
Acara pernikahan adik ipar ku selesai sudah. kini Ramdan sudah memulai hidup yang baru bersama Nurul. aku mulai mencari pengganti Nurul, tapi Nurul masih mau jadi pengasuhnya Queen.
"gak usah cari lagi Teh.mas Ramdan kan juga kerja sama teteh. aku bisa bareng-bareng di sini. pulang malem kan bisa"
aku mengusap punggungnya saat Dia bermain ke rumahku, setelah seminggu pernikahan nya.
"aku takut ganggu program bulan madu mu Rul"
dia tersipu malu. sambil menutup wajahnya dengan ujung kerudung.
"opo sih teh, aku juga udah sepakat nunda dulu kehamilan teh. aku minum pil KB."
aku mengernyitkan dahi.
"lho kok di tunda Rul?"
"Iya teh, kata Ibunya mas Ramdan jangan dulu. belum punya Rumah sendiri"
aku menggeleng kan kepalaku sambil berdecak.
"ck, Ibu selalu begitu"
Nurul tersenyum ke arahku. aku juga gak ngerti dengan maksud mertua ku. padahal Nurul dan Ramdan sama-sama anak bungsu. Rumah yang mereka tempati kalau sudah gak ada nanti untuk siapa lagi kalau bukan untuk anak bungsu.
"Ya gak tau Teh. pemikiran orang tua kadang berbeda. tapi orangtua ku malah nyuruh Nabung buat keperluan yang lain. masalah rumah katanya perbaiki yang ada. toh nanti juga itu bagian ku"
aku mengangguk dan melempar senyum kembali ke arahnya.
"Keluarga Teteh yang di Bandung udah pada pulang Teh? aku sampai lupa gak nanyain mereka"
sambil celingukan kesana kemari.
"udah Rul. besoknya setelah acara nikahan kamu langsung pada balik. anaku yang besar lagi sibuk skripsi.yang kecil juga sekarang kan sudah kelas tiga SMP. mau ujian juga. jadi gak bisa libur lama-lama"
Dia mengangguk sambil membentuk hurup O di mulut nya.
"uyuyyy.. ada uyuyy. Queen angen uyuy"
Queen keluar dari kamar nya sambil mengucek matanya yang baru bangun tidur siang.
"eehhh sayang nya uyuy"
__ADS_1
Nurul merangkulnya dan menciumi wajah Queen. mereka sama-sama kangen setelah satu minggu gak ketemu. Queen memang memanggil nya dengan sebutan uyuy.
"aku bawa Queen ke Rumah Ibu ya Teh. aku belum ke Rumah nya kok"
sambil menutup mulutnya ia tersenyum.
"astaga... ini anak malah ke sini dulu. bukan nya ke mertua dulu"
aku memukul pahanya.
"Laaahh. mas Ramdan juga yang ngajak ke sini dulu"
Ramdan juga sedang asik mengobrol sama kakaknya. sesekali terdengar suara tawa keduanya. kemudian Nurul mengajak suaminya ke Rumah Ibu sambil menggendong Queen.
"lho kok Queen ikut"
Queen tampak memegang erat pundak Nurul seolah gak mau di lepas.
"gak apa mas zaenal, aku yang ajak. kangen juga aku sama si gembil ini"
sambil mencubiti pipi gembil nya Queen Nurul pun berjalan ke arah Rumah mertuaku yang kini jadi mertuanya juga. Queen melambaikan tangan nya ke arah kami.
"ojo esrek lo yo Queen"
Suamiku lalu memeluk bahuku dan mengajaku masuk dari garasi.
"eemmmhh. kamu pakai parfum apa sih mas kok bau nya bikin aku mual"
aku memukul bahunya. ketika dia menangkat ketiak nya yang hendak melepaskan pelukan nya di bahuku.
"parfum yang biasa aku pakai lah. yang mana lagi sih Yang? "
dia mengendus kedua ketiaknya.
"masa sih mas, kok baunya aneh. bikin perutku rasa nya pe.... "
hueekkk
aku berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutku yang hampir muntah.
"sayang... kamu sudah datang bulan? "
__ADS_1
suamiku mulai mencium gelagat anehku. gejalanya sama seperti ketika aku hamil Queen dulu. apa yang wangi menurut hidungku malah bikin muntah.
aku menggeleng dan membasuh mulut dan mukaku di wastafel.
"apa....Queen mau punya adik lagi Yang? "
Aku mengangkat bahuku. lalu dia tiba-tiba menggendong tubuhku ke kamar. aku yang kaget memukul dadanya.
"istirahat sayang, nanti sore kita periksa.semoga benar dugaan ku"
aku mengangguk dan mengaminkan nya. aku tidur siang kali ini tidak seperti biasanya. biasanya aku selalu membenamkan wajahku di ketiak nya.aroma tubuhnya malah membuatku mual kali ini. untung dia memaklumi nya.
...****************...
"alhamdulillah, selamat mas zaenal. mbak Raina hamil lagi. usianya kira-kira baru dua mingguan"
Dokter yang dulu USG saat Queen didalam kandungan menjelaskan.
suamiku tersenyum bahagia. sambil mengelus perutku yang masih rata. dokter memberikan resep obat dan vitamin.
suamiku menebusnya dan kamipun pulang ke rumah membawa berita bahagia ke semua keluarga.
Berbeda sekali dengan saat hamil Queen dulu. yang ini tubuhku rasanya ingin Rebahan terus. lemas bahkan malas untuk makan apapun kecuali susu dan Buah.hingga lambungku kumat dan harus di rawat di klinik selama satu minggu.
untung saja mbak citra bisa handle bisnisku di bantu ibu mertua ku saat ini. kehamilan ku kali ini juga sangat sensitif dan banyak maunya. tak jarang aku bertengkar hebat dengan suami gara-gara kemauan aneh yang gak bisa di turuti.
"pokok nya aku mau Buah Kecapi.terserah kamu mau cari di online atau apapun"
aku marah dan uring-uringan saat kemauanku tak di turuti. suamiku sampai memesan kepada teman nya yang orang depok.tapi ketika pesanan nya datang aku malah tak memakan nya sama sekali.
kadang kami bertengkar hebat.
"apa-apaan kamu Rai? "
suamiku mengambil Rokok yang menyala di mulutku.
"aku mau Rokok mu mas. satuuu aja. habis makan gak keluar lagi kalau Ngerokok"
aku merengek seperti anak kecil.
"ada apa sama kamu ini Raina. kamu orang paling sensitif urusan Rokok. sekarang malah. huuuh sudahlah aku mau cari angin."
__ADS_1
suamiku pergi sambil menyambar kunci motornya di atas nakas. aku sendiri juga merasa aneh dengan perubahan pada diriku. bahkan aku yang sangat bersih dan Rapi. kali ini jadi malas. melipat selimut di kamar saja rasanya malas. sampai -sampai suamiku yang membereskan kamar tiap pagi.
untung saja kalau urusan badan aku bisa melawan nya.. meskipun bau mencium sabun,odol dan shampo. aku tetap memaksakan nya untuk mandi sebersih mungkin.