
Aku siang ini berencana untuk menjenguk Naila di Rumah Sakit. meskipun Suami dan Mertuaku melarangku.
aku merasakan sebagai sama-sama perempuan. mungkin rasa sakit akan sama aku rasakan ketika orang yang sangat di cintai nya menikah dengan orang lain. hanya saja mungkin caraku tidak akan sekonyol Naila.
"Kamu itu Sayang. masih aja baik sama Dia. padahal jelas-jelas selama ini dia jahatin kamu"
ucap suamiku. aku hanya tersenyum sambil memasukan bubur Ayam yang aku bikin ke dalam tepak lalu memasukan nya ke totebag dengan buah -buahan yang sudah aku iris.
"aku pamit ya mas. kalau kamu masih gak mau ikut ya sudah, aku gak mau jadi orang pendendam mas"
aku mengusap punggung tangan nya dan mencium nya.
"Iya sayang. hati-hati. aku belum siap Yang. aku tak setulus hati kamu. aku main-main sama Queen aja Yang"
Dia mencium keningku. dan aku pergi dengan motorku.
Sesampainya di Rumah Sakit aku langsung menghubungi saudara nya Naila yang sedang berjaga untuk bertanya Ruangan nya. lewat pesan di ponsel nya. aku meminta no nya dari Ibu mertua ku.
[maaf mas, aku istrinya zaenal. mau jenguk Naila bisa kasih tau Ruangan nya?]
dia kemudian membalas pesanku.
[Ia mbak. Ruangan Kenanga Lantai Dua. tapi yang bagian Isolasi Ya mbak]
keningku mengernyit membaca balasan nya.
"Ruang isolasi? seperti penyakit menular saja"
aku bergumam dalam hati. sambil memencet lif yang menuju ke lantai dua.
sesampainya di sana aku celingukan dan menemukan ruangan yang bertuliskan KENANGA. tak banyak pasien di ruangan itu. lalu pandanganku tertuju pada ruang Isolasi. tampak laki-laki paruh baya sedang berdiri menghadap kaca di ruangan itu. dengan menyilangkan kedua tangan nya di dada.
aku kemudian menyapanya.
"mass. saudara Naila? "
aku membungkukan badanku sambil bertanya.dia mengangguk dan mengajaku salaman. tapi aku hanya membalas dengan kedua tanganku di dada.
"Gimana keadaannya mas? "
Dia menatap polos ke arah Naila yang penuh tatapan kosong.
"maafkan saudara saya ya mbak. padahal kalian orang baik"
aku tersenyum dan mencoba menenangkan nya.
__ADS_1
"saya sudah maafkan dari awal mas. wajar seorang perempuan yang sangat mencintai lelakinya. kemudian tak terbalas malah di tinggal nikah pasti akan merasa sakit hati. hanya saja cara tiap orang untuk memperjuangkan nya berbeda"
Dia tersenyum tapi dengan wajah sendu.
"sejak siuman tadi sehabis subuh. Dia mengamuk mbak. melepas semua pakaian nya dan meracau tak jelas. hanya nama zaenal yang di sebutnya. sambil terus menggerayangi tubuhnya sendiri. seolah sedang melakukan adegan Ranjang"
tatapan nya kini tertunduk. dan menyeka air matanya. kemudian melanjut kan kalimat nya.
"mungkin ini azab ya mbak? dari pekerjaan nya juga yang tak halal. sebelum kenal sama zaenal juga dia sudah jual diri mbak. tapi saat bertemu zaenal dia dulu sempat ingin berhijrah. namun zaenal tetap tidak membalas cinta nya. hingga ia tetap menjalani pekerjaan itu"
aku menghela nafas panjang. sangat tragis kisah cinta nya.
"saya hanya saudara satu-satunya yang masih menganggapnya mbak. yang lain sudah tak mau peduli bahkan orang tuanya sendiri"
aku menyimak ceritanya sambil melihat ke arah Naila. yang tiba-tiba menggeliat dengan tangan dan kaki yang di ikat di ranjang rumahsakit itu.
"aaahhh. zaenalll.. terus sayang iya sayang di situ. aahhh"
dia seolah sedang melakukan nya bersama suamiku dengan imajinasinya.air mataku seketika meluncur ke kedua pipiku. sambil aku merekam nya dan mengirim nya ke suamiku.
[lihat Yang. betapa besar rasa cintanya sama kamu. sampai nama kamu dan semua imajinasi di otaknya tertuju sama kamu.]
kemudian suamiku membalas pesanku.
aku menanggapinya dengan emoticon senyum.
[kalau udah selesai pulang Yang. Queen sudah di mandikan Ibu. dan sekarang di ajak Ibu main di Rumahnya.Nurul juga menyusul ke sana]
aku membalas pesan nya.
[iya sayang ini mau pamit pulang Yang]
[iya, cepatlah dan hati-hati. aku kangen di tinggal sebentar saja sama kamu]
aku balas emoticon tertawa. lalu pamit ke saudaranya Naila sambil memberikan makanan yang ku bawa tadi.
...****************...
Sampai di rumah aku melihat semua pekerjaku sudah sibuk dengan tugasnya masing-masing. aku tersenyum ke arah mereka. sambil masuk.
"mas.. udah sarapan? "
Dia tersenyum sambil mengangguk. dan membentangkan kedua tangan nya.
"aku mandi lagi dulu mas. habis dr rumah sakit. takut ada kuman"
__ADS_1
mulutnya mengerucut. dan menurunkan kedua tangan nya kesal.
aku tersenyum dan memanyunkan mulutku dari jauh.
"muuaccchh suamiku. nanti ya meluknya kalau aku sudah bersih"
aku berlalu ke kamar mandi. Dia berlari dan menahan pintunya.
"aku mau mandiin kamu boleh? "
aku menggeleng. tapi dia menariku masuk. melucuti semua pakaianku. menyalakan kran shower hingga membasahi tubuhku dan tubuhnya yang masih memakai baju. Dia menuangkan sabun ke spon dan menggosokan lembut ke seluruh tubuhku. hingga penuh dengan busa. aku memejamkan mata saat tangan nya megelus lembut dua gunung kembarku dan meremasnya. dan tanpa ku sadari benda tumpulnya masuk perlahan dan menghujami bagian intiku penuh gairah. aku mengalungkan kedua tanganku di lehernya. kemudian membukakan bajunya. kami melakukan peraduan di kamar mandi untuk pertama kalinya seumur pernikahan kami. hingga akhir.
"mandi sayang"
nafasku masih kembang kempis.ku raih handuk dan menyuruh nya mandi. kemudian dia menutup pintu dari dalam setelah aku keluar duluan dari kamar mandi. untuk mengambilkan nya handuk.
"tok tok. Yang ini handukmu"
kepalanya menyembul dari balik pintu dan menyambar handuk itu. aku bergegas memakai baju dan menyiapkan pula untuk suamiku.
Dia tersenyum masuk kamar dengan handuk melingkar di pinggang nya.
"Yang. hari ini kamu produksi gak? "
dia bertanya padaku yang sedang mengeringkan rambut.
"enggak, masih minggu depan kenapa mas? "
Dia memakai bajunya. sambil melihat ke arahku.
"aku ingin ajak Queen dan Ibu Jalan -jalan"
aku langsung tersenyum dan memeluknya.
"ayo sayang. kapan? hari ini? kemana? "
dia tertawa.
"hahaha. satu-satu atuh nanya nya. nanti sore,iya hari ini, belanja baju ke mall, aku dapat bonus hari ini. desainku di terima dan di bayar lebih"
aku berucap syukur.
"alhamdulillah. satu-satu atuh sayang jawabnya"
aku membalas nya.dia tertawa dan mencubit hidungku. sambil memeluku dan mencium keningku.
__ADS_1