Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
KEDEKATAN QUEEN BARENG UNCLE BAB 86


__ADS_3

Setelah hampir satu minggu kami tinggal bersama saudara kembar suamiku.. Queen kini makin dekat dengan uncle nya. setiap hari dia selalu menempel dan tak mau jauh. apalagi uncle nya sangat memanjakan nya dengan berbagai mainan mewah dan mengajaknya selalu jalan-jalan keliling Bali.


"mbak,, kalian pindah sini saja. biarkan di sana Ramdan yang urus. aku sangat senang ada Queen di sini. aku jadi gak kesepian dan rasa lelah setelah bekerja pun hilang lihat senyuman dan tawa nya"


Dia meminta kepadaku sambil memangku dan mengangkat tubuh Queen ke atas. gelak tawa nya yang renyah kembali terdengar saat tubuhnya di ayun-ayun kan uncle nya. aku hanya tersenyum ke arah suamiku.


"Ya gak lah bisa lah steve kami juga punya urusan sendiri di sana.. hanya saja sekarang yaaaa.... seperti yang kemarin aku ceritakan. kami akan pulang setelah dirasa aman untuk pulang"


steve duduk kembali sambil menggelitiki perut ponakan dengan ujung hidung nya.


"terussss apa sudah ada juga jalan keluarnya, Nal? "


suamiku menghela nafas dan membuangnya kasar. sambil mengangkat kedua bahunya.


"entahlah steve, setidaknya kami bisa istirahat dulu sejenak di sini. tidak terlalu dihantui rasa ketakutan akan sesuatu yang mengancam istri dan anaku"


Steve lalu mengangguk sambil terus bercanda dengan Queen. aku tersenyum ke arah mereka.. seperti nya steve memang sangat merindukan sosok anak di hidupnya.


"steve,,, kenapa gak coba cari istri lagi? biar gak kesepian"


aku mencoba memberi saran. yang di balas nya dengan tawa.


"hahaha.. mbak Raina ini...cariin dong mbak"


dia mengerlingkan matanya ke arahku. aku sontak menunduk dan menyenggol tangan suamiku.


"lain kali kalau kami pulang..ikut lah steve.. siapa tahu kamu menemukan jodohmu di kampung.. ibu dan yang lain juga pasti senang kamu datang."


steve lalu memutar bola matanya dan mengangguk.


"oke, brother.. kapan? aku juga ingin istirahat sejenak.. usaha ku ini membuat otaku sedikit ingin dimanjakan.. biar semua bisnisku asisten ku yang urus"


suamiku tersenyum sambil menepuk bahunya steve.


"up to you,, when are you ready? "


steve mengetuk meja dengan jarinya sambil terlihat berfikir.


"emmmm.. how about two weeks after to day?"


suamiku mengangguk sambil mengacung kan jempol nya.


Queen berdiri sambil bertolak pinggang di atas kursi nya.


"hey,,you...you.. I tak mengerti yang you berdua speak"


bibirnya manyun sambil memalingkan mukanya ke samping. kami tertawa terbahak-bahak.steve segera memangku dan menciumi kedua pipi ponakan nya.


"puji Tuhan.. ponakan ku ini pinter banget"


aku mengernyitkan dahi saat dia menyebut Puji Tuhan dan melihat ke arah suamiku.


suamiku mengangguk dan memberi isyarat dengan membentuk kedua telunjuknya seperti tanda Salib.


aku mengangguk sambil membulatkan mulutku membentuk huruf O..


...****************...

__ADS_1


Dua minggu kemudian kami mengabari Ramdan untuk menjemput kami di Bandara.


saat di perjalanan pulang arah ke Rumah aku berbicara pada steven.


"steven, maaf ya kalau Rumah kami nanti tak semewah Rumah mu? "


Steven yang duduk di kursi depan sambil memangku ponakan tersayang nya memutar badannya ke arah kami.


"apa sih mbak Raina,yang penting aku bisa tidur sama si cantik ini Dan selalu bersama"


dia menciumi Queen tanpa henti.. Queen tertawa kegelian saat hidung mancung steve menggelitik lehernya.


sesampainya di Rumah. semua keluarga menyambut steven dengan wajah haru.


Steve menurunkan Queen dari gendongan nya Dan langsung memeluk Ibu yang dulu melahirkan nya. dan di sambut pelukan mbah sambil menangis.


"oalah.. gustiii.. cung.. dari bayi sampe sekarang mbah baru bisa meluk kamu lagi"


kami semua menangis haru.. memang dari cerita suamiku steve baru kali ini bertemu dengan keluarganya. hanya suamiku saja yang sering bertemu, apalagi dulu pernah bekerja juga di Bali. orang tua asuh steven hanya mengabari nya melalui telepon saja. selain jarak,kesibukan orang tua steven juga yang membuat mereka sulit bertemu.


bahkan saat steven menikah hingga bercerai kembali pun.. hanya suamiku dan Ramdan yang menghadiri.


kami masuk ke dalam.lalu berbincang dan bercerita.


"oalah..sttop.. ngomonge jangan campur bahasa was wes wos toh cung.. mbah gak ngerti"


kami tertawa mendengar mbah yang salah menyebut nama Steve. memang steven berbicara campur dengan bahasa inggris. mungkin karena dari kecil terbiasa memakai bahasa itu.


"mbah,, steven bukan stop.. stop itu berhenti "


suamiku menjelaskan sambil mengusap tangan mbahnya. steven lalu memeluk dan mencium tangan nenek nya. sambil tertawa..


aku menunjukkan kamar Queen dan suamiku membawakan kopernya ke kamar Queen juga. dia mengangguk dan mengikuti ku dari belakang.


Dia langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur Queen. sambil merentangkan kedua tangan nya ke arah Queen.


"come, my Queen.. sleep in my arms"


Queen langsung terjun ke pelukan uncle nya dan memejamkan matanya. aku dan suami terkekeh sambil menutup pintu kamar itu.


Semua keluarga pulang kerumah masing-masing.. suamiku mengingatkan sore ini untuk bersiap.


"nanti sehabis magrib bersiap ya?kita makan bersama di luar"


mereka mengiyakan.. aku dan suami segera istirahat di kamar. dan merebahkan diri.


"eeemmmhh."


suamiku merentangkan kedua tangan nya dan meraih tubuhku dalam pelukan nya.


"akhirnya kita pulang ke Rumah.. dan bisa berehem -ehem di kamar sendiri"


aku mencubit ujung hidung nya. sambil terkekeh.


"alaaaah, kemarin juga di Rumah steven tetap aja genit sama istrinya. malah makin hot.. apalagi kasur nya gede banget"


dia tersipu sambil membenamkan wajahnya di dadaku. lalu terdengar dengkuran halus beberapa saat kemudian.

__ADS_1


aku tersenyum sambil mengelus kepalanya yang masih menempel di dadaku. Mungkin dia kecapekan kali ini. hingga niatnya yang akan enak-enak terkalahkan oleh rasa kantuk karena capek.


saat aku menurunkan kepalanya pelan ke bantal. tangan nya malah meraih tanganku dan menariku ke dekapan nya. dengan mata yang masih terpejam.


tangan nya meraih tanganku dan memasukan ke sela ************ nya. aku terkekeh sambil mengeleng.


"emmmhh elus Yang."


aku lalu berbisik di telinganya.


"kamu kan ngantuk. tidur aja."


Dia tetap menahan tanganku untuk tetap di sana.


"emohh.. kamu bukain dan bermain lah di atas ku"


aku kemudian melakukan titahnya. matanya masih terpejam.badan nya pun tak banyak melakukan gerakan. hanya kedua tangan nya menautkan jari-jarinya di sela-sela jari kedua tanganku.


Hanya suara desisan, yang terdengar setelah suara eranganku yang mencapai puncak hampir bersamaan dengan nya.


kami lalu tidur sambil berpelukan di balik selimut tebal di kamar kami.tempat terindah untuk kami berdua. tempat dimana kami selalu melepaskan bukti cinta kami berdua di situ.


setelah ashar,selesai mandi dan sholat aku membangunkan suamiku untuk segera mandi dan sholat juga..


kemudian aku membuat kan kopi untuk kedua saudara kembar yang duduk berdampingan di antara Queen.


"Queen seperti punya Dua Ayah"


kedua tangan nya menyilang di dadanya. sambil melirikan matanya ke arah ayah dan uncle nya.


aku tertawa sambil menyimpan kopi dan camilan di meja. suamiku dan steven juga ikut tertawa.


"you are smart and funny,my Queen"


steven mencubit kedua pipi Queen.


"Bahasa inggris lagi... nanti lah uncle Queen harus sekolah lamaaa dulu kalau mau ngobrol pake bahasa nya uncle"


dia menepuk jidatnya sendiri. sambil memutar kedua bola matanya.


kami semakin tertawa terbahak-bahak. steven mengajak suamiku pindah ngopi ke teras depan. akupun memindahkan kopi dan camilan nya ke meja yang terdapat di teras.


Suamiku mengobrol dengan adik nya.. kali ini Ramdan ikut nimrung.. aku dan Nurul saling pandang menyimak para suami yang berbincang dengan bahasa inggris.


"kok kaya nonton Film Barat ya Teh. yang gak ada terjemahan nya.. kita hanya nyimak dari gerakan mereka saja"


Nurul menggaruk kepalanya sambil nyengir ke arahku.. aku tertawa.


"hahaha.. aku ngerti Rul. cuma kalau di suruh nyebutin masih kaku, takut salah"


lalu kami para istri hanya menyimak. dan sesekali ikut tertawa kala mereka tertawa. meskipun tak tahu apa yang membuat tertawa. sedang Queen asik dengan mainan Puzzle yang di berikan uncle nya.


...****************...


selepas magrib kami pergi makan ke luar. dan pulang sampai larut malam. Steven memesan begitu banyak makanan sehingga mbah membungkusnya sebagian untuk di bawa pulang. steven melarang nya tapi yang namanya orang tua, keukeuh dengan pendirian nya..


"eman"

__ADS_1


katanya.


__ADS_2