Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
HILANG DAN DATANG Bab 23


__ADS_3

acara tahlilan Tujuh hari meninggal nya Surya sudah selesai.masih saja ada rasa tidak percaya. tubuhku terasa di tikam seketika. Bagaimana tidak Dokter memvonis DBD tetapi tanpa gejala awal. tiba-tiba begitu saja merenggut Buah kebahagiaan ku.


"ini sudah takdir dan ketentuan dari yang kuasa Rai. ikhlas lah.insyaallah Surga untuknya. Dan insyaallah syurga juga untukmu. kamu telah merawat dan menjadikan nya anak yang sholeh dan taat agama. Dia juga meninggal dalam keadaan suci, di hari yang suci pula. Dia membawa bekal amal yang teramat banyak pahalanya. puasanya full satu bulan,Dan itu didikan kamu, Rai"


Bu tika dan Semua keluarga menyemangatiku.Aku mengusap air mataku dan mengulas senyum.Ibu merangkulku dan berkata.


"kamu harus tetap semangat jalani hidup. masih ada anak-anak mu yang lain Rai, selama ini kamu sudah kuat menjalani semua ujian hidupmu,bahkan sampai di titik ini. ingat Rai, allah tidak akan memberikan ujian kepada umat nya melewati batas kemampuan nya"


aku mengangguk pelan. setelah ini aku akan lebih semangat bekerja. semangat berdoa dan beribadah karena allah, agar kelak bisa berjumpa kembali dengan surya di syurga. masih ada anak-anaku yang Dua dan keluarga yang teramat menyayangi ku. yang harus kuperjuangkan juga kebahagiaan nya.


setelah acara Empat puluh harinya. aku memutuskan untuk tinggal di mes yang disediakan di Rumah makan tempat ku bekerja. meskipun awalnya Bu tika tak mengijinkan. tapi aku tetap memaksa.terlalu banyak kenangan bersama surya di rumah itu. tapi aku berjanji untuk selalu mengunjungi nya jika ada waktu libur. Dan berziarah ke makam surya.


...****************...


Satu tahun sudah tak terasa setelah kepergian nya. Bukan melupakan tapi lebih ke rasa ikhlas hingga duka dan air mata sudah jarang keluar jika mengingatnya. namun foto dan semua kenangan semasa hidup nya masih ku simpan rapat di dalam hati. Bahkan setiap sholat tak pernah terlewati mengirimnya Doa.


tepat satu tahun aku memposting foto-foto kebersamaan ku dengan Surya di aplikasi Biru. ku bubuhi kata-kata


"satu tahun sudah kepergian mu ke pangkuan illahi Nak, sekarang ibu sudah ikhlas. hanya foto ini yang bisa ibu pandangi dan belai"


Banyak komenan yang hanya ku tanggapi dengan emoticon senyum. ada satu notifikasi pesan masuk di aplikasi pesan pribadi yang tertaut dengan aplikasi biru itu.


[itu anaknya yang dulu sering di upload kan teh. sudah meninggal ya. turut berduka ya teh. semoga husnul khotimah]


aku hanya menjawab dengan kata aamiin dan terimakasih.


[oh iya teh. hari lebaran kemarin aku ketemu zaenal.lalu aku bercerita kalau aku berteman di aplikasi Biru sama teteh]


dia kembali membalas.


[oh begitu, nanti kalau ketemu lagi. salam ya buat zaenal,istri dan anaknya]


Dia hanya membalas dengan emoticon tertawa.


[lho kok ketawa mas? ]


aku terheran dengan balasan nya.


[istri dan anak dari mana Teh. Dia sampai sekarang belum beristri apalagi anak. siapa yang bilang teh? Dia masih membujang]


aku kaget dengan jawaban nya. lalu apa yang aku lihat di aplikasi waktu itu siapa.


aku tak menjawab apapun lagi. tapi dia terus mencehcarku dengan pesan-pesan nya.


[ini aku kirim Nomber aplikasi Hijaunya. agar teteh bisa videocall dan tau kebenaran nya]


Aku menyimpan nombernya di kolom kontak. tapi masih belum niat untuk menghubunginya. aku masih belum tahu kebenaran nya, karena jelas waktu aku mengabari keluarga nya aku mengandung Bapaknya bilang akan dinikahkan dan sudah dalam keadaan hamil juga.


makanya aku yakin dengan foto dan video yang dia posting di akun punya nya.


Hampir setiap hari orang yang mengaku temannya zaenal itu menghubungiku dan meminta nomberku.tapi aku memilih berkomunikasi lewat aplikasi itu saja dan tak memberikan nomor pribadiku. apalagi dia laki-laki.


sampai suatu hari dia mengirim sebuah video.di situ terlihat jelas dia dan beberapa orang teman nya sedang nongkrong di sebuah warung kopi. nampak beberapa cangkir kopi dan snack tersaji di meja. hingga kamera tertuju pada satu sosok yang ku kenal.

__ADS_1


[Itu zaenal ya? kok gemukan ya]


aku membalas video kirimannya dengan pesan.


[Iya. zaenal. makanya sini Nomor nya. mumpung lagi kumpul nih. masa cuma sekedar saling sapa ajah ribet sih]


dia membalas dengan kata-kata yang seperti nya agak sedikit kesal. karena aku yang tak memberikan nomorku meskipun dia berulang kali meminta.


akhirnya aku mengalah dan memberikan nomorku. tak berapa lama ponselku berdering. nampak sebuah panggilan video call di sana. kemudian aku mengusap tombol hijau nya. Dan layarpun terbuka.


"assalamualaikum. Apa kabar teh"


nampak seorang mengenakan topi di layar ponsel.


"waalaikumsalam, alhamdulillah sehat "


aku menjawabnya sambil tersenyum. kemudian dia mengarahkan kameranya ke arah zaenal. zaenal menoleh ke arah kamera dan terlihat raut muka yang terkejut. sama sepertiku.


"ka.. kamu, Raina? "


dengan terbata-bata Dan tak berkedip menatapku di balik layar ponsel.


"iya, aku Raina, apakabar Nal?istri dan anakmu juga apa kabar? "


"Ha. ha.ha. istri dan anak yang mana Rai. wong istriku ini ko.yang lagi video call. kamu kan yang udah nikah lagi. dan punya anak laki."


Dia tertawa dengan nada yang di paksakan. seolah menyimpan kekecewaan terhadapku. aku menggeleng.


"Aku belum menikah lagi Nal. Dan anak itu... "


"ya udah Rai. udah malam juga.aku mau pulang. lanjut nanti.aku save nomormu ya"


aku mengangguk dan kemudian mengucap salam sebelum mengakhiri obrolan itu.


setelah itu ada nomor baru masuk ke aplikasi hijau ku.


[assalamualaikum, Raina. save no ku ya. zaenal]


pesan masuk dari aplikasi tersebut.


[waalaikumsalam, iya aku save ya Nal]


aku kemudian membalasnya.


mataku tak bisa di pejamkan.tak ada rasa kantuk setelah videocall tadi. rasa tak percaya aku bisa bertemu lagi dengan nya lewat akun salah satu teman nya. dan masih mengganjal di benaku tentang status sebenarnya. apakah benar dia belum beristri sampai saat ini atau seperti laki-laki kebanyakan lain nya. yang selalu mengaku single saat di luar.


Tring..


tiba-tiba ada notifikasi chat di ponselku. aku pun kemudian membukanya.


[hayoo. belum tidur ya Rai. jam segini masih online. gak kelon sama suami mu]


aku terkekeh sendiri.

__ADS_1


[suami dari mana? demi allah aku gk bersuami. kamu kali sono yang kelonin istri ma anakmu. punya istri cantik dan anak cantik juga. masih ajh ngaku belum nikah]


Kemudian layar ponsel beralih ke panggilan video. aku diam kan saja kali ini.


[tuh kan.kamu takut suamimu tau kan. buktinya panggilan video ku gak kamu angkat]


Kemudian aku melakukan panggilan balik. dan dia mengangkat nya. kami bertemu pandang setelah saling mengucap salam. hampir tujuh tahun kami tak pernah saling bertatap muka. selain tak saling memiliki nomor. dulu juga belum ada aplikasi videocall seperti sekarang. dan juga karena asumsi kami yang mengira sudah sama-sama menikah.


"Nih... mana anak dan istriku. ini masih kamar ku yang dulu. tempat aku berfoto-foto dan ku kirim kamu dulu"


dia mengedarkan kameranya ke sekeliling kamar.


"Aku gak sengaja lihat IG mu Nal. trus aku lihat-lihat foto dan video nya. ada perempuan muda yang cantik. dan satu video anak kecil yang sedang belajar jalan"


"Ha. ha. ha. ha. "


dia kemudian tertawa lagi.


"lho ko malah ketawa Nal. Zaenal"


aku terheran di buatnya.


"itu adik sepupuku Rai. anak adek nya ibu ku. Dan anak kecil itu anak dari sepupuku juga. Aku gak pernah menikah Rai. sampai saat ini."


aku mengernyitkan dahi.


teringat dulu ketika bapak nya bilang zaenal menghamili anak orang dan akan di nikahkan pula. makanya aku di suruh menggugurkan kandungan ku dulu ketika minta pertanggungjawaban.


" lalu. mana anak laki yang biasa ada di foto-foto kamu Rai. anak siapa itu?"


Dia balik bertanya.


"Anakmu Nal. anak kita. tapi sudah satu tahun yang lalu dia meninggal.tepat di hari idulfitri tahun lalu"


aku menunduk dan kemudian menengadah menghadap langit-langit untuk menghalau air mata yang hampir tumpah.


"Bohong. kamu Bohong Raina."


Dia berbicara dengan nada agak tinggi.


"Apa pantas hal seperti ini aku buat untuk bahan bercandaan atau berbohong Nal? "


aku menatap wajahnya dengan air mata yang tiba-tiba meluncur.


"Tapi kenapa kamu tak mencariku Rai. aku kira kamu sudah melupakan aku dan menikah dengan orang lain. setelah aku kehilangan nomer mu. aku mencoba mencari mu di akun lain. tapi pas ku temui salahsatu akun mu aku lihat banyak foto mu dan anak laki-laki itu"


aku lihat raut muka sedih dan menyes di wajahnya.


"aku sudah berusaha mengirim surat memberitahu kehamilan ku Nal. tapi tiba-tiba bapakmu menghubungi ku. dan menyuruhku untuk menggugurkan nya. katanya kamu juga menghamili anak orang dan akan di nikahkan segera"


Dia mengusap kasar wajah dan rambutnya.


"Ya allah. Rai... aku tak tau.sumpah.tak ada yang memberi tahu ku. tentang surat mu atau pun telepon dari mu. aku bekerja ke luar kota selama ini Rai. baru menjelang lebaran ini aku pulang kampung"

__ADS_1


akhirnya kami saling bercerita tentang kebenaran nya. dan pasrah. mungkin ini takdir dari tuhan. dan kami sama-sama larut dalam tangisan.


__ADS_2