
Sore harinya suamiku mengajaku belanja peralatan dapur yang kubutuhkan. karena besok pagi suamiku harus sudah mulai masuk kerja. aku harus menyiapkan sarapan sebelum dia berangkat. Dan aku juga sudah bicarakan kalau mau langsung pisah masak. walaupun Rumah yang kami tempati belum ada dapur dan kamar mandi. suamiku menyiasatinya dengan menyekat ruang an depan kamar untuk dapur menggunakan lemari pakaian sebagai penghalang. sedangkan kamar mandi masih menumpang mertua ku.
"motor ini motorku sendiri Yang. aku beli dari hasil kerjaku dulu sepulang dari Bogor"
Dia meraih tanganku dan melingkarkan ke perut nya. aku memeluknya dan menempelkan daguku di pundaknya.
Setelah sampai di mini market yang menjual segala macam keperluan dan alat rumah tangga. kamipun segera pulang.
setibanya di Rumah aku langsung menatanya. suamiku memasangkan galon ke dispenser. lalu memasang kan kompor Gas beserta Tabung nya. untuk perdana kami hanya memasak mie dulu. nanti setelah sholat subuh rencana nya aku akan mulai memasak nasi dan sayur ,beserta lauk yang lain.
"Nanti kalau kamu butuh sayuran,ikan tempe dan lain nya. kamu bisa beli di depan pos kamling samping Rumah mbah Yank. biasanya ada penjual sayur mangkal di situ. tapi kamu harus kesana sehabis sholat subuh. jam enam orang nya sudah keliling"
Aku mengiyakan sambil mengangguk dan terus membereskan dan menata dapur serta kamarku.
"Di minimarket tadi gak lupa beli beras, minyak sama bumbu kering kan Yang?"
Dia kembali bertanya sambil menata Rak kecantikan di tembok kamar dekat pintu.
__ADS_1
"Iya sudah mas. aku juga udah sekalian beli alat mandi,sabun cuci dan alat cuci piring"
Dia tersenyum ke arahku sambil mengacungkan jempol nya.
selepas sholat isa bersama di kamar dengan di imami nya seperti biasa. kami berbaring melihat -lihat video di ponsel sambil berbincang.
"Yang, orang tuamu gak sholat? "
aku bertanya sambil mengelus-elus dadanya yang telanjang. terdengar suara tertawa dari magrib sampai isa tak berhenti. dan tak terlihat mereka mengambil wudhu atau mematikan televisi hingga hening. malah ketika adzan berkumandang semakin keras mereka tertawa.
suamiku hanya menjawab singkat. aku yang masih terheran mengalihkan pandanganku kembali ke ponsel suamiku. masih terbersit banyak pertanyaan di hatiku dan kejanggalan. dari ketika mereka datang saat pernikahan. Ibu mertuaku memakai pakaian yang tidak menutupi aurat nya. baru kemudian memakai kerudung setelah di dandani penata Rias.
begitu pun pas aku datang tadi pagi. pakaian nya nyaris di atas lutut semua. Rambut nya di cat berwarna oranye, dengan potongan rambut pendek sehingga tengkuknya kelihatan. tapi aku tak mau bertanya lebih banyak. nanti juga mungkin aku tahu sendiri. aku takut suamiku tersinggung jika banyak tanya.
"sayang"
Lamunanku tersentak ketika suamiku memanggilku sambil mencubit pipiku.
__ADS_1
"hayoo ngelamun apa kamu"
aku nyengir kuda sambil menggeleng.
"Jangan bohong kamu ya. jangan bohong"
Dia mengelitiki perutku dengan posisi di atas tubuhku. aku bergelinding menghindari gelitikan nya. sampai di ujung kasur. saat mencoba berdiri dan kabur. suamiku tergopoh menarik tabuhku. aku masih bisa menghindar sambil tertawa. Dia berdiri dan menggendong ku. lalu menurunkan pelan ke kasur.
Tawa kami terhenti dengan nafas yang saling memburu. entah apa sebabnya kali ini aku yang mendominasi permainan. aku mencoba menjadi istri yang agresif kali ini. aku berada di atasnya kini. suamiku hanya pasrah dengan permainan ku. bahkan hingga berkali-kali kami mencapai puncak kenikmatan. dengan berbagai gaya yang aku mainkan. berkali-kali juga suamiku menggeleng kan kepalanya dan berdecak kagum dengan pelayananku malam ini.
"aaah sayang. kamu hebat malam ini"
Dia menyematkan rambutku yang basah dengan keringat di sela telingaku. posisiku masih berada di atas nya dengan posisi dada sedikit terangkat di topang kedua tanganku di kedua sisi badannya. kemudian dia bangun dan membaringkan badanku.
"Sudah cukup sayang. makasih. kalau lanjut terus bisa -bisa aku besok gak masuk kerja karena lemas"
Dia terkekeh. sambil menarik selimut menutupi badan kami berdua. membawaku ke pelukan nya untuk tertidur.
__ADS_1