Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
DENDAM MERTUA BAB 50


__ADS_3

selesai sholat subuh aku menyiapkan semua keperluan acara jalan -jalan kami. dan menyimpan nya di meja Ruang tamu agar dekat nanti membawanya.


"mas, mumpung Queen belum bangun. aku bantuin mbak citra ya"


suamiku kemudian mengiyakan. aku segera pergi ke Rumah mbak citra yang letaknya percis di belakang Rumahku. setelah semua selesai di masak dan di tempatkan di tepak-tepak makanan. aku pulang untuk segera bersiap. kalau urusan mandi dari sebelum adzan subuh aku sudah terbiasa mandi. soalnya suamiku yang selalu minta jatah hampir tiap malam. meskipun kadang aku kewalahan tapi yaa gimana lagi. terima nasib saja akhirnya.


jam sudah menunjuk angka tujuh. Queen masih terlelap.


"Aduuhhh ini cantiknya mama sama ayah. gak biasanya jam segini belum bangun"


aku menepuk pelan pahanya yang gemoy.


"semalam tidurnya malem banget sih Yang. kamu juga gak maksa dia suruh tidur dari abis isa"


aku mencibir kan mulut ku kearah mas zaenal.


"aku bangunkan paksa aja. nangis gak apa. daripada gak di mandiin"


aku mengguncangkan tubuhnya. Dia menggeliat dan sedikit merengek. kemudian membuka matanya.


"bangun tayaaang. sholeha mandiii. kita kan mau dayan dayan"


aku menggodanya sambil membuka seluruh pakaian nya. Queen tersenyum meskipun terlihat matanya masih agak sayu menahan kantuk.


Tin


Tin


Suara mobil mbak citra terdengar di halaman rumahku. suamiku segera memasukan tas perlengkapan kami ke bagasi. untung aku cepat mengurus Queen.


Ibu mertua ku segera ke halaman tanpa menyapaku dan suamiku. bahkan cucunya sendiri yang sudah di dandani cantik pun tak di lirik nya sama sekali.


"mbak yu duduk di kursi belakang sama suami dan Ramdan Ya? "


titah suaminya mbak citra. mereka kemudian masuk dan duduk di kursi belakang. suamiku duduk di kursi depan menemani suami mbak citra yang menyetir.


"Aku duduk sama si cantiiikkk.. iiihhh gemezzz banget aunty sama kamu"


mbak citra dan aku duduk di pintu tengah. anaknya mbak citra di pangku suamiku di depan.


"Neng.Queen biar aku yang bawa ya. nanti kalau mau nyusu baru aku kasih kamu"


aku memberikan Queen ke pangkuan mbak citra.

__ADS_1


"aku udah pompa ke botol susu kok mbak"


sambil memberikan botol itu ke mbak citra.


"sippp"


mbak citra mengacungkan jempolnya. di sepanjang jalan Queenara terus berceloteh. sesakali dia seolah minta di bantu berdiri menengok ke kursi belakang yang di duduki neneknya. tapi hanya Ayah dan Ramdan yang menggoda Queen. mertua ku membuang mukanya ke kaca mobil.


aku dan mbak citra saling pandang. kemudian aku mengambil Queen yang mulai agak rewel.


"sini mbak. seperti nya Queen ngantuk. tadi aku paksa bangun soalnya."


kemudian aku menepuk-nepuk pahanya dan memberikan botol susu di mulut mungil nya. hingga ia tertidur.


Setelah tiga jam kami menempuh perjalanan. akhirnya sampai di pantai yang kami tuju. angin pantai terasa sampai ke tempat kami parkir. di situ juga sudah terdengar deru ombak yang saling beradu.


kami mencari Gazebo yang kosong. untuk menyimpan barang,makanan,dan tempat duduk kami. suamiku memilih yang paling tengah dan lurus ke arah pantai. sehingga jika nanti kami bermain-main di pasir pantai masih bisa mengawasi barang kami dari situ.


Aku duduk di gazebo itu sambil menggendong Queen yang masih tertidur. mertua ku sudah duluan berjalan menjauh entah kemana.di susul yang lain nya berlari menuju pantai. kemudian Queen bangun. menggeliat dan membuka matanya yang sangat indah.


"eehhh cantik nya Ayah bangun. up up up"


mas zaenal langsung mengambil nya dariku. dan menggendong nya.


"ayo yang ke sisi pantai"


sampai di bibir pantai kami mendekat ke arah ombak yang menepi kemudian kembali menjauh bergantian. tampak mbak citra dan keluarga kecilnya menikmati ombak yang menghantam tubuhnya,mereka tertawa bahagia.


mas zaenal melambaikan tangan ke seorang photografer yang menjual jasa photo langsung jadi. kemudian dengan sangat senang dia berlari ke arah kami.


"photo mas? satu kali 15 ribu. ukuran 5R. dan ukuran 10R 25 Ribu"


mas zarenal mengangguk tanda setuju.


"Bikin ukuran 10R semua mas"


terlihat raut wajah senang di balik senyumnya. lalu kemudian aku suami ku yang menggendong Queen berphoto bersama dengan beberapa gaya.


setelah itu suamiku memanggil mbak citra, dan semuanya untuk berphoto bersama.


saat sang photografer memberi aba-aba terakhir dan menekan tombol kameranya. tiba-tiba.


"aaawwww"

__ADS_1


Byurrrr


Mertuaku yang tepat di sampingku menyikutku tepat di dadaku dengan sekuat tenaga. hingga aku tercebur ke dalam ombak yang setengah lutut.


seketika tubuhku tenggelam di air yang tak begitu dalam itu. namun lumayan membuat seliuruh tubuhku tertutup air laut. air seketika masuk ke hidung dan mulutku. untung telingaku masih tertutup kerudung.


"Ya allah Neng"


mbak citra membantuku untuk bangun kemudian membawaku ke Gazebo.


"mbak tolong bawa dulu Raina ke Gazebo aku bayar jasa photo dulu. baru nanti ku susul"


aku di papah mbak citra ke Gazebo. mata hidungku terasa perih. apalagi air nya tercampur pasir karena koyakan tubuhku saat jatuh.


aku melihat Suamiku yang tampak berdebat dengan ibunya dari kejauhan. sambil masih menggendong Queen. sampai akhirnya Queen di gendong ayah menghampiri ku.


"kamu gak apa-apa Rai? maaf kan mertua mu itu ya, dia mungkin masih kesal masalah uang kemaren"


aku mengangguk.


"aku titip Queen mbak. mau ganti baju dulu"


kemudian aku masuk toilet umum untuk mengganti baju. nampak luka memar di dada kiriku bekas sikutan nya tadi. aku menangis sejenak. lalu menyeka nya ketika mendengar suara mas zaenal di balik pintu.


"sayang. boleh aku ikut masuk?"


aku membuka sedikit pintu karena masih bertelanjang dada. hanya memakai bra


"keterlaluan"


tangan nya mengepal melihat luka memar di dadaku.


"sudah mas mungkin gak sengaja, karena terlalu senang di ajak photo"


kemudian aku memakai baju dan kerudungku. menuntun suamiku keluar. dan segera menemui yang lain. yang sudah menunggu untuk makan bersama.


mertua ku tampak sudah mendahului kami..kalau soal makan memang paling gesit. tanpa menoleh sedikit pun ke arahku. aku mengambil Queen dari mbak citra dan mendudukan nya di pangkuanku. mas zaenal menyuapiku yang memangku Queen. kami makan di satu piring yang sama. hening tanpa ada obrolan apapun.


semua kegembiraan hancur seketika karena ulah mertua ku yang masih Dendam padaku. hingga sampai di Rumah pun raut muka bahagia kami hilang. alih-alih bersenang-senang malah kacau semua.


saat melihat-lihat photo untuk di pajang. Raut muka suamiku kembali geram. saat di photo yang terakhir jelas tubuhku tercebur dan Ibunya tersenyum sinis ke arahku. Dia kemudian merobek dan membuang gambar Ibunya.


aku menenangkan nya. memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Queen sudah tidur, kamu mau aku layani?"


hanya itu senjata satu-satunya untuk menenangkan amarahnya. kemudian kami bergulat dalam selimut.saling mengerang dan melepaskan sebuah kenikmatan bersamaan.


__ADS_2