsel yang ada.
aku kembali berlari ke tangga.. tapi miris.. dompetku sudah raib..setelah marni datang aku cerita..
"kok isoooo.. teteh,yaudah bikin laporan kehilangan buat ke bank.blokir ATM.Biar nanti aku yang ngomong ke bu fitri. tapi selesai itu langsung balik"
untung belum jauh. akhirnya aku pertama kalinya menyapa sekaligus meminta tolong ke zaenal.
"Nal.. zaenal.. aku minta tolong kasih in ini ke marni.. aku lupa..aku mau ke polsek buru-buru. dompetku hilang. mau blokir ATM"
aku melempar kunci ke depan nya.. ngomong sambil berlari.
"kok bisa jatoh?dasar ceroboh"
tanya nya ta ku hiraukan. dia menepuk jidat nya.
...****************...
proses laporan kehilangan selesai. aku langsung menuju Bank. di situ yang lumayan agak lama. dan karna uang kes ku ikut hilang d dalam dompet itu.. aku harus mengambil sebagian yang di ATM.selepas dzuhur aku baru kembali ke tempat kerja. tampak marni sedang asik dengan ponsel nya.. untung belum begitu ramai.. hanya ada beberapa yang sedang makan siang.. tapi meja masih banyak yang kosong.
"biuhhh.. panas banget mar.capek pula"
aku menjatuhkan tubuhku di lantai di bawah kursi tempat marni duduk.. bersandar pada etalase kedai.
"istirahat, teh. ta bikinin jus ya biar seger"
marni dengan cekatan memotong buah mangga. dan memasukan ke mesin pelumat.
aku tidak berkata apapun karna tubuhku kepanasan.
"udah selesai tapi teh?"
__ADS_1
dia kembali bertanya dan memberikan jus kepadaku.
"alhamdulillah sudah Mar. makasih lho jus nya"
dia mengangguk dan kembali serius dengan ponsel nya. dan akupun tak mau mengganggu.
"oh iya mar. tadi aku titip kunci ke zaenal, maaf aku buru-buru jadi lupa kebawa. mau balik udah tanggung.. pas liat zaenal nganggur. yaudah aku suruh"
aku nyengir kuda. sambil terus menyeruput jus nya.
"eheeemmm.. awal yang baik tuh.. musibah membawa berkah.. ujung nya semoga pacaran.. aamiin"
dia menoleh ke arahku.. dan menggodaku lagi.
"uhuk...uhuk.. "
aku tersedak.. kemudian dia menepuk punggungku.. sambil tertawa..
"apaan sih kamu mar.. sampe keselek aku"
dia malah makin kenceng tertawa. aku kemudian berdiri dan duduk di kursi. menelungkupkan sebagian tubuh di atas etalase.
"si ceroboooohhh"
zaenal yang habis sholat dzuhur. mengataiku dan memencet hidungku. sambil berlalu santai meninggalkan ku yang kesakitan.
"awww..zaenaaaall. sakit tauuu,awas kamu"
ku acungkan tinju ke arahnya.. dia tertawa mengejeku.
...****************...
waktu pulang pun tiba.. aku dan marni berpisah di perempatan gang dekat parkiran. lalu zaenal menghampiriku dari belakang.
"mau pulang bareng ? kebetulan kontrakan ku juga satu arah"
aku tersenyum.
"eh. tadi makasih ya mau di titipin kunci"
"iya, gak apa. lain kali hati-hati. jangan ceroboh lagi"
dia menasihatiku.
"kontrakan ku ke arah kanan.. tapi aku antar kamu ya. boleh ?"
aku mengiyakan. sepanjang jalan kami mengobrol santai.. dan sampai di kost an ku.
"mampir, atau langsung balik ?"
dia melihat jam di tangan nya.
"aku langsung pulang. takut anak yang lain sudah tidur. gak ada yang bukain pintu nanti"
dia pun membalikan badan nya.
"Nal..... eeemm makasih udah nganterin"
dia menoleh. dan tersenyum.
__ADS_1
"sama-sama.. istirahat ya.. sampai ketemu lagi besok"
aku menggangguk. dan langsung masuk untuk beristirahat.