
esok pagi steven berpamitan untuk joging di sekitaran desa. aku dan suami mengingat kan agar jangan terlalu jauh.
saat sampai perempatan jalan menuju keluar desa. dia berpapasan dengan Kiki. motor nya terperosok ke selokan kecil karena kaget melihat steven.dia mengira itu zaenal suamiku. Steven menolong nya.
"heyyy.. tunggu saya seperti nya pernah melihat anda"
Steven mengingat -ingat di mana pernah melihat kiki.
"ohhh iya di ponsel kakak kembaran ku"
kiki langsung terkejut dan menutup mulutnya.
"ka... kamu bukan zaenal? "
steven tersenyum sambil memapah kiki ke trotoar dan mendudukan nya di situ.
"aku steven,,adik kembar nya zaenal"
steven mengarahkan tangan kanan nya ke hadapan kiki.
"kamu Kiki kan? yang kirim photo ke kakaku zaenal"
wajah kiki memerah sambil tertunduk.
"ada yang luka? "
Steven meneliti setiap tubuh kiki.
"gak ada,,gak apa-apa kok. makasih ya sudah nolongin saya"
kiki berdiri sambil mengambil motornya dan menaikinya lalu berlalu dari hadapan steven.
steven mematung sambil mengangkat kedua bahunya. lalu kembali melanjutkan aktivitas nya.
sampai di rumah Steven langsung membersihkan diri dan bergabung di meja makan untuk sarapan.
"stev,mau aku buatkan kopi,teh atau susu? "
aku menawarkan minuman hangat. karena dia memilih Roti untuk sarapan nya. berbeda dengan kami yang langsung ke nasi.
"susu coklat boleh. thanks ya mbak"
aku mengangguk lalu membuatkan nya susu coklat hangat.
setelah selesai aku menyimpan di depan piring nya.
"Nal, aku tadi ketemu Kiki yang ada di ponsel mu. Dia jatuh dari motornya pas lihat aku. dia kira mungkin aku itu kamu"
kami memandang serempak tanpa berkedip kearah nya.
"terusss?"
aku dan suami kompak menanyakan kelanjutan cerita nya.
"aku mengajaknya kenalan. tapi dia malah pergi tanpa melihatku lagi"
kami menyandarkan tubuh kami lemas di kursi. kami mengira kiki akan tergoda dan menyukai Steven.
"tapiiii kalau aku pikir-pikir lucu juga itu anak. meskipun badan nya agak kecil dan tidak berisi. daripada dia goda kamu terus Nal. mending sama aku yang belum punya pasangan lagi"
Uhuk... uhuk
suamiku tersedak sambil mengacungkan jempolnya.
"aku dukung stev.. aku ada nomornya kamu bisa lakukan pendekatan dulu. "
__ADS_1
steven mengangguk dengan semangat. aku tersenyum sambil menutup mulutku. dan menatap wajah steven yang senyam senyum sendiri.
setelah suamiku kirim nomor nya kiki. terlihat dia asik dengan ponsel nya.. sesekali juga terlihat senyam senyum sendiri. aku lalu mengantar Queen ke sekolah setelah sekian lama libur dan ketinggalan pelajaran.
saat suamiku pamit mengantar kami ke sekolahan Queen pun dia hanya mengiyakan dengan mata tetap pada ponsel nya. Queen mencium kedua pipi uncle nya yang tetap fokus ke layar ponselnya.
"dadaaaa uncle"
Queen melambaikan tangan ke uncle nya. dia hanya melihat dan melambaikan tangan nya lalu kembali ke layar ponsel nya.
saat aku dan suami masih di perjalanan pulang mengantar Queen,tiba-tiba ponsel suamiku berdering.
"yess stev?"
lalu terdengar suara steven di situ.
"mobil mu aku pinjam Ya?aku mau antar Kiki ke suatu tempat"
suamiku menoleh kearahku sambil melongo.
"what,, sepagi ini steve? "
"no...after she taught this afternoon"
dia lalu menjawab kembali. suamiku tersenyum ke arahku.. aku menutup mulutku menahan tawa yang hampir pecah.
"oh...oke,But after I picked up my Queen.. o key? "
suamiku lalu membalas kembali omongan nya.
"oke, oke Nal"
lalu steven memutuskan panggilan nya dari sana.
"sekilat ini ya Yang? cinta itu memang susah di tebak.. hahaha"
aku mengangguk sambil menghela nafas lega. berharap mereka bisa bersatu agar kiki juga bisa melupakan suamiku secepatnya. semoga juga steven bisa menggantikan posisi suamiku di hati kiki,dengan wajah yang sama meskipun karakternya tidak sepenuhnya sama.
Kami sampai di rumah. tampak steven sudah santai di teras.
"catch...Brother... "
suamiku melempar kunci mobil ke arahnya yang masih mantengin ponsel nya.
"huuup"
Dia terkejut tapi tangan nya reflek menyambar kunci itu. suamiku tertawa sambil menepuk pundaknya lalu masuk ke dalam Rumah.. di susul aku yang tertawa di samping nya.
"hahaha,, cie cie yang mau janji ketemuan"
aku meledeknya sembari masuk ke dalam. sebelumnya aku sempat mengintip percakapan di ponsel nya. ternyata steven sama Romantis nya dengan Suamiku dulu yang tak pernah menyebut nama dan selalu menggantikan dengan panggilan sayang.
"syukur lah Yang. kalau mereka jadian aku ikut senang malah. akhirnya saudara ku bisa dapat calon istri lagi"
suamiku berkata saat aku menceritakan isi percakapan mereka yang tak sengaja terintip sekilas tadi.
"iya mas, kasihan juga kiki. penantian nya semoga bisa terganti dengan adikmu yang benar -benar mirip dengan mu"
Saat jam pulang Queen aku memutuskan menjemput Queen sendirian pake motor. agar mobil nya bisa di pake steven berkencan.
sepulang Queen sekolah steven sudah tampak gagah. penampilan nya sama persis dengan suamiku. dia lebih suka memakai Kaos berkerah yang ngepas di badan, dengan celana pendek di atas lutut dan sepatu santai tanpa tali berbahan kain. hanya bedanya stev lebih suka memakai kaca mata hitam kemanapun dia pergi.
"sudah mau pergi stev? "
aku menuntun Queen masuk Rumah.
__ADS_1
"iya.. sini Queen. uncle kiss sebelum pergi"
Dia menarik badan ponakan nya sambil mencium kedua pipi nya. Queen cemberut sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada.
"hemmmh, sebel Queen sama uncle"
sambil menghembuskan nafas kasar dan memalingkan muka nya.
"hahaha.My Queen jealous"
Queen masuk kedalam sambil menghentakan kedua kakinya.. aku sontak tertawa sambil menyusul nya ke dalam.
"mbak,, I leave"
steven berteriak dari luar dan terdengar suara mesin mobil dan bantingan pintu mobilku.
"Okey, be careful and succes for your dating"
aku kembali membalas nya dengan teriakan. Queen berlari ke arah pintu keluar.
"I hate uncle"
dia menyembulkan kepalanya di ambang pintu sambil berteriak dan menjulurkan lidah nya.
steve membalas dengan mencibirkan bibir nya..sambil berlalu dan memencet klakson mobil.
Queen kembali masuk dan merangkul ayahnya yang baru keluar dari kamar. lalu menangis.
"heyyy,, Cantiknya Ayah kenapa? "
sambil mengangkat ke pangkuan nya lalu berjalan ke arah teras. aku terkekeh sambil membawa buah-buahan potong dan Garpu.
"hihihi.. ada Yang cemburu sama uncle nya tuh Ayah"
aku mendekat ke arah suamiku yang berdiri di ambang pintu garasi. aku kemudian menyuapi suamiku buah.
"isssh, Queen gak boleh Gitu. kan ayah sering bilang kalau kita harus berbagi dalam hal apapun. gak boleh apa pun merasa milik kita sendiri"
aku mengelus rambut Queen yang masih bersandar di bahu ayahnya.
"tutup pintu garasinya Yang, kita jalan-jalan ke warung dekat Rumah mbah. Queen mau ice cream kan? "
Queen mengangguk.aku menutup pintu garasi sambil titip pesan ke anak buahku untuk menutup pintu Rumahku. aku menyusul suamiku yang menggendong anaknya lalu melingkarkan tanganku di lengan nya.
"Aduuhh kenapa di gendong si cantik"
tetangga depan Rumah menyapa kami.
"Iya Bu, lagi manja.. mariii"
aku tersenyum sambil mengangguk ke arahnya. kami memang jarang keluar Rumah. terutama berjalan kaki. meskipun hanya sekadar ke Rumah mbah yang jaraknya hanya beberapa meter saja.
hampir semua tetangga menyapa.. begitu juga yang punya warung.
"awakmu tuambah lemu Nal wes duwe bojo"
sambil memijit pundak suamiku.
"iyo Bukde. alhamdulillah bojoku pinter urus awaku"
aku tersipu saat suamiku memujiku di depan orang banyak.
"pintere cah, sampean cari bojo. ayune ngene ko"
Ibu yang satunya, menjawil daguku sambil memeluk ku. aku hanya tersenyum dan menundukkan kepalaku menyembunyikan wajahku yang memerah karena pujian mereka.
__ADS_1