Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
BUKTI SEMUA KEJAHATAN ZAHRA BAB 76


__ADS_3

keesokan harinya Rame sekali orang sekampung membicarakan perihal zahra. suamiku yang semalam akan klasifikasi akhirnya mengurungkan niatnya. dan menunggu sampai berita nya benar-benar memanas. sementara aku berpikir dalam hatiku.


"kok gak ada yang berpikiran kalau itu aku yang mengirim?apa kakaknya atau si zahra pikiran nya gak sampai ke situ?soalnya yang punya bukti itu kan hanya aku.bahkan diapun dulu sempat menghapus nya.tanpa tau aku telah mengcopy nya duluan"


Aku tersentak saat tiba-tiba suamiku mengecup kening ku. yang sedang menguncir rambut Queen di karpet,sambil menemani nya menonton film kartun kesayangan nya.


"kok istriku ngelamun? ngelamunin apa sayang? "


Dia merebahkan tubuhnya di karpet sambil memainkan rambut Queen yang sudah di kuncir,dengan jari telunjuk nya.


"Gak kok Yang, hanya heran aja kok si zahra gak kepikiran kalau nomor misterius itu aku ya? padahal jelas percakapan itu ada di aplikasi pribadiku"


Suamiku mengangkat pundaknya sambil mencibir.


"gak tau Yang, namanya juga orang B**** coba kamu pikir? kalau dia gak B**** dia harusnya gak ngelakuin pembakaran gudang itu sendiri. Dan harusnya dia memakai penutup wajah atau apapun untuk menyamarkan"


aku mengangguk.


"Ya mungkin dia tidak tahu kalau kita pasang cctv mas"


suamiku berdecak.


"ck ck ya meskipun begitu. dia kan juga harusnya waspada kalau ada orang sekitar yang melihat.mentang-mentang malam hari. ceroboh juga kan,menurutku?"


aku menarik nafas kasar dan mengangkat bahuku.


"kamu belum mau ikut komentar? "


aku mengelus-elus betisnya yang tepat di sampingku. aku memang senang mengelus betisnya yang berbulu lebat itu.


"Belum Yang, tunggu tanggal main nya. aku juga lagi ngumpulin dulu bukti-bukti photo dari temanku yang dulu pernah pacaran sama zahra."


aku mendekatkan wajahku. sambil ikut berbaring miring menghadap nya.


"iya, sayang. temanku itu terang-terangan padaku,kalau dia sering tidur bareng.bahkan sering mengabadikan lewat photo"


aku menggeleng merasa aneh dengan tingkah teman nya itu.


"untuk apa ya mas? kok aneh? terus ngapain juga dia mau berbagi sama kamu. harusnya itu kan privasi"


aku mencehcar siamiku dengan beberapa pertanyaan.


"dia juga ngerasa sakit hati Yang. hartanya di kuras habis,setelah gak punya apa-apa di putusin sepihak.makanya dia nunjukin itu semua ke aku. aku minta tapi gak bilang kalau untuk rencana kaya gini."


aku membenamkan kepalaku di dadanya. sambil memainkan kerah baju nya.


"tapi dia juga gak nanya mas, untuk apa kamu minta itu? "


suamiku menggeleng.


"gak, dia orang nya juga slow. masabodoan sih. mungkin di kira nya buat iseng ngoleksi aja kali"

__ADS_1


aku terkekeh sambil mengigit lehernya sedikit.


"koleksi kok photo kaya gitu mas. mas"


Dia tersenyum sambil membalas mengigit daguku.dia menarik tubuh Queen dan mendudukan nya di atas perut nya. aku menggelitiki pinggang Queen. lalu menciumi perut nya hingga ia terpingkal-pingkal.


"ayoooo. serang mama.... "


Suamiku menurunkan Queen dari perutnya dan dia terbangun lalu menggelitiki aku yang sedang duduk menjadi bergelinjang ke sana kemari. Queen duduk di perutku dan menggelitiki dadaku dengan menyundul-nyundulkan kepalanya. dan suamiku menggelitiki pinggangku.


aku tertawa sampai lemas.dan melambaikan tangan menyerah.


"yeeee mama kalah"


Queen bersorak di atas perutku. kemudian aku menarik kepalanya ke dekat wajahku dan menciumi nya. suamiku mengangkat tubuh mungil nya lalu menggendong nya.


"saat nya mandi Sore, cantik nya ayah. kita jalan-jalan yuk maa."


suamiku membawa Queen ke kamar mandi. aku mengambil handuk nya dan menggantung nya di kastop kamar mandi. lalu menyiapkan baju Queen.


setelah Queen selesai di mandikan aku segera memakaikan nya baju dan mengepang Rambut nya.


"Queen nonton Tv Ya? mama mandi dulu"


aku bergegas mandi setelah suamiku selesai. lalu kami pergi keluar dengan Suamiku. memakai mobil.


entah suamiku akan mengajak kami ke mana,biasanya kalau memakai mobil dia akan pergi agak jauh dari tempat tinggal kami. aku tak lupa pamit sama Ramdan Dan Nurul. mereka sementara Tinggal di Rumah ku. menempati Kamar Queen sebelum punya Rumah sendiri. aku juga titip pesan ke mereka untuk mengunci pintu kalau mau bepergian dan titip kunci nya ke Ibu atau mbak Citra.


aku memgobrol dengan perempuan yang katanya istrinya,begitu juga dengan Queen yang asik bermain dengan anak nya.


Istrinya bercerita tentang dulu ketika suaminya tergoda oleh zahra. hartanya di kuras habis sampai tega menelantarkan anak dan Istri.


"suamiku seperti kena jampi-jampi lho mbak. bahkan ketika pulang atau sedang bersama pun yang di sebut nama perempuan itu"


aku mengelus punggung nya. lalu dia kembali bercerita sampai akhirnya suaminya di bawa nya ke seorang ustadz..tapi semua hartanya sudah terkuras habis.


aku menghela nafas kasar dan beristigfar.


"astagfirullah, berarti perempuan itu suka main dukun ya mbak? "


aku bergidig ngeri. sambil menatap ke arah suamiku yang sedang sama-sama saling bercerita.


"iya, untung mbak.mas zaenal itu orang nya teguh iman nya. kata suamiku dulu dia sebenarnya ngejar-ngejar suamimu ya? tapi gak dapat akhirnya suamiku yang kena. padahal dia juga tau suamiku sudah punya anak istri"


aku tersenyum dan kembali mengelus punggungnya.


"alhamdulillah, mas zaenal dulu juga sempat katanya jalan.tapi gak sampai kebablasan. tapi ya gak tau juga mbak. itu kan cerita nya. aku jauh kok,gak lihat"


dia tersenyum ke arahku. sambil menepuk pundak ku.


"yo ora mbak, mas zaenal iku terkenal pendiam wong e. agama nya juga bisa di bilang paling kuat di antara yang lain"

__ADS_1


aku hanya menanggapi nya dengan senyuman dan anggukan.


setelah lama kami bermain di situ. dan Queen pun tampak sudah mengantuk. kami pamit pulang.


Sebelum sampai Rumah aku mengajak dulu suami beli lauk untuk makan malam di rumah. suamiku meminta aku membelikan sate kambing dan rawon..


"Yang aku sudah mengirim semua foto dan video ke Grup"


suamiku memberitahuku saat aku masuk mobil. aku mengangguk sambil melihat ke arah Queen yang tertidur pulas di kursi belakang.


"Nanti ta lihat sampai Rumah"


aku tersenyum sambil mengusap jambangnya yang menghiasi sisi wajahnya.


Sampai di Rumah aku melihat pagar garasi dan pintu Rumah yang terbuka. saat kami masuk dan mengucap salam. tampak pak RT, RW dan kakaknya zahra,beserta zahra sudah duduk di kursi ruang tamu kami.


"mbak, Raina maaf kan saya mbak"


Tiba-tiba zahra merangkul kedua kakiku dan bersimpuh. aku yang sedang menggendong Queen yang tidur pun hampir terjatuh. kemudian suamiku mengambil Queen dari pangkuanku dan menidurkan nya di kamar.


"eehhh ada apa ini? ayo berdiri."


aku mengangkat tubuhnya dan memapahnya duduk di kursi.


"saya gak ngerti ini, ada apa kok tiba-tiba zahra seperti ini"


aku mengedar kan pandangan ku kesemua orang yang ada di situ. suamiku duduk di sampingku,meraih tanganku dan menggenggam nya.


"maaf mbak Raina. tadi sebelum ke sini saya mendatangi dulu pak RT dan RW.kemudian kami mengobrol dan beliau-beliau ini menceritakan semuanya. saya atas nama keluarga zahra mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan adik saya"


aku menoleh ke arah suamiku. suamiku tersenyum sambil mengangguk.


aku menarik nafas sebelum mulai membuka suara.


"saya juga mohon maaf mas. sudah mempermalukan adik nya lewat grup.saya hanya sekedar ingin memberi efek jera saja mas. kalau saya dan suami juga tidak akan tinggal diam"


pak Rw kemudian memotong pembicaraan ku.


"masih untung lho,mbak Raina dan mas zaenal gak langsung ngelaporin kamu ke polisi zahra"


zahra kembali menunduk sambil menangis.


"iya terimakasih mbak, mas, atas kebijakan saudara terhadap adik saya"


dia meletakan kedua tangannya yang bertautan di dadanya.


"sama-sama mas, kami juga terimakasih mas mau langsung datang dan menyelesaikan masalah ini secara langsung.Dan tidak melawan perbuatan kami di grup"


setelah saling berbincang. kemudian suami ku memberikan sebuah peringatan ke zahra. jika suatu saat dia mengusik lagi kehidupan kami. semua bukti foto dan video syur nya akan di serahkan suamiku ke pihak berwajib.


Dan siamiku juga meminta zahra untuk klasifikasi di grup. bahwa suamiku tak pernah menyentuh atau pun melakukan perbuatan yang seperti di akuinya. Dan zahra pun segera melakukan nya.

__ADS_1


Hujatan demi hujatan semua anggota di lontarkan ke zahra. tapi itu lah hukuman nya untuk zahra.


__ADS_2