Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
PERPISAHAN Bab 16


__ADS_3

Akhirnya waktu yang di takutkan tiba. aku dan zaenal harus berpisah. zaenal harus kembali ke kampungnya dan mencari pekerjaan lain. sementara aku pun tetap di sini dengan pekerjaan saat ini.


Kami kembali melalui hari-hari dengan hubungan jarak jauh. meskipun terasa lebih berat dari kemarin. bagaimana tidak saat ini jarak kami malah semakin jauh dari kemarin.


[aku sudah sampai kampung. kamu Baik-baik ya sayang]


sebuah pesan dari nya masuk di pagi hari saat aku bersiap ke tempat kerja.


[alhamdulillah, syukurlah kalau sudah sampai dengan selamat. insyaallah aku baik di sini. kamu juga di situ harus baik-baik]


aku segera membalas pesan nya.


[iya, sayang. tunggu aku ya. jangan berpaling ke hati lain. aku akan cerita ke keluarga tentang kamu. dan nanti jika sudah waktunya aku pasti akan menikahi kamu]


aku tersenyum membaca balasan nya. dan hanya ku balas dengan emoticon tersenyum. entah kenapa ada perasaan lain di hatiku.tidak ada perasaan senang sama sekali. malah ketakutan yang teramat mendalam. takut akan kehilangan setelah ini.

__ADS_1


...****************...


setelah hampir dua bulan kami berkomunikasi hanya lewat telpon. hal yang benar-benar aku takutkan pun terjadi. suatu hari nomber nya tidak bisa ku hubungi. aku coba mencari alamat yang pernah ku tulis di secarik kertas yang kusimpan di dompetku. dan akhirnya ku temui. langsung kukirim sepucuk surat ke alamat tersebut. untuk memastikan alamat itu benar adanya.


Satu minggu kemudian datang surat balasan ke rumah ku. Ibu menyerahkan saat aku pulang kerja.


"Raina. ini tadi siang ada petugas dari kantor pos mengantar surat untukmu"


dengan tersenyum ibu menyerahkan surat itu.


"makasih, ma. aku ke kamar ya"


[Maaf sayang. seminggu ini aku tak mengabarimu. ponsel ku hilang.kamu tapi bisa menghubungi ku lewat no bapaku. nanti aku tulis di akhir surat. oh iya sekalian juga aku ingin mengabarimu. kalau aku ikut bapak kerja di Kalimantan mulai minggu depan]


begitu sebagian penggalan surat yang kubaca darinya. dan aku memasukan nomber ponsel bapak nya yang dia tulis di akhir surat ke daftar kontak.

__ADS_1


tapi aku tidak bisa seleluasa kemaren saat zaenal memegang ponsel sendiri. namanya juga pinjam punya orang. apalagi ini orangtua. kami tidak bisa saling bercakap intens. hanya percakapan biasa dan hanya untuk saling menanyakan kabar. meskipun kadang aku juga sesekali berbicara dengan bapak nya.


[aku pergi ke kalimantan hari ini. doakan aku sukses di sana. nanti sampai di sana aku kabari kamu]


satu minggu setelah itu zaenal mengirim pesan untuku.


[iya. hati-hati. jaga diri baik-baik di sana. doa ku selalu yang terbaik untukmu ]


aku membalas pesan nya dengan perasaan kalut.


Dan benar saja. satu minggu,dua minggu kabarnya tak kunjung datang. ku buka tutup ponsel ku tiap hari berharap ada pesan masuk darinya. bahkan kucoba hubungi,nombernya pun tidak aktif. perasaan bercampur aduk. bermacam pertanyaan yang tak tau entah apa jawaban nya terus bergulir di benaku. Dan aku pun mengadu pada ibuku.


"apakah terjadi sesuatu saat perjalanan ma? atau dia hanya berbohong untuk menghiburku? padahal dia ingin meninggalkan ku secara pelan-pelan? "


aku berbincang dengan Ibuku. dengan pandangan menerawang entah kemana.

__ADS_1


"sabar, Rai. jangan berburuk sangka dulu. siapa tau sinyal di sana buruk. berdoa lah yang terbaik untuk nya selalu"


Ibu mencoba menenangkan ku. dan membelai punggung ku.


__ADS_2