
Setelah kami menikmati sarapan dan berjalan -jalan sebentar di Alun-alun kota. kemudian melanjutkan perjalanan ke Rumahku yang sudah hampir dekat.
aku memutuskan yang mengendarai mobil ku kali ini. suamiku memangku Queen di sampingku. jalan yang di lalui memang jalan provinsi bisa di bilang jalur perkotaan bis dari luar kota juga melewati jalan ke Rumahku. hanya saja jalan nya agak berbelok-belok sehingga aku yang sudah hapal kondisi jalanan nya memutuskan mengemudikan sendiri.
"Teteh ta kirain gak bisa bawa mobil? "
Nurul meletakan dagunya di kursi bagian samping yang dekat kepalaku.
aku terseyum melihat dari kaca.
"Aku yang ajarin dong"
suamiku menepuk dada nya bangga. aku mencibir.
"iya deh iyaaa, suamiku Guruku dalam segala Hal"
suamiku melihat ponsel nya.
"Yang, Ibu mu mengirim pesan"
aku melirik dengan ujung mataku sambil fokus kembali menyetir.
"apa katanya Yang? "
dia kemudian membaca kan pesan nya.
"nanya sudah sampai mana"
aku memberikan ponselku ke suamiku..
"coba video call Yang"
kemudian suamiku mencoba memanggil lewat panggilan video. tapi tak di angkatnya.
"gak ada jawaban Yang, mungkin sedang sibuk di dapur"
aku mengangguk sambil tetap fokus ke jalan.
"aku udah bales tapi. aku bilang Dua puluh menitan lagi sampai"
aku memutar setir ke arah menuju Kota.
"kita beli Batagor Bandung Dulu sama Tahu lembang Yang. kalau kesiangan malah Antri banget"
Suamiku menggeleng kan kepala nya. sambil berdecak.
"ck... selalu kalau pulang Batagor yang Ini. kaya gak ada tukang Batagor yang lain"
aku menjulurkan lidahku ke arahnya. sambil memarkirkan mobil di area parkir.
"kalian tunggu aja di mobil. aku gak lama kok. tuh lihat belum ada yang antri"
aku menunjuk ke arah kedai sambil membuka pintu mobil lalu berlari masuk ke dalam. tak berapa lama aku sudah kembali dengan beberapa kotak Batagor Dan Tahu Bandung mentah. karena aku rencana nya akan menggoreng nya nanti di Rumah, biar lebih enak di makan dalam keadaan panas.
aku bergegas kembali memegang kemudi. sambil memberikan belanjaan ku ke Nurul.
sesampainya di kampung ku. aku memarkir kan mobil di pinggir jalan, dan ku titip ke tetangga. karena Rumahku memang posisi nya terhalang satu Rumah ke jalan Raya. tapi trotoarnya cukup besar. dan cukup untuk satu mobil.
__ADS_1
"Ehhh Raina, ya?aduhhh meni jadi geulis"
(eh Raina ya? aduh kok jadi cantik)
tetanggaku yang sedang menyapu di halaman Rumahnya menyapaku dengan bahasa sunda. lalu kami menyalaminya.
"muhun alhamdulillah , punten"
(iya ,alhamdulillah, permisi)
lalu aku membalasnya kembali dengan bahasa yang sama. dia mencuil Queen yang du gendong suamiku.
"uluh ini suaminya? makin gemuk mas, ini si dede nya juga cantik udah gede"
Suamiku kemudian mengangguk sambil agak membungkukan badan dan mengikutiku menuju Rumah.
aku membuka pintu pagar. Nampak pintu Rumah sudah terbuka dan dari luar terlihat Ibu sedang menata makanan di meja Tamu.
"assalamualaikum, mamaaa"
"wa alaikum salam"
kami langsung berpelukan,adiku keluar dari kamar nya sudah memakai seragam kerja nya.
aku celingukan melihat ke dalam.
"anak-anak ku kemana. ma? "
"Si kakak masih tidur habis lembur. si adek udah berangkat sekolah tadi nungguin tapi takut kesiangan akhirnya berangkat"
Ibu menjawab lalu menyalami dan mempersilakan keluarga mas zaenal masuk. aku langsung membawa semua oleh-0leh ke dapur dan menyimpan nya di atas meja makan.
lalu kembali ke luar dan menutup pintunya.
"Kakak.. Queen mau ke kakak"
Queen turun dari pangkuan Ibuku dan menuju ke kamar, aku mencegahnya.
"kakak baru tidur, pulang kerja nya malem banget.. nanti kalau udah bangun Ya? "
aku memeluknya dan menggendong nya.
"ma, kami mungkin cuma Tiga hari di sini, rencana nya besok lusa mau ziarah ke makan Almarhum Surya,dan menginap beberapa hari di Rumah Bu Tika"
Ibu mengangguk sambil tersenyum dan mengusap bahuku.
"Iya tak apa, yang penting Queen ketemu dulu sama, oma, tante,kak chila dan kak cia ya?"
Ibu kembali mengusap kepala Queen.
"sekarang silahkan istirahat. maaf kamar tamu nya cuma satu"
Ibu mempersilakan yang lain untuk beristirahat. untung nya kami punya kamar kosong satu, biasanya di pakai untuk sholat berjamaah, tapi jika ada tamu kami memasang kasur Busa besar di situ. dan ada kasur cadangan juga yang bisa di Gelar. Ibu juga sudah menyiapkan beberapa Bantal dan selimut.
"Queen mau bobo sama Kak chila"
Queen merengek dan minta di antar ke kamar kakaknya. aku menurutinya daripada makin rewel. dia langsung naik kasur dab memeluk kakak sulung nya. benar saja dia langsung tertidur pulas di samping kakak nya sambil tangan nya memeluk leher kakaknya.
__ADS_1
aku tersenyum sambil meninggalkan nya.
"Queen mana Yang? "
suamiku menanyakan anak bungsu nya.
"Tidur di samping kakak nya"
Dia menggeleng sambil menyala kan Tv dan berbaring di kasur lantai yang berada di depab lemari Tv. aku kemudian menghampiri Ibuku yang sedang sibuk di dapur.
"maa, gak usah masak sekarang, kami sudah sarapan tadi. itu juga Raina beli Batagor banyak, nanti kalau bangun tinggal di angetin. masak nanti buat makan siang aja"
dia tersenyum sambil mengangguk.
"iya ini juga buat nanti makan siang. nasi sudah penuh di penghangat nasi, lauknya udah di kulkas tinggal ngangetin doang, ikan sama ayam tinggal goreng udah di ungkeb bumbu. tahi yang kamu bawa juga tinggal goreng, sambel tinggal ngulek"
Dia mengabsen semuanya dengan detail. aku mengacungkan jempol ku. sambil mencium kedua pipinya. dan berlari kecil mendekati suamiku yang mulai ngorok di depan tv. aku menyusup ke dadanya. dia memeluku dan aku pun tertidur di pelukan nya.
Saat waktu sholat dzuhur kami terbangun, dan segera membangunkan yang lain untuk segera mandi dan sholat, kemudian makan siang dengan menu khas kampung yang Ibuku sediakan. saat sore hari selepas ashar kami berkumpul di teras Rumah menikmati Batagor dan Tahu goreng yang masih mengepul.
Chila dan cia tampak bermain dengan Queen.sesekali chia menyuapi adiknya.wajah kerinduan dari sorotan mata ketiga kakak beradik itu terlihat jelas.dari suara tawa Mereka juga terlihat rona bahagia. aku mengucap syukur kepada Tuhan meskipun mereka berbeda Ayah biologis nya tetapi mereka sangat akur jika bertemu dan semoga sampai mereka tua nanti.
para tetangga dekat Rumah juga ikut bergabung, saling berbincang dan berbafi cerita dengan kami. saling mencicipi juga oleh-0leh yang kami bawa dari kampung suamiku. aku juga membungkuskan sebagian untuk mereka bawa pulang.
Tiga hari di Rumah Ibuku cukup mengobati Rasa kangen aku Dan Queen pada Keluarga ku. cukup juga aku ajak keluarga suamiku jalan-jalan ke tempat-tempat wisata di sana.
Esok Harinya kami pamit untuk menuju Rumah Bu Tika,rencana nya memang aku dan suami akan Ziarah ke makam nya Surya. perjalanan sekitar Dua jam an menuju ke sana. aku juga kali ini yang memutuskan mengemudikan mobil nya. Suamiku juga soalnya belum pernah aku ajak ke Rumah Bu Tika sebelumnya.
sesampainya di sana kami di sambut Ramah Oleh Beliau.
"Ini, Ibu angkatku"
aku mengenalkan Bu Tika kepada keluarga suamiku. kebetulan saat aku menikah belum sempat aku mengenalkan nya. selain itu juga aku belum menceritakan perihal Surya kepada mereka. hanya suami saja yang tau.
Saat selesai makan malam Barulah aku Dan suami menceritakan semuanya ke keluarga.Ada Raut wajah kaget,sedih,dan bahagia bercampur jadi satu kala cerita Rahasia yang bertahun -tahun kami pendam akhirnya terkuak.
Dan keesokan harinya kami pergi ke makam Surya. air mataku mengalir tiada henti saat melihat kedua makam anak kembarku. aku hanya menyematkan Doa disetiap sujudku. namun tahun-tahun belakangan ini jarak yang jadi hambatan untuku,sehingga jarang menziarahi makam nya.
Aku Dan Suami membacakan Al Quran di atas pusaranya. menaburi nya bermacam Bunga dan menyiraminya dengan Air. sebelum beranjak pergi aku menciumi pusaranya dengan Air mata yang tak hentinya mengalir.
"mama, itu siapa? "
Queen menunjuk ke makam kakaknya.
"Ini kakak-kakaknya Queen juga. mereka sudah di sisi allah, sudah tidur di dalam sana"
Dia memanyunkan mulutnya sambil menekan nya dengan jari telunjuk nya. matanya memutar-mutar ke atas.
"Queen tidak mengerti"
Ayahnya mengacak pucuk kepalanya.
"Nanti kalau Queen udah besar juga ngerti. yang penting sekarang Queen Doakan Kakak-kakak nya yang terbaik Ya. Queen juga harus pinter ngaji, sholat biar nanti bisa ketemu mereka dan kita bersama-sama di Surga"
Queen mengangguk meskipun belum sepenuhnya mengerti tentang apa yang orang dewasa bicarakan.
"Queen pulang dulu ya Kakak? "
__ADS_1
Queen mengusap kedua pusara itu dan mencium nya lalu pamit pulang.