Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
SUAMIKU TERNYATA KEMBAR BAB 85


__ADS_3

setelah sekian lama dan mempertimbangkan segala nya akhirnya aku dan suami memutuskan untuk pindah Dulu sementara. kami memutuskan untuk menjauh bersama Queen. untungnya pihak sekolah Queen juga mengizinkan.tapi tetap kami tidak memberitahu kepergian kami. hanya pihak keluarga terdekat saja yang tahu kemana kami pergi.


aku juga menyerahkan Bisnis ku sementara ke mbak Citra dan Ramdan. toh jika ada masalah kami masih bisa saling menghubungi via ponsel.


Pagi sekali kami di antar Ramdan ke Bandara. suamiku mengajak kami ke tempat saudaranya di Bali. segala sesuatu sudah di pesan suamiku melalui aplikasi.keberangkatan kami memang siang tapi sengaja berangkat dari Rumah pagi sekali agar tidak diketahui banyak orang.


Tidak ada keluarga satu pun yang mengantar kecuali Ramdan yang memang membawa mobil kami kembali ke Rumah. semua juga sengaja agar orang mengira kami tak kemana-mana.


"mas,,kita kok malah kaya burunan yang mau kabur Ya? "


aku nyengir kuda ke arah suamiku yang mendorong koper menuju loket keberangkatan.


suamiku membalas hanya dengan senyuman.aku menggendong Queen yang masih tertidur.lalu duduk di kursi tunggu.


"sayang,kamu mau sarapan dulu? "


suamiku menunjuk ke arah Restauran di Bandara tersebut.


"keberangkatan nya masih tiga jam lagi.. kita sarapan dulu"


Dia lalu menuntunku untuk sarapan. lalu kami duduk di sebuah meja yang masih kosong. Queen bangun dan ku duduk an di kursi sebelah ku.


"kita mau kemana maa?"


Dia mengucek matanya sambil melihat ke sana kemari.


"kita mau naik pesawat sayang, "


aku mendekatkan wajahku ke dekat nya sambil tersenyum dan agak melebarkan kedua kelopak mataku.


"yeeee. naik pesawat "


dia bertepuk tangan girang. memang kami juga tidak memberitahukan ke Queen dari sebelumnya dan keputusan ini memang dadakan.


"ehh anak ayah sudah bangun.. ayo sarapan. ini ayah pesan nasi goreng, Rawon, sama iga bakar"


suamiku tersenyum ke arah Queen. kami segera menyantap sarapan kami. dan lalu kembali ke lounge untuk menunggu jadwal keberangkatan kami.


...****************...


kami sudah masuk kedalam pesawat dan sudah berada di atas. Queen tampak bahagia berkali-kali dia bertepuk tangan sambil melihat ke sisi jendela.aku menggenggam tangan suamiku.


beberapa saat kemudian pesawat mendarat dengan selamat di bandara Ngurahrai Bali. Queen berlari saat sudah sampai di area kedatangan. suamiku menarik koper sambil menuntun ku..aku berlari kecil mengimbangi suamiku yang mengejar Queen.


"Queen.. ayo nak sini"


Queen menghampiri ayahnya. aku meraih tangan nya agar tak jauh dari kami.


suamiku lalu mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


"iya siap Bli. kami menuju ke sana"


suamiku tersenyum ke arah kami dan menuntun kami menuju tempat dan menunjuk ke arah sebuah mobil Alfart berwarna hitam.


seseorang yang wajahnya seolah tak asing menyambut kami dan saling berpelukan dengan suamiku. sopir nya memasukan koper kami ke dalam bagasi.

__ADS_1


seorang pria yang di panggil Bli oleh suamiku itu sangat mirip bagai pinang di belah dua dengan suamiku. dia tampak gagah dengan memakai kacamata hitam, kaos berkerah dan celana pendek,serta sepatu kate.


"Ayah,,, sini"


Queen menarik tangan ayahnya agar mendekatkan telinganya ke arah nya.


"ayah ko ada dua? "


suamiku sontak tertawa sambil menggendong Queen masuk mobil. dan di susul dengan ku. orang tersebut duduk di kursi depan samping sopir. dan setelah itu mobil segera melaju ke tempat tujuan kami.


"Sayang, maaf sebelumnya aku belum pernah ngenalin kamu ke dia"


suamiku memegang tanganku dan mengarahkan pandangan nya ke orang itu. aku mengangguk sambil tersenyum ke arahnya. dia memutar badan nya ke arah kami yang duduk di belakangnya.


saat kacamata hitam nya di buka. masyaallah. matanya, senyum nya semua nya mirip sekali dengan suamiku. hanya saja saat senyum nya mengembang ada dua ginsul yang ia miliki. itu yang membedakan nya.


"hai mbak,, aku adik nya mas zaenal.. lebih tepatnya Adik kembaran nya"


mataku membelalak dan menoleh ke arah suamiku. dia mengangguk dan tersenyum.


"Queen.. ini uncle nya Queen. adik nya ayah"


Queen meraih tangan uncle nya dan menciumi nya.


"hai Uncle... aku Queen. ratu kesayangan nya ayah"


Queen menepuk dada ayahnya. kami sontak tertawa melihat tingkah Queen.


"hai Queen, ratunya ayah zaenal. aku uncle steven"


"kembar tapi kok namanya jauh? "


"hahahaha.. Ayah sama uncle di pisahkan dari bayi. uncle di angkat anak oleh orang berkebangsaan luar. dan tinggal di Bali sini"


steven mencoba menjelaskan ke ponakan nya. dan Queen mengangguk sambil memanyunkan mulutnya.


hanya memakan waktu Dua jam kami sampai di rumah kembaran suamiku.


Rumah yang benar-benar berarsitektur Bali itu sangat besar dan megah.


"kamar kalian di sana. santai saja Nal.. orang tuaku sedang pulang ke negaranya untuk beberapa bulan"


Dia menepuk pundak suamiku dan melambaikan tangan ke seseorang yang tergopoh-gopoh menghampiri, lalu dia membawakan koper dan menuntun kami masuk kamar kami.


steven menuntun Queen dan mengajaknya ke suatu tempat.


"Queen mau ikut uncle lihat binatang di kebun binatang mini di belakang? "


Queen langsung mengangguk sambil berjingkrak kegirangan.


aku dan suami merebahkan diri di kasur.aku menengok ke arah suamiku sambil memiringkan badanku ke arahnya.


"mas,, kok gak pernah cerita kalau punya sodara kembar?"


aku mencubit perut nya.

__ADS_1


"gimana mau cerita Yang. Ibu dan semua keluarga ku menyembunyikan semua ini.. bahkan dari para tetangga.. dulu kami lahir di perantauan saat ekonomi kedua orangtua ku sangat sulit. ibu juga belum becerai sama bapak ku. di Rumah sakit tempat ku di lahirkan ada seorang Ibu yang kehilangan anak lelakinya. bayi itu meninggal saat di lahirkan.. suaminya yang orang belanda dan istrinya orang bali itu putus asa.. akhirnya Ibu merelakan salah satu anak nya untuk di asuh dan steven lah anak itu.. nama nya juga sengaja di bedakan"


dia bercerita panjang lebar kepadaku. aku mengangguk sambil menyimak.


"tapi keluarga mu masih komunikasi dengan baik mas? "


aku kembali bertanya.


"iya masih Yang. buktinya sekarang kita bisa ikut tinggal di sini. ini Rumah nya steven sayang. Rumah orangtua nya di dekat kuta sana"


suamiku bangun dan mengacak pucuk kepalaku.


"ayooo. kita hampiri Steven dan Queen"


suamiku menarik tanganku. dan kami menghampiri Queen yang sedang tertawa dengan uncle nya.. sambil mengelus kepala Rusa.


suamiku berbincang dengan adiknya di sebuah kursi kayu yang menghadap ke kandang Rusa...aku tertawa bersama Queen sambil memberi makan Rusa.


samar terdengar gelak tawa kedua kakak adik itu. setelah Queen puas bermain dengan Rusanya lalu kami bergabung duduk bersama mereka.


keduanya mengobrol dengan bahasa inggris. lalu Queen duduk di pangkuan ayahnya. aku mengedarkan pandangan ku ke seluruh area taman..tak nampak seorang perempuan kecuali para pelayan nya.


"mas,, istrinya mana? "


aku berbisik ke suamiku.


"hahaha.. istriku bertanya istrimu mana stev? "


aku lalu mencubit perut suamiku yang malah balik bertanya.


"aku sudah becerai mbak.. sudah empat tahun menduda. dan untungnya belum punya keturunan karena usia pernikahan kami yang singkat.. hanya sampai satu tahun saja"


dia tersenyum ke arahku. aku mengangguk sambil membalas senyum nya.


"kita makan siang di Rumah makan ku Nal.. mandi dan bersiaplah"


Dia menepuk bahu suamiku. lalu berdiri dan masuk ke ruangan yang sangat besar itu.


kamipun masuk kamar kami dan segera mandi lalu bersiap ke Rumah makan kepunyaan steven untuk makan siang.


Kata suamiku steven punya banyak Rumah makan khas Bali di beberapa tempat sejak dia masih bujangan bahkan. tak heran Rumahnya sangat luas dan mewah. tapi kenapa usia pernikahan nya sesingkat itu.


padahal secara fisik dan ekonomi tidak ada kekurangan menurut pandanganku.


saat di perjalanan aku di manjakan dengan pemandangan Bali yang sangat indah.mataku memandang dengan beribu rasa kagum akan keindahan alam ciptaan sang pencipta.


sampai kami tiba di Rumah makan milik steven dan makan siang bersama. sambil berbincang.


"santai saja Nal. kamu bisa tinggal sebetahmu di sini. aku malah senang.kamu juga bisa bantu kelola bisnis ku kan.. hahaha"


dia tertawa dan di sambut dengan gelak tawa suamiku.. suara saat dia bicara dan tawa nya juga mirip sekali.


benar-benar identik.


gaya berpakaian, Rambutnya, gerak-gerik dan cara bicara pun hampir mirip semua. aku sampai sulit membedakan kecuali saat gigi ginsul nya terlihat baru aku bisa membedakan nya.

__ADS_1


__ADS_2