Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
TEMAN BARU BAB 79


__ADS_3

Bukan hanya Queen yang punya teman baru sekarang. Aku juga yang mengantar Queen tiap hari jadi lebih banyak teman sesama Ibu-Ibu yang mengantar dan menunggui anaknya.


"eehh.. mama nya Queen ya? aku mama nya Tiara teman satu kelas Queen"


aku tersenyum ke arah Ibu yang mengajaku duduk bergabung.


"iya Ibu saya mama nya Queen"


kemudian yang lain nya saling mengealkan diri.


"ehh mama nya Queen kan yang punya bisnis kerupuk seblak khas Bandung itu lho Bu"


"oh ya? wah bawa dong lain kali"


seorang Ibu memintaku membawakan kerupuk ku, sambil menepuk tanganku. aku manggut dan tersenyum.


"iya, insyaallah nanti saya bawakan"


lalu Ibu yang lain ikut berkomentar.


"iya nih mama nya Queen, kami sering lihat di aplikasi oren. tapi kalau mau pesan kok ta lihat produksi daerah sini. ehh ternyata sekarang anak nya satu sekolah an"


aku kembali mengangguk.


"eh mama nya Queen ini orang sunda ya? ayahnya Queen yang asli orang sini? "


aku tersenyum sambil menjawab pertanyaan nya.


"iya Mama Reyhan. ayahnya Queen yang asli sini. masih satu RW sama Bu Guru Kiki"


mamanya Reyhan kemudian manggut-manggut. karena yang bersekolah di tempat ini tidak ada yang satu Rw dengan ku. kebanyakan beda Rw. status ekonomi nya juga yang dari menengah ke atas.


saat kami sedang menikmati snack di kantin sekolah,bel pulang berbunyi. kami segera menghampiri anak-anak kami.


"mama Queen. gak bawa mobil? "


mamanya Raehan dan mama Tiara menghampiri ku.


"gak Bu. kebetulan sedang di pakai ayahnya Queen, jadi pake motor saja"


mereka tersenyum sambil menaiki motor mereka.


"mau ikut kami makan bakso bareng gak? "


aku kemudian mengangguk. itung-itung lebih mendekatkan diri ke mereka. kami saling beriringan menuju kedai bakso yang tak begitu jauh dari sekolahan.


"mama nya Queen enak ya punya bisnis sendiri, suaminya juga bisnis juga. punya mobil juga.kami hanya motor.di sini yang punya mobil bisa di bilang orang kaya lho"


aku hanya tersenyum sambil menyuapi Queen.


"alhamdulillah. mama Raehan. sudah rezeki saya sama suami. rezeki Queen juga. bukan orang kaya lah hanya memaksakan membelinya untuk keperluan. kebetulan juga kan untuk mengantarkan pesanan yang tak bisa pake motor"


aku mengusap lengan nya.


"lain kali ajak dong kita jalan pake mobil nya"


mama nya Tiara mengangkat kedua alis nya. sambil menepuk bahuku.


"insyaallah."


aku tersenyum dan mengangguk. sambil kembali menyantap baksoku dan menyuapi Queen.


"lain kali juga kami boleh ya main ke Rumah? jadi penasaran sama suaminya. kok Queen pinter banget sama cantik.pasti suaminya ganteng ya?"


kali ini mama nya Kirana yang angkat bicara. aku hanya tersipu.kemudian mereka mengalihkan pandangan nya ke ponsel ku yang menyala.


aku mengangkat sambungan video dari suamiku.


"assalamualaikum mas? "


mereka melihat kearah layar sambil saling sikut dan berbisik.


"waalaikumsalam sayang. dimana? "


mereka tedengar tertawa kecil saat suamiku memanggilku dengan sebutan sayang.


"lagi makan bakso sama mama teman-teman nya Queen. kenapa? "


aku agak mengarahkan ke arah mereka. suamiku mengangguk sambil tersenyum. kemudian aku kembali mengarahkan ke arahku dan Queen.


"aku pulang agak sore an, Yang. mau survei ke lapangan. Queen sayang mau di beliin ayah apa nanti? "


aku manggut dan mengalihkan kamera ke Queen.


"Queen mau martabak keju coklat ya ayah? "


"siap Bos. kasih lagi ke mama ponsel nya"


lalu Queen memberikan ponsel kembali.


"Iya mas, hati-hati. semoga lancar ya? "


"iya udah sayang, mas berangkat teman yang lain sudah nunggu di lokasi, assalamualaikum"


aku menjawab salam nya dan menutup sambungan nya.


"wahhh, selain ganteng Romantis ya Ibu-ibu. ayahnya Queen"


mamanya Kirana menyikut tangan yang lain sambil tersenyum ke arahku. aku hanya menunduk dan tersipu.


"iya, mama Queen, ganteng banget lho suaminya. pantesan Queen nya cuantik. kok koyo wong arab ya? "


Mama nya tiara menambahkan.


"hehe. gak kok. asli jawa. alhamdulillah, dia juga sosok yang bertanggung jawab dan penyayang bukan hanya sama istri dan anak nya. sama keluarga juga"


aku terkekeh sambil memuji suamiku.

__ADS_1


"waah bersyukur banget ya"


Mama nya Raehan memegangi Pundaku.


setelah cukup lama berbincang dan menikmati makanan sampai kenyang. kami semua pulang ke rumah masing-masing.


...****************...


setelah saling mengenal satu sama lain. bahkan kami semakin akrab. setiap hari libur kami selalu saling berkunjung meskipun hanya sekedar makan atau Rujakan bareng.


kali ini Giliran Rumahku yang kebagian di kunjungi.


"Iya mah Rehan, dari Rumah Bu Guru kiki. ada Gapura sebelah kiri. masuk saja Rumahku cat ungu muda"


aku menjawab panggilan telepon dari mama nya Rehan. sambil mengirim Foto Rumahku. tak berapa lama terdengar suara beberapa motor masuk halaman Rumahku.


aku menyambutnya segera. dan mempersilahkan mereka masuk.


Queen tampak saling berpelukan dengan teman nya. dan langsung mengajaknya bermain.


"Ayo, silahkan di minum, maaf makanan nya alakadarnya"


aku mempersilakan mereka untuk meminum es melon serut buatan ku. dan berbagai camilan yang tersaji di meja.


"Waaah, mama Queen bikin lapis surabaya sendiri atau beli? "


Mama nya Tiara mengambil nya sambil langsung menyantapnya.


"saudaranya suamiku yang bikin. mbak citra. rumahnya di belakang sini. Aku pesan camilan selalu ke Dia. kalau kapan-kapan mau pesan boleh. itu juga Bolu gulung, sama kue putu ayu nya, silahkan di cicip"


Kemudian mereka mencicipi setiap jenis makanan yang ku suguhkan. dan memuji rasanya.


mereka mengedarkan pandangan nya ke sekeliling.


"itu photonya pas nikah ya? "


aku mengangguk saat mama Tiara menunjuk photo pernikahanku.


"Suaminya lagi kerja ya, kok gak kelihatan? "


mama kirana celingukan mencari keberadaan suamiku.


"Ada di kamar, sedang urus bisnis nya. biasa jam segini suamiku masih mantengin laptop nya"


aku tersenyum ke arahnya. tak berapa lama suamiku keluar dari kamar. sambil tersenyum dan manggut ke arah kami. lalu melengos ke arah dapur.


suamiku memang begitu. hanya menyapa seperlunya ke orang. sikapnya lebih cuek dan pendiam.


"ihh, Mama Queen beruntung banget ya, suaminya kok ganteng banget sih"


aku menggeleng -geleng kepala.


"ih mama tiara ini kok genit sih. punya mama nya Queen itu, di syukuri aja suaminya sendiri. lagian juga mama nya Queen juga cantik.pantas dan serasi. kalau sama kita aduuuhhh bagai langit dan bumi"


mama Rehan menepuk jidatnya sambil menyenggol ku. aku menepuk pahanya.


aku berseru sambil menengok ke arah suamiku yang memanggilku.


"sayang.. "


dia melambaikan tangan nya ke arahku. sambil mengunyah tempe goreng di mulut seksinya.


"sebentar ya? "


aku kemudian menghampiri suamiku dan mendengar titahnya. sambil merapikan kerah baju kaosnya.


"uuhh, lihat deh.ganteng banget ayahnya Queen, kaya, perhatian, tanggung jawab, romantis lagi. dengar kan tadi dia selalu manggil istrinya dengan panggilan sayang"


lagi-lagi mama tiara terdengar memuji suamiku. dan di iya kan oleh yang lain nya. suamiku memang tampan. apalagi dia memakai kaos berkerah dengan lengan yang ngepress di bagian nya. di padukan celana jeans selutut. bulu halus di betisnya menambah kegagahan nya. kumis tipis dan jambang yang tertata rapi, hidung mancung, mata tegas, dan bibir tipis nya. bahkan kulitnya yang putih.membuat orang menyangka dia keturunan orang arab. apalagi di dukung dengan badan nya yang tinggi berisi.


suamiku memang lain dengan adik dan keluarga nya yang lain. yang wajahnya Indonesia dan khas jawa banget. entah kenapa suamiku memang mirip orang arab.


"Yang, selesai kumpul dan teman nya pulang. kita ke kota untuk pijat di salon langganan mu ya? aku udah pegel"


aku mengangguk sambil memeluk pinggangnya. dia mencium keningku lalu kembali ke kamar.


"gak ikut makan bareng kami mas? "


aku bertanya. dia membalikan badan nya yang sudah di ambang pintu kamar, sambil berpikir.


"emmm, enggak.nanti aja belum lapar"


aku kemudian kembali ke ruang tamu.


"masyaallah, mama Queen. itu tiap hari kalian seperti itu? "


mama kirana bertanya kepadaku.


"alhamdulillah, iyaaa seperti tadi. dari awal nikah juga manggil nya sayang"


aku tersipu malu dan menunduk.


"oalah. suamiku yo Ra koyo ngunu. malah kalau manggil Bu,, bu,, teriak teriak"


Mama Rehan memperagakan sambil mencibirkan mulut nya. kami tertawa.


"ayo makan yuk. dah siap lho. nanti selesai itu yang mau sholat ya tinggal sholat"


aku mengajak mereka untuk makan bersama.


"aduuhh. mama Queen.kok repot begini sih"


mama tiara menggeleng kan kepalanya sambil berdecak.


"iya ihh, kami jadi malu. banyak sekali ini menunya"


aku mengusap lengan mereka. sambil meyodorkan piring ke mereka.

__ADS_1


"Mama Queen habis ini gak ada acara? kami jangan-jangan ganggu ini lama-lama di sini? "


mama Rehan bertanya.aku tersenyum sambil mengusap tangan nya.


"ada sih. tapi santai saja. palingan mau ke kota sebentar. ke salon langgananku. mau pijit sama spa bareng suami. badan nya sudah kurang enak katanya"


Mama tiara menepuk bahuku.


"oalah, aku yo ra pernah tau toh tempat begitu"


aku tersenyum.


"saya juga di kasih tau mbak citra saudara nya suamiku itu. awalnya sih kalau gak enak badan cuma pijit biasa aja. tapi pas udah tau sekalian ngerawat badan juga"


mama Rehan. mendekat ke arahku.


"Bisa buat perawatan bagian anu? "


aku mengangguk ke arahnya.


"bisa. di sana juga ada dokter spesialis nya. saya juga perawatan luar dalam di situ. kalau mau saya kirim nomor dan alamat nya"


mereka lalu serempak menjawab.


"mau...mauuu."


aku terkekeh.


"hehehe. ta kirim ke grup ya biar aku gk kirim satu-satu"


mereka lalu mengangguk dan sibuk dengan ponselnya. di situ juga aku mengirim deskripsi nya.


"emmmhh. pantas mama Queen sama ayahnya mesra terus. ini toh Rahasianya"


aku tersipu.


"ya ndak juga toh. hati kita dan perasaan cinta juga harus senantiasa di pupuk. anggap aja setiap hari kita ini seperti baru menikah.seperti pacaran. komunikasi juga biar gak monoton"


aku seolah menggurui,karena memang umur mereka di bawah aku semua. tapi dari cerita mereka malah keharmonisan Rumah tangga mereka jauh berbeda dengan ku yang sudah tua. suami mereka juga lebih muda dari suamiku dan ada juga yang seumuran.


...****************...


setelah mereka pulang. aku segera mandi dan bersiap pergi dengan suamiku. Queen tak mau kami ajak sehingga aku menitipkan nya ke Nurul.


saat di perjalanan kami yang sedang di lampu merah tak sengaja berpapasan dengan Bu kiki. aku yang duduk di samping kemudi suami menurunkan kaca dan menyapanya.


"assalamualaikum Bu kiki?"


dia yang sedang mengendarai motor tepat di sebelah mobilku. kemudian tersenyum ke arahku sambil manggut. tapi setelah itu raut mukanya berubah ketus ke arah suamiku. lalu menjalankan motornya sangat kencang ketika lampu mulai hijau.


aku menoleh ke arah suamiku. suamiku hanya mengangkat kedua bahunya sambil melengkungkan bibir nya. aku garuk-garuk kepalaku meski tidak gatal. heran dengan sikap Guru nya Queen.


"kecewa mungkin Yang, kamu gak nikah sama dia"


aku melirik ke arah suamiku.


"laaahh. dia yang ninggalin dan nikah duluan. harusnya aku dong yang kecewa. ngaco kamu Sayang."


suamiku lalu mengacak pucuk kepalaku.sampai kerudung ku mencong. dan aku membenahinya kembali.


"pokoknya aku bersyukur banget allah mengganti semua yang menjauh dariku dengan kamu, istriku sayang"


dia mencuil daguku. dan mendekatkan kepalaku untuk bersandar di bahunya. dan kemudian mencium keningku.


"tapi aku makin tua mas, umurku juga jauh sama kamu. aku takut sebentar lagi aku sudah tak bisa melayanimu selincah sekarang"


dia mengusap kepalaku.


"gak sayang, jangan takut. apapun adanya kamu nanti aku akan.... "


Prang


"awww"


aku menjerit spontan saat kaca mobil di sampingku di pukul kayu hingga pecah. suamiku bergegas memarkir mobil ke samping. lalu membuka pintu mobil sebelahku dari luar dan memeluku.


"kamu gak kena pecahan kaca kan sayang? "


aku menggeleng sambil gemetaran. semua orang sontak berkerumun ke arah mobilku dan bertanya.


"entahlah. orang nya cepat sekali menjalankan motor nya. saya juga tak sempat melihat jenis motor dan plat nomor nya"


suamiku menjelaskan ke orang yang bertanya. dia segera mengambil botol minum di dalam mobil dan memberikan ku minum.aku masih syok dan memeluknya erat. dia membawa ku duduk di bangku pinggir trotoar sambil mengusap pundaku mencoba menenangkan ku yang masih agak syok.


"sayang, pulang saja yuk."


aku membenamkan kepalaku di dadanya. dia mengangguk dan segera membawaku masuk ke mobil. lalu putar balik untuk pulang. sebelum nya suamiku menyuruh tukang parkir untuk membersihkan serpihan kaca di mobil kami dan memberinya uang.


sampai di rumah kami menceritakan semuanya ke Ramdan. dan suamiku kemudian menyuruh Ramdan ke bengkel untuk mengganti kaca mobilku yang pecah.


selesai sholat isa aku termenung di atas ranjangku. memikirkan kejadian tadi sore.


"kenapa sayang? masih kepikiran ya? "


aku mengangguk sambil mendekatkan wajahku ke hadapan nya.


"iya aneh aja Yang, modus nya apa coba?kalau Rampok mesti ada yang di ambil. ini kan gak. setelah mecahin kaca langsung ngibrit gitu aja."


suamiku mengernyitkan dahinya juga.


"ah sudah lah, nanti juga ketahuan. kita berdoa saja. semoga di jauhkan dari perbuatan orang dzolim"


suamiku menghembuskan nafas kasar. dan mendekatkan wajahnya semakin dekat. hingga aku terdorong dan terlentang. Dia menindih tubuhku.dan menarik selimut hingga menutupi tubuh kami.


kami saling melucuti semuanya di dalam selimut tebal itu. dan bergulat melakukan peraduan dengan cucuran keringat.


"ahh. aku tak merasa kamu tua sayang. buktinya kamu...ahhh.... legit sayang"

__ADS_1


dia berbisik di telingaku sambil sesekali mengigit kecil leherku. menahan nikmat yang ku berikan untuk nya. aku meremas punggungnya menahan kenikmatan darinya juga.


__ADS_2