
satu tahun sudah Usia Surya.Dia tumbuh menjadi anak yang lucu, sehat dan menggemaskan. Bu tika menyayangi nya seperti cucu nya sendiri. hingga bahkan pas aku video call dengan anak-anaku dan keluarga di kampung yang tidak mengetahui rahasia ini. aku sering mengakuinya cucu Bu tika yang sudah ku anggap anaku sendiri karena Ibunya telah tiada.
Aku saat ini bekerja di Rumah makan dekat Rumah. dari pagi sampai sore.Surya di asuh Bi cicih. pembantunya Bu tika yang baru bekerja satu tahun ini.
sampai suatu saat secara tak sengaja aku menemukan akun zaenal di salah satu media sosial. aku kemudian mencoba membuka foto-foto dan video nya.
Sakit hatiku ketika melihat, video anak perempuan yang baru belajar jalan. seumur dengan surya. Dan foto perempuan lebih muda dariku. cantik.. aku mengusap air mata yang mengalir begitu saja di kedua pipiku.
sepulang kerja aku menunjukan nya pada Bu Tika.
"yang sabar Rai. ikhlaskan. Dia sudah bahagia bersama istri dan anaknya. foto dan video itu menunjukan kalau kamu harus berhenti berharap"
"iya Bu. insyaallah Raina ikhlas.Kelak jika Surya bertanya. Raina akan bilang ayahnya meninggal.Raina gak mau mengganggu kebahagiaan rumah tangga zaenal dan istrinya Bu."
walau sakit terasa di dada. tapi aku mencoba ikhlas akan takdir yang sudah tuhan guratkan di kehidupanku. yang terpenting saat ini aku bekerja untuk Surya dan anaku yang lain.
tak segan ketika gajian aku mengambil libur. dan membawa surya berkunjung ke kampungku. Anak-anaku yang lain sangat menyayangi nya. bahkan sering bercanda bersama. meskipun sampai detik ini ceritanya tetap sama di mata keluargaku.
__ADS_1
bahwa Surya bukanlah anaku. meskipun dalam hatiku yang paling dalam aku menangis dan merasa berdosa kala menganggapnya seperti itu.
"Maafkan Ibu nak. maafkan"
hanya kata itu yang mampu aku ucapkan ketika Dia terlelap. dan kuciumi pucuk kepalanya dengan air mata yang tak henti meluncur dengan deras.
Tidak pernah ada kejutan atau pun perayaan bahkan hadiah di setiap tanggal kelahirannya. Bahkan Doa yang selalu ku panjatkan dulu disetiap sujudku agar zaenal terbuka hatinya dan menemui kami pun. tak pernah ku ucapkan lagi.
Tapi ku yakin. Surya akan menjadi laki-laki kuat kelak. akan menjadi Laki-laki yang bertanggung jawab. menjadi Imam terbaik untuk keluarganya.
...****************...
Tak terasa usianya sekarang sudah menginjak empat tahun. Dia sudah mulai bersekolah di Pendidikan Anak Usia Dini. meskipun hanya bermodalkan Akta lahir bertuliskan lahir dari seorang ibu. tanpa nama seorang ayah tertulis di situ.
Surya tumbuh jadi anak yang pintar dan membanggakan. prestasinya di sekolah lebih menonjol dari teman-teman nya.
Dia juga menjadi seorang anak yang kuat dan periang. meskipun banyak teman nya yang mencela.
__ADS_1
"Ibu, temanku selalu mengejeku.kalau aku tak punya ayah seperti mereka"
aku hanya bisa memeluknya sembari mencoba menenangkan nya.
"jangan di lawan ya nak. kamu pergi saja jangan hiraukan. Surya punya ayah kok. tapi sekarang sedang di dekat allah"
Dia selalu tersenyum kalau aku bilang ayahnya sedang di dekat allah.
tetapi aku selalu bercerita tentang ayahnya yang baik-baik. tidak pernah aku menjelekan zaenal padanya.
"Ayah itu ganteng sama seperti surya, pintar mengaji, sholatnya juga gak pernah bolong. makanya allah saat ini mendekap ayah di rengkuhan nya"
"aku juga mau lebih rajin belajar ngaji nya Bu, rajin lagi sholatnya. Biar bisa sama-sama ayah di pangkuan allah"
aku tersenyum dan mencium pucuk kepalanya.
"Anak sholeh nya Ibu dan Ayah"
__ADS_1