
keesokan harinya,setelah berpamitan kamipun kembali ke kota, tempat kami mencari rezeki. felix menjemput ku ke rumah ibu.
"kami balik bu. terima kasih. maaf kami merepotkan"
felix berpamitan. dan bersalaman ke ibuku.
"sama-sama. saya titip anak saya.pak felix"
jawab ibu. felix memberikan sebuah amplop pada ibuku.
"maaf bu, ini titip untuk anak-anaknya Rania.sekali lagi maaf kami telah merepotkan"
aku terbelalak kaget. ku tatap wajah felix dan menggeleng,sebagai tanda penolakan. tapi dia membalas tatapanku dengan,mengedipkan matanya pelan.
Dan kamipun berlalu. pergi meninggalkan lagi kampung halamanku,keluarga,dan anak-anaku. demi kebahagiaan dan cita-cita.
...****************...
karena jalanan yang macet..kami tiba agak sore.
"kita antar dulu vita dan yesi ya, biar mereka segera istirahat"
aku mengangguk saja. karna jujur rasa lelah juga sudah kurasakan di sekujur tubuhku.
jarak kost an mereka ke kost an ku memang tidak terlalu jauh.. tapi terhalang satu sekolahan SMK. sehingga kalau mau mobil masuk harus muter ke belakang sekolahan itu. tapi kalau melewati gang kecil. hanya tinggal jalan beberapa menit saja.
"dadah...teteh.. jumpa lagi besok.. selamat beristirahat"
teriak vita dan yesi. aku membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan.
"aku antar sampai depan kost an ya. kamu capek banget kelihatan nya"
tangan felix mengusap rambutku dan menyelipkan nya di telingaku.
sampai di kost an. ku jatuhkan langsung tubuhku di kasur.
paginya aku terbangun dengan suara ponselku.
[pagiii. Raina. segeran? ]
suara felix terdengar walau mataku masih agak ngantuk. tapi ku coba jawab.
[pagi. koh. lumayan]
jawabku setengah menahan kantuk yang masih terasa.
[jangan panggil koh lagi. panggil felix. umurku juga di bawah kamu. hahaha]
dia tertawa renyah. baru kali ini ku dengar tawa nya.
[oh iya,Rai.semalam kamu pasti lupa,kalau aku mengantarmu sampai pintu. kamu langsung tidur tanpa menghiraukan ku. aku gak tega membangunkan mu. pintunya ku kunci dari luar dan ku lempar lewat ventilasi"
seketika ngantuku hilang.
deg
deg
jantungku berdegub kencang. yang kucari langsung kunci.. untung dia tidak melempar terlalu kuat. sehingga kunci itu jatuh tepat di balik pintu.
[maaf.ko.eh felix. aku lupa. iya kuncinya sudah ketemu.. aku bersiap mandi dulu ya]
[oke. jangan lupa sarapan. dan ketemu nanti di tempat kerja]
kami mengakhiri percakapan. dan aku bergegas mandi untuk menyegarkan tubuhku.
...****************...
aktivitas ku kembali ke tempat kerja. setiap hari makin akrab dan makin dekat antara aku dan felix. bahkan kadang sepulang kerja dia mengantarku pulang,mengobrol dan bercanda di kost an ku. tak jarang juga aku ketiduran dan dia pulang dengan mengunciku dari luar dan melemparnya lewat ventilasi seperti biasa.
...****************...
__ADS_1
surat ceraiku sudah di terima.dan dikirim ke rumah. ibu menyimpannya. dan seratus hari setelah sidang putusan itu. habis pula lah masa iddahku. dimana seorang perempuan benar-benar sudah terbebas dari pernikahan. dan bisa menerima kembali laki-laki lain.
Hingga pada satu malam. di sela candaan kami.
"Rai.. Raina"
felix meraih tanganku,menatap,dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.
"i.. iya,felix kenapa?"
seketika jantung ini berdegup sangat kencang. tanganku dingin. keringat dingin mengucur deras.
"selama ini. aku menahan nya. karna ada aturan yang tidak bisa kamu langgar setelah sidang itu. tapi sekarang kamu sudah benar-benar terbebas"
dia berhenti sejenak.menghela nafas dan menghembuskan nya. aku hanya terdiam dan memandangi wajah nya. kemudian dia kembali berbicara.
"sejak awal kamu bekerja di tempatku. aku sudah merasa suka sama kamu. bahkan sekarang rasa itu semakin berubah jadi sayang"
"tidak mungkin felix. kamu dan aku jauh berbeda. mana ada bos yang menjalin hubungan dengan karyawan nya. terlebih lagi aku orang gak punya. umurku juga lebih tua. aku janda anak dua. dan kamu. orang berada, masih muda,masa depanmu masih panjang"
aku menghentikan ucapanku. dan melepaskan tangan nya.
"apa?apa yang berbeda?tidak ada..kita semua sama di mata tuhan. meskipun kamu dan aku berbeda agama dan keyakinan.umur hanyalah hitungan. yang muda pasti akan tua juga. aku mohon jangan menolaku"
kembali dia meraih tangan ku. entah kenapa aku hanya bisa menangis.ada perasaan yang tidak bisa di ungkapkan. tapi dalam hati kecilku. aku juga menyayanginya. dan merasa nyaman jika berada bersamanya.
"please, Raina.. aku mencintaimu "
felix membawaku dalam pelukan nya. air mata ini .entah air mata bahagia, atau entahlah. lalu aku hanya bisa mengangguk. dan membalas pelukanya.
felix kemudian melepaskan pelukanya. dan mengangkat daguku. dia mendekatkan wajahnya. dan ******* pelan bibirku. seketika dia melepaskan ciuman nya. dan berbisik.di telingaku
"Raina, aku sayang kamu"
terasa angin lembut dari nafasnya berhembus di balik telingaku. kemudian dia kembali ******* bibirku. akupun memejamkan mataku. semakin lama kami semakin menikmatinya. entah mungkin karna aku juga lama tidak merasakan ini.
"I love you,Raina"
"cukup felix, jangan terlalu jauh"
aku menggeserkan tubuhku untuk mundur beberapa inci. kemudian kembali mengancingkan kemejaku.
"maaf,Rai."
dia menunduk. terlihat dia mengatur nafas nya yang masih memburu. dadanya turun naik. aku kemudian tersenyum dan memeluknya dari belakang. dia pun membalikan badan nya. dan membalas pelukan ku.
"tidurlah di pelukanku Rai. tenang saja. aku tidak akan macam-macam. hanya ingin memelukmu. setelah kamu tidur aku akan pulang."
dia membaringkan tubuhnya. dan merengkuh tubuhku dalam pelukan nya.hingga aku tertidur dalam rasa nyaman. yang seumur hidup belum pernah aku rasakan. bahkan dengan mantan suami pun.
...****************...
Hari demi hari,kebahagian demi kebahagiaan kami rasakan bersama. hubungan kami semakin dekat. bahkan hari ini felix berencana mengajaku kerumahnya sepulang kerja. dia sudah menceritakan semuanya ke mama nya. dan mama nya meminta felix mempertemukan ku dengan nya.
sebelum menuju rumah nya,felix membawaku ke sebuah butik, dia memilihkan baju untuku. kemudian dia membawaku ke salon.
"kamu minder kan?sampai harus memake over dulu semua penampilan ku"
aku memegang tangan nya, saat di salon.
"Bukan begitu Rai, kamu sempurna untuku. tapi aku ingin kamu lebih sempurna lagi, saat bertemu mama ku nanti"
Dia mengusap pucuk kepalaku dan mencium nya. aku tersenyum,meraih tanganya dan mencium nya.
setelah selesai. tibalah kami di sebuah rumah yang sangat besar, dari gerbang sudah di sambut dengan seorang security.
"malam,tuan"
security itu membukakan pintu gerbang,dan sedikit membungkukan badan. felix hanya mengangguk dan tersenyum.
"malam, nona"
__ADS_1
pandangan nya beralih padaku. dan dengan perlakuan yang sama.
"malam, pak. terima kasih"
kali ini aku membalas ucapan nya. dengan senyuman yang berkembang di bibirku.
mobil pun melaju menuju. garasi yang lumayan jauh dari gerbang tadi. taman dan halaman nya sangat luas. kolam air mancur juga terlihat indah menghiasi.
Di garasi yang luas juga. berjejer mobil-mobil mewah.
"ayo, Raina.anggraeni"
dia membukakan pintu mobil untuku. dan meraih tanganku.
"sebentar,felix.a..aku.. aku.. gugup"
tanganku mendadak dingin. sekujur tubuhku bergetar.
"hahaha... tenang sayang,, rilex. tarik nafas, buang perlahan.. segitu gugup nya.padahal mamaku orang nya santai Rai."
felix mencoba menenangkan ku. dan setelah dirasa tenang dan siap.aku berjalan menuju rumah yang megah dan mewah itu.
ketika aku masuk. bertambah takjup nya aku. dan semakin minder untuk menjadi bagian dari hidup nya felix. Rumah dengan arsitektur eropa, dan furnitur -furnitur antik. lampu kristal menggantung di atas ruangan mewah itu.. guci mewah, pernak pernik yang pasti harganya sangat mahal. menghiasi setiap ruangan.
"kamu tunggu di sini ya,sayang"
felix menyuruhku menunggu di ruangan tamu yang begitu megah. aku kemudian duduk di sofa bergaya eropa itu. empuk berbeda dengan sofa d rumahku.
tak berapa lama felix datang dengan seorang ibu, di sebuah kursi roda.
aku seketika berdiri dan membungkukan badan.
"ini Raina, yang kuceritakan mam"
felix mengawali pembicaraan.
"malam tante"
aku menghampiri dan mencium tanganya. beliau membalasnya dengan senyuman.
"duduk Nak.felix suruh bibi buatkan minum"
beliau melihat kearah anaknya, dan mengusap lembut tangan anaknya itu. aku kemudian duduk di dekat nya. dan felix segera berlalu untuk menyuruh asisten rumah tangga nya membuatkan minum.
"felix sudah cerita semua tentang kamu.statusmu,keluargamu,anakmu dan semua masalalu mu,kamu cantik dan dari cerita felix kamu juga mungkin bisa di katakan wanita baik"
aku hanya tersenyum dan mengangguk pelan. dan mengarahkan pandanganku ke bawah.
"felix,itu anak satu-satunya tante. papa nya sudah meninggal saat felix kuliah. semua harta warisan dan aset perusahaan papa nya,akan jadi milik felix"
beliau sesekali menghembus kan nafas nya.
lalu melanjutkan kembali.
"tante hanya ingin,tolong kamu bahagiakan felix. tante tidak peduli status sosial mu. yang paling penting jangan khianati dan sakiti hati nya seperti istrinya dulu"
deg. jantungku berdetak kencang. felix sudah pernah menikah? di usia nya yang sekarang masih duapuluh lima tahun. tapi sudah duda. dan dia tidak pernah cerita.
pantas saja, dari gaya bercinta nya sudah seperti berpengalaman.
"iya,tante.saya berjanji"
hanya kata itu yang mampu aku ucapkan. beliau pun tersenyum. dan mengusap pucuk kepalaku. ada rasa lega di hati.. ternyata ibunya bisa menerima ku.yang banyak kekurangan ini.
felix muncul tiba-tiba dengan membawa dua gelas minuman.. dan meletakan nya di meja dekat ku. selang berapa lama,asisten rumahtangga nya menyusul membawakan snack dan camilan.
setelah itu kami mengobrol. bercerita dan bercanda. sampai tiba waktunya aku harus pamit pulang.. felix mengantarkan dulu ibu nya ke kamar lalu mengantarku pulang.
Diperjalanan tak hentinya,dia memegang tanganku dan mencium nya. sesekali di lepaskan untuk mengoper tuas porseneleng. dan meraih kembali tanganku.
seperti malam-malam sebelumnya. felix tidak pernah meninggalkanku sebelum aku terlelap di pelukan nya.
__ADS_1