Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
JANJI TAKAN BERPISAH Bab 11


__ADS_3

Hari berganti hari, sampai berbulan- bulan kami pun menjalin sebuah hubungan yang penuh kasih sayang.


Aku yang dulu di selimuti rasa ketakutan oleh kisahku bersama felix,akhirnya bisa terobati dengan kehadiran Zaenal. Dicintai seseorang yang pendiam ternyata lebih merasa di cintai, lebih merasa di perhatikan dari orang lain.karena mungkin dia tidak terlalu banyak berinteraksi dengan yang lain. lebih fokus ke diri sendiri dan orang yang dekat dengan nya.


zaenal. memang sosok yang sangat berarti di hidupku saat ini. selain penyembuh rasa sakit di hatiku, dia juga merawatku di saat sakit.


Hari itu,aku terbaring lemah di kost an ku.karena penyakit gejala tives. Dokter merujuku untuk rawat inap. Tapi aku menolaknya.tapi untuk pulang kampung juga tidak mungkin dengan kondisi ku yang lemas.Zaenal juga yang memanggilkan dokter ke tempatku.Dia juga yang bersedia merawat ku selama sakit.


Keesokan harinya Evan datang menjenguk bersama ibu ku. anak-anak tak ikut,karena harus sekolah. dan ibu juga berencana menginap beberapa hari untuk merawatku.


"assalamualaikum "


zaenal di saat yang bersamaan datang, sambil membawa bungkusan.


"waalaikumsalam. oh iya ma, Van. ini zaenal yang kuceritakan kemarin"


aku mengenalkan pada ibu dan iparku. karna selama ini aku hanya bercerita lewat sambungan telepon saja.zaenal langsung menghampiri dan mencium punggung tangan mereka.


"oh ini, terimakasih ya kasep(ganteng dalam bahasa sunda) kamu sudah menjaga Raina"


Ibu mengusap punggung nya.


"Tidak apa Bu, kebetulan juga tempat kost dan tempat kerja juga tidak terlalu jauh. jadi saya masih bisa bolak balik"


"Sekali lagi makasih lho mas,sudah di repotkan. sekarang untuk beberapa hari ibu menginap d sini.nitip ya mas ! barangkali ada yang ibu tidak tau tempatnya kalau mau beli sesuatu. saya kembali ke kantor."


Evan kemudian beranjak pergi setelah menitipkan aku dan ibu ke zaenal.


zaenal mengangguk dengan senyum manis di bibir nya.


"permisi bu, saya mau menuangkan bubur ini"


Dia membawa bungkusan nya dan kemudian menuangkan di mangkuk. Dan membawa nya ke arahku. pas dia mau menyuapiku.


"Kasep. sekarang kan ada saya, ibu nya. biar saya yang suapin. kamu kalau mau kembali kerja tak apa"


Ibu kembali mengusap punggung nya dengan halus. zaenal manggut dan menyerahkan bubur itu ke ibu. Dan mengambil kantong berisi obat. dengan teliti dan cekatan dia memilah obat yang akan ku minum. di bukanya satu persatu dan di masukan ke mangkuk kecil.


"Ini obatnya sudah saya siapkan Bu. Ibu kan baru datang istirahat dulu.Nanti siang pas jam istirahat saya ke sini lagi antar makan siang"

__ADS_1


zaenal berbicara dengan lembut dan senyum yang tulus ke ibu ku. sehingga Ibu terlihat sangat menyukainya.


"iya, sekali lagi makasih kasep. besok Ibu biar yang masak. si kasep bisa agak santai ya"


Ibu mengusap kepalanya. aku tersenyum bahagia melihat mereka. ada perasaan haru bercampur sedih di benaku. kenapa tidak daru dulu Tuhan pertemukan kami. mungkin aku tidak akan merasakan penderitaan seperti kemarin.


Zaenal pamit untuk kembali bekerja. Dan setelah selesai makan, dan minum obat. aku dan ibu mengobrol. Di sela obrolan kami, ibu tak hentinya memuji Zaenal.


"Ya Allah,Raina.si zaenal itu sudah mah kasep, sopan, bageur(baik) kaya nya."


aku tersenyum mendengar semua pujian yang tertuju untuk zaenal.


"Iya ma. zaenal juga sering ngingetin bahkan ngajak Raina sholat.Ngaji juga suaranya merdu mah kalau lagi mengaji"


"Alhamdulillah Rai. semoga kamu berjodoh sama dia. mama setuju sekali."


Ibu menengadahkan tangan nya ke atas seolah berdoa. aku mengaminkan.karena memang sosok seperti itu yang aku harapkan. tak perlu kaya, asal setia, perhatian, tidak ringan tangan, Dan yang terpenting sholeh serta baik agamanya. agar nanti bisa membimbing aku dan anaku ke jalan surga.


...****************...


siang hari di jam istirahat, zaenal kembali.kali ini serelah mengucap salam dan mencium tangan ibuku dia langsung menuang kuah soto di mangkuk,dan nasi yang terpisah.


aku mengelus tangan Ibuku. Ibu tersenyum dan mengangguk kemudian beranjak mengambil wudhu.


selesai menyuapi, seperti biasa dia meminumkan ku obat. Dia memandangi wajahku dan sesekali mengusap rambutku. menyelipkan rambut yang terurai ke balik telingaku.Seulas senyum penuh kasih sayang mengembang di mulut nya. senyum nya seolah menjadi semangat untuku segera sembuh.


"Nak zaenal sudah sholat? "


Ibu yang baru selesai sholat menghampiri kami.


"Sudah tadi di mesjid yang ada di tempat kerja Bu."


kami bertiga kemudian mengobrol dan bercerita. Ibu menanyai zaenal tentang keluarganya..sesekali kami tertawa ketika, zaenal bercerita kisah pertemuan kami yang di awali rasa ketidaksukaanku pada nya. karna sifat juteknya.


"Nak.Jangan sakiti Raina ya, dia itu sudah banyak menyimpan kekecewaan dari orang yang bersama dia sebelum-sebelumnya."


Ibu mengusap tangan zaenal halus.


"insyaallah Bu. saya akan berusaha buat Raina bahagia. saya juga berjanji tidak akan meninggalkan dia, mengkhianati dia. saya berniat serius sama anak ibu. tapi beri saya waktu sampai saya pulang nanti,untuk membuktikannya. karena saya belum bercerita ke keluarga tentang ini"

__ADS_1


Zaenal menoleh ke arahku.Dan tak segan memegang tanganku di depan ibuku. Ibu tersenyum dan kembali mengusap-usap punggung zaenal.


"oh iya. aku pamit Bu. mau kembali kerja.nanti insyaallah aku izin agar tak terlalu malam ke sininya. Ibu mau di bawakan makanan apa? "


Dia melihat jam di tangan nya.


"gak usah bawa apa-apa nak. kamu ngurusin Raina selama ini ibu udah seneng banget"


zaenal mencium tangan ibu dan bergegas pergi ke tempat kerja,setelah mengucap salam. Dan di jawab oleh kami berdua.


...****************...


Malam hari nya benar saja dia kembali setelah isa.Dengan satu keresek,entah apa saja yang dia bawa. Ibu yang baru selesai sholat kemudian datang menghampiri.


"Ini bu. saya beli kan ibu martabak. karena saya gak tau mana yang di sukai. saya beli dua kotak, manis sama asin. ayo Bu di makan"


Dia menyodorkan ke ibu.


"masyaallah. banyak sekali nak. siapa yang habisin ini."


"Tak apa Bu. ayo di makan Bu. saya nyuapin dulu Raina"


Dia kemudian menuangkan satu mangkuk sop iga untuku dan menyuapiku. tapi aku memilih makan sendiri,agar dia bisa makan martabak bareng ibu ku.


"Nal. kalau masih banyak. aku minta tolong kasih icha ya"


aku meminta zaenal mengantar ke kost an icha yang kebetulan cuma terhalang tiga petak. zaenal pun mengangguk.


setelah mengantar Dia kembali menikmati martabak itu.


"oh iya Bu. besok aku kebetulan libur. ibu kalau mau belanja saya antar besok pagi."


"iya boleh Nak. makasih ya"


zaenal mengangguk.dan kemudian setelah agak larut dia pamit pulang.


"Aku pulang ya. cepet sembuh. nanti ta ajak nonton bioskop bareng ibu"


dia mengacak pucuk rambutku pelan. dan mengusap nya.

__ADS_1


aku mengangguk sambil senyum.


__ADS_2