Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
tempat baru Bab 8


__ADS_3

Tempat kerja baru, bos baru, teman baru, suasana yang baru pula. tapi dengan kata Bismillah.aku memulai lagi semua dari awal. semoga di tempat ini juga aku bisa melupakan semua tentang felix.


"teh. ini kan semua makanan nya frozen. dan sebagian besar juga sudah di masak Bu Fitri(bosku) di rumah. kita hanya tinggal menghangatkan saja di kukusan"


jelasnya. sambil mengajariku menata makanan di dandang.


"tapi. ini apinya tidak boleh sampai mati ya teg. tidak boleh besar juga. keciiiilll banget"


dia memicingkan matanya pas bilang kecil. membuatku menahan tawa. anaknya juga lucu kalau ngomong. dengan logat jawa nya yang medok. membuat aku sering tertawa kalau dia sedang cerita.


Tidak butuh waktu yang lama untuk Marni mengajariku. beberapa hari saja aku sudah bisa mengerjakan nya sendiri.


bahkan aku yang mudah bergaul. cepat sekali beradaptasi dan punya teman di sana. karna setiap hari kalau tidak ada pembeli .kami berkumpul di satu meja, walaupun hanya sekedar untuk ngobrol dan bercerita.


pas ada pembeli barulah berlari ke tempat.hanya ada satu orang yang tidak pernah berbaur.orang nya jutek. jarang ngomong. kerjanya hanya duduk di dalam kedai saja. sekali keluarpun hanya untuk mengantar pesanan atau mengelap meja.


"mar, anak itu kok jarang gabung ya. kenapa bisu ya mar. gk pernah aku dengar dia ngomong juga!? "


aku agak berbisik ke marni.


"ih, si teteh kok gitu. ndak bisu teteh. orang nya memang jutek. jarang ngomong juga. sawang (lihat) leh. mulutnya mecucuuu(cemberut)."


marni memperagakan mulutnya. sontak aku tertawa di buatnya.


"teteh mau ta kenalin. dia masih satu kampung sama aku. tapi beda kecamatan. namanya zaenal teh"

__ADS_1


"ihh. ogah.. ngapain kenal sama orang jutek.yang ada makan ati aku. d cuekin mulu"


aku bergidik..dan marni ketawa.


"ndak boleh gitu teh. nanti malah jodoh. biasanya yang awalnya benci suka jadi cinta"


dia berdiri,kembali ke kedai sambil tertawa mengejeku. aku menyusulnya sambil ku tepuk jidatnya.


"aww.. teteh ih.. ta salamin lho besok. sakit tau."


sambil mengusap jidatnya yang kena tepukanku. aku menghujaninya dengan kelitikan di pinggangnya..aku memang suka menggodanya.. aku suka ketawanya yang renyah dan bicaranya yang lucu.. sehingga aku dengan waktu yang singkat, bisa melupakan semua tentang felix.


foodcorner selalu rame pengunjung biasanya di waktu sore.banyak orang hanya sekadar melihat-lihat barang di mall,lalu mampir untuk menikmati makan, atau pun setelah belanja.


aku melihat zaenal.yang kerja di kedai bakso.membereskan mangkuk dan gelas di meja dekat kedaiku. tak ada senyum mengembang sama sekali di bibir nya. menolehpun tidak.


"huuh. bagaimana dia melayani pelanggan?dengan muka jutek begitu. tapi kedainya selalu paling rame di antara yang lain!"


aku berbisik ke marni. sambil mata masih tertuju pada si jutek.


"ya, ke pelanggan ndak begitu mungkin.tapi kalau udah kenal.ndak begitu jutek ko teh. nanti teteh juga tau."


marni balik berbisik ke padaku.


"masaaaa.. aku blm yakin tuh.kalau belum ada bukti. soalnya aku lihat. sama kamu juga yang sudah kenal. begitu-begitu saja"

__ADS_1


Marni kembali menoleh ke arahku.


"yeee, gak percayaan.besok ta kenalin langsung yo.teteh berangkat pagian. aku tunggu di tangga situ."


sambil menunjuk tangga,sebelah kedai bakso si jutek.


"okeh. siapa takut. tapi jangan mengada-ngada .seolah aku yang antusias sama dia gitu"


"jiahhh, bahasanya antusias "


Marni menarik bagian kerudungku paling depan. hingga menutupi sebagian wajahku. aku sontak membetulkan nya. sambil berteriak.


"MARNIIIII!!! "


Dia hanya tertawa. sambil berlari ke arah depan kedai. membawa lap dan cairan pembersih kaca.. dia meledeku sambil mengelap meja bekas makan pelanggan.


"uhuyyy.. mulai besok. sepertinya bakal ada yang keselek kata benci jadi cinta"


sambil menengadah kan wajah ke atas. layaknya orang membaca puisi..


kulempar mukanya dengan serbet.


"ha ha ha ha"


dia malah tambah tertawa. Dasar marni.

__ADS_1


__ADS_2