Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
KENA PERANGKAP TEMAN BAB 45


__ADS_3

Hari ini aku dan bayiku sudah di izinkan pulang. kali ini suaminya mbak citra menjemput kami dengan mobilnya. sementara suamiku mengikuti dengan motornya di belakang.


Aku duduk di belakang bersama mbah dan mbak citra yang ikut menjemput sementasi Baby Girl ku di gendong Neneknya di depan.


sesampainya di rumah. para tetangga dan keluarga berdatangan untuk mengucap kan selamat dan ingin melihat Baby Girl kami.


"sudah ada nama yang cocok Nal? "


mbak citra bertanya sama suamiku.


"sudah mbak. jauh-jauh hari aku dan Raina sudah cari nama yang baik"


suamiku mengusap pipi gembul bayiku yang kini di pangkuanku.


"Oh ya. siapa tuh?"


sambil memandang wajah bayi ku.


"Quennara azalia"


Dia tersenyum sambil mencium pucuk kepala bayiku.


"waaahh bagus sekali namanya. artinya apa Neng? "


kali ini Dia bertanya padaku.


"artinya Ratu yang dilindungi allah mbak"


lalu semua mengaminkan.semoga Ratu di jiwa kami ini selalu dalam lindungan allah. sesuai nama yang kami berikan.


keesokan harinya kekuargaku dari Bandung datang menjenguk. kedua kakaknya tampak senang dengan kehadiran adik barunya. sampai tak mau jauh. di keloni terus siang dan malam hingga mereka balik lagi ke Bandung. karena mereka hanya izin tiga hari. sedang di perjalanan saja bolak -balik sudah hampir menghabiskan waktu satu hari satu malam. bahkan untuk acara syukuran sekaligus aqikah nya Queen pun mereka tak bisa menghadiri. tak apa lah yang terpenting doanya.


acara aqikah dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah Queen lahir. kata pak ustadz lebih cepat lebih baik. kebetulan uang tabungan kami masih mencukupi.sama seperti ketika acara tyjuh Bulanan hanya kerabat dan teman kerja suami yang di undang. juga para tetangga.


...****************...


Setelah selesai syukuran di gelar. suamiku setiap hari pulang kerja selalu berceloteh dengan Queen. Bayi yang baru genap satu bulan itu seolah telah mengerti jika di ajak bicara Ayahnya. dia tampak mengerucutkan mulut mungil nya kadang juga tersenyum.


"Yang. masa nifasmu masih berapa hari lagi sih? "


dia mulai mengelus pahaku saat aku menyusui Queen.


"sabar mas tinggal sepuluh hari lagi. masa gak bisa nahan sih"


dia menghela nafas.lalu beranjak memakai jaket.


"yaudah aku mau ngopi sama temanku ya"


aku mengangguk.


"bawa kunci mas. takutnya nanti aku dan Queen sudah tidur"

__ADS_1


Dia kemudian membawa kunci serep. dan melajukan motornya. aku melihat ponselnya ketinggalan di meja. sedangkan dia sudah jauh pergi. akhirnya aku menyimpan nya di samping bantalku.


Queen tampak tidur sangat nyenyak malam ini. tidak seperti malam -malam sebelumnya yang sering terbangun. tapi ketika aku terlelap aku di kejutkan dengan suara pesan masuk dari ponsel suamiku


aku melihat ponsel itu satu video dikirim seseorang di sana. aku membukanya dan begitu terkejutnya aku ketika melihatnya.


zaenal yang mabuk berat nampak tertawa dengan posisi berdiri. celana nya melorot hingga lututnya. nampak seorang wanita tanpa busana sedang mengulum benda tumpulnya.


"astagfirullah. mas"


air mataku mengalir deras melihat adegan menjijikan itu. suara erangan mereka terdengar jelas. kemudian kamera itu beralih ke **** ***** wanita itu suamiku memasukan jarinya dan memainkan nya hingga perempuan itu mengeluarkan suara menjijikan. lalu terdengar kembali.


"masukan anu mu mas. aku akan memberikan kenikmatan lebih"


lalu terdengar suara suamiku.


"tidak,aku punya istri di rumah dan tidak mau ketularan penyakit kelamin. aku hanya butuh isapanmu saja"


suaranya terdengar lemas. jelas sekali dia di pengaruhi minuman setan itu. aku yang sudah emosi kemudian menelpon nomor tersebut untuk menyuruh nya mengatar pulang suamiku.


"i iya mbak. maaf saya kira ponsel nya di pegang zaenal"


dengan suara tergagap dia menjawab. lalu menghapus video syur itu. untung aku bergegas menyimpan nya di galeri.


"Baj****an. kamu menjerumuskan suamiku dalam lubang nista. awas kau"


aku membentaknya. hingga Queen terbangun dan menangis mendengar suara teriakan ku.


semalaman aku menunggu zaenal pulang. tapi sampai subuh tidak ada yang mengantarkan.Kemudian saat aku selesai memandikan Queen dan menidurkan nya setelah ku susui dan terlelap. aku mendengar suara motornya.


kulihat penampilan nya yang acak-acakan. aku tak menyapanya sama sekali. rasa sesak masih terasa di dada saat mengingat video semalam yang di kirim teman nya. Dia masuk ke kamar dan saat hampir mencium Queen. aku mendorong tubuhnya.


"jangan sentuh Queen.bersihkn dulu seluruh badan mu dan najis yang menempel di badanmu yang penuh dosa itu"


air mataku meluncur deras dengan wajah merah penuh emosi. aku menggendong Queen menjauh darinya.


"maafkan aku Rai. temanku menjebaku. mencekokiku dengan minuman,hingga aku... akhhh"


dia mengacak rambutnya sambil menunduk.


"itulah makanya iman itu harus kuat. bergaul juga jangan sembarangan mas."


aku masih menangis sambil menggendong Queen.


"maaf kan aku Rai. tapi aku hanya memainkan nya.perempuan itu juga hanya membantu dengan menghisapnya saja. tidak dengan menidurinya Demi allah Rai"


aku menggeleng dengan senyuman sinis.


"tetap saja mas. itu juga termasuk zina. kenapa kamu tak meminta nya padaku. toh aku juga bisa melakukan itu kalau kamu minta"


Dia merangkul kakiku dan bersimpuh.terlihat goncangan tubuhnya dan tetesan air mata membasahi kakiku.

__ADS_1


"entahlah mas. aku butuh waktu untuk melupakan kejadian itu. besok aku akan pulang ke Bandung sama Queen untuk menenangkan diri. kalau aku bisa memaafkan mu aku akan kembali. tapi jika tidak kamu bersiap untuk bersedia menalaku mas"


aku berlalu pergi meninggalkan nya yang sedang menangis sambil bersimpuh. kemudian aku menemui Ibu mertua ku dan menceritakan kelakuan anaknya. lalu adik iparku menjemput mbah, nange untuk berunding. karena aku yang keukeuh mau pulang ke Bandung dengan usia Queen yang masih sangat bayi dan rentan dengan angin. apalagi perjalanan yang sangat jauh.


"Bughh. plak"


Nange memukul dan menampar zaenal berulang kali. hingga zaenal tersungkur. kemudian di lerai ayah dan Ramdan. tangisan mbah dan Ibu pecah seketika melihat emosi nange yang meluap tak tertahan.


"An***g. bikin malu keluarga. siapa yang mengajarimu seperti itu.Ba*****an."


semua kata kotor keluar dari mulut nange. zaenal hanya tertunduk di sudut ruangan. kemudian nange kembali berontak dan mencoba lepas dari pegangan Ayah dan Ramdan.


"Lebih baik ku habisi nyawamu dengan tanganku daripada kau berzina"


tangan nya meronta mencoba meraih samurai yang menghiasi dinding ruang tamu Ibu mertuaku. aku menangis sambil memeluk Queen. dan menutup telinga nya agar tak mendengar teriakan nange.


mbak citra yang mendengar teriak an nange sampai ke Rumahnya. segera berlari dan mengambil Queen dari pangkuanku. kemudian membawa nya ke kamarku.


"bicarakan sampai tuntas Neng Biar Queen aku yang jaga"


aku mengangguk. sambil mengucap terima kasih.


"Bunuh saja Nang. aku memang pantas mati. ayah dan suami macam apa aku.yang tega menodai sucinya Rumah tangga ini"


Dia menampar dirinya sendiri berulang kali. kemudian berdiri mengambil samurai yang tergantung. ayah segera merebut nya sebelum dia mengeluarkan samurai itu dari bungkusnya.


teriakan histeris keluar dari mulut mertua dan mbah. yang diiringi tangisan. aku yang sebenarnya di lubuk hati masih sangat menyayangi nya. spontan berlari ke arahnya dan memeluk nya.


Dia memeluk tubuhku semakin erat. dengan tangisan yang mengguncang kan tubuhnya. akupun membalas pelukan nya semakin erat. dan menangis sekencang-kencang nya.


"Aku tak sanggup jika harus jauh dari kamu dan Queen. maafkan kekhilafan ku Rai. aku janji tak kan mengulangi nya lagi"


aku mengangguk dan masih memeluk nya erat. sampai tangisan kami sama-sama reda dan saling melepaskan pelukan.


aku memudian menuntun nya untuk duduk di kursi. dan mengepal tangan nya erat.


Nange dengan nafas yang masih terenggah. kemudian kembali berbicara. kali ini dengan suara yang agak lemah.


"Cam kan kata-kataku zaenal. kali ini karena istrimu sudah memaafkanmu.akupun bisa memaafkan kekhilafan mu. tapi lain kali sekali lagi kau berbuat. aku tidak akan melihat istrimu lagi. aku habisi nyawamu"


kami semua terdiam dalam hening tak ada satupun yang mampu berkata -kata jika Nange sudah marah.


setelah itu kami semua pulang ke Rumah masing-masing. begitupun dengan mbak Citra.


aku masuk ke kamarku. kali ini aku memindahkan tempat tidur Queen menjadi di tengah.


"maaf mas, untuk sementara kamu tidur di sisi sana"


aku menunjuk satu sisi yang terhalang Queen denganku.


"baiklah Rai. aku mengerti tak mudah untuk langsung melupakan nya"

__ADS_1


dia kemudian tidur membelakangiku dan Queen. airmataku masih mengalir melihat punggung nya yang membelakangiku. tapi aku tahan suara nya agar dia tak mendengarnya. tapi aku yakin Dia pun tak tidur. aku memeluk Queen dengan sebelah tanganku dan menepuk nya pelan.hingga aku tertidur.


__ADS_2