Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
MUSIBAH BAB 73


__ADS_3

Keesokan harinya selesai aku dan suami sholat subuh. ada pesan yang terkirim dari semalam yang belum sempat aku baca.


kami benar-benar beristirahat di Rumah Bu tika, selain pemandangan desa yang masih Asri dan juga udara yang sejuk. sehingga memanjakan Badan kami untuk Rileks sejenak. hingga aku agak mengabaikan beberapa pesan masuk di ponselku.


"astagfirullah, inalillahi mas... mass"


aku berlari menghampiri suamiku yang sedang menikmati kopi di teras. sambil membawa ponselku.


"Kenapa Sayang? "


aku menujukan sebuah foto kiriman dari mbak Citra. Gudang ku terbakar habis sampai garasi. tapi untung hanya bawahnya saja sementara atap dan kanopi tidak semuanya terbakar.


"astagfirullah. ayo kalau begitu kita kasih tau yang lain dan segera pulang"


suamiku segera memberi tahu yang lain. ada beberapa panggilan juga tertera disitu. aku juga memang mematikan notifikasi nya. pikiran ku benar-benar ingin fokus ke ziarah. tapi ternyata tanpa di duga-duga musibah terjadi di kampung sana.


aku kemudian mencoba menghubungi mbak citra melalui sambungan video.


"assalamualaikum, mbak Gimana? maaf aku sengaja mematikan notifikasi ponsel ku. aku juga gak menduga akan terjadi sesuatu"


tampak wajah mbak Citra yang kusut dan matanya yang bengkak.


"Iya Neng, aku ngerti kalian sedang bersenang-senang. pulang saja dulu Neng, aku gak bisa cerita di sini. pokok nya barang pesanan dan yang baru produksi hangus terbakar Neng"


Dia menggeleng kan kepalanya sambil memijit kening nya.


"Iya mbak, pagi ini juga kami pulang.. ini juga sedang bersiap-siap. ya sudah mbak aku bersiap dulu"


aku mengakhiri sambungan video ku dengan nya. dan bergegas membereskan barang-barang kami.


"tetap Tenang Raina, yang penting sekarang kalian selamat sampai tujuan"


Bu tika mengingat kan ku agar tetap tenang. aku mengangguk kemudian membantu suamiku mengemasi barang dan memasukan nya ke Bagasi.

__ADS_1


"Aku yang bawa mobil Sayang."


suamiku mengusap pucuk kepalaku. mencoba membaca kepanikan di wajahku. kami semua masuk mobil bahkan sebagian ada yang belum mandi. kami berpamitan dan aku pun tak lupa mengabari Ibuku lewat pesan di ponselku tentang kepulangan kami yang mendadak.


mobil pun meluncur ke arah pulang.Suamiku menjalankan nya dengan tetap tenang. sambil sesekali mengusap genggaman tanganku dan kepalaku bergantian. sesekali juga dia meraih tanganku dan mencium nya.


aku menoleh ke arah belakang. mereka tertidur kembali di kursi belakang. begitu pula dengan Queen yang terlelap di pangkuan Nurul.


"Kita ambil Jalur Tol semarang Mas, Biar agak cepet"


aku memberi saran ke suamiku.


"Iya sayang, kamu tenang ya? mbak citra dab suaminya juga pasti gak tinggal diam"


dia kembali menenangkan ku dengan mengelus kepalaku dan menyentuh bibirku dengan jarinya. sambil tersenyum ke arahku. aku meraih tangan nya dan mencium nya.


"kamu yakin kan sayang, di balik musibah pasti tersimpan Hikmah yang indah,asal kita Ridho menerima musibah itu"


aku kembali mengangguk dan menatap wajahnya yang selalu membuat ku tenang.kendaraan kami melaju dan memasuki jalur Tol yang memang masih sepi pagi itu. kami ambil jalur yang paling cepat, meskipun tarif nya agak lumayan mahal dari jalan yang kamu lalui pas berangkat kemarin. tapi perjalanan kami akan lebih cepat beberapa jam dari sebelumnya.


"istigfar sayang, sabar,ikhlas"


Dia membenamkan kepalaku di dadanya dan memeluku sambil terus mengusap punggungku.aku masih menangis sambil terus beristigfar.


Queen yang seolah tahu kesedihan Ibunya menghampiri dan mengusap air mata di pipiku dengan tangan mungilnya. Bibirnya mulai melengkung dan ikut menangis. sehingga suamiku memeluknya serta.


"eehh anak cantik Ayah kenapa ikut nangis? "


aku mencium kening dan kemudian kedua pipinya. dan mengusap air matanya sambil berusaha tersenyum ke arahnya agar dia berhenti menangis dan ikut tersenyum kembali.


"Queen Ayah mandiin ya Sayang, biar mama istirahat di kamar"


Suamiku melepaskan pelukan nya dariku. dan membawa Queen ke kamar mandi. biasanya setelah mandi dan segar dia akan tertidur lelap.

__ADS_1


aku kemudian menghampiri orang-orang yang sedang membereskan gudang dan Garasi yang terbakar.


pandangan ku tertuju pada cctv di atas


yang tidak ikut terbakar.


"di lihat nanti saja Neng. kalau kamu sudah tenang. kejadian nya benar-benar Rapi.tidak ada konsleting listrik atau apapun yang menyebabkan percikan api. hanya Bau solar yang tercium sebelum kejadian. aku mengunci semuanya jam sepuluh malam,tak ada pun yang mencurigakan. setelah tengah malam aku mencium Bau solar dan seperti sesuatu yang terbakar. kemudian terdengar suara teriakan tetangga"


Mbak citra menjelaskan secara gamlang.aku menyimak sambil memijit keningku.


"sabar Neng, ini ujian untuk Bisnis kita. semoga kedepan nya makin lancar dan rame"


aku mengaminkan sambil tersenyum ke arahnya.


suamiku menghampiri ku dan berdiri di sampingku yang duduk di kursi teras. aku melingkarkan tanganku ke pinggangnya dan menyandarkan kepalaku di perutnya. tangan nya membelai kepalaku dan mencium nya.


"istirahat dulu sana Neng. kamu baru datang dari perjalanan jauh,sudah malam juga. besok pagi kita lihat rekaman cctv sama-sama "


mbak citra beranjak dari tempat duduknya kemudian pamit pulang. akupun menyuruh pekerjaku segera istirahat pulang dan kembali menyelesaikan kerjaan nya besok pagi.


aku melihat dulu Queen ke kamarnya. dia sudah nyenyak dengan mimpi indahnya. aku mematikan lampu kamar nya dan menutup pintunya. suamiku memapahku menuju kamar.


"aku mandi dulu mas, badanku lengket"


aku menyambar handuk dan segera membersihkan diri. suamiku tampaknya sudah mandi setelah Queen tadi.


"sayang, gak usah pakai apa-apa dulu. lepas saja handukmu"


Dia berdiri di belakangku sambil menuntunku ke arah Ranjang.


"sudah boleh kan? sudah enam minggu Sayang"


aku mengangguk dan memejamkan mataku. ada sedikit rasa sakit di bagian intiku saat dia menancapkan benda tumpulnya. Dokter juga sudah memberitahuku sebelum nya.

__ADS_1


"Pelan massss,,,, leher serviks nya baru pulih"


aku berbisik lalu mengigit bibir bawahku. sambil meremas punggung nya. setelah dia mencapai puncak. giliran indra pengecapnya yang memanjakan bagian intiku hingga tuntas dan mengeluarkan cairan hangat.


__ADS_2