Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
DI TUBRUK ORANG BAB 84


__ADS_3

Bisnisku mulai ramai lagi pesanan akhir-akhir ini. aku juga gak sempat antar jemput Queen ke sekolah. Tugas ku di gantikan nurul sepenuhnya.


"maaf Ya Yuy. aku harus produksi dua minggu ini. pesanan nya banyak"


Aku mengusap pundak Nurul. yang sudah berada di atas motor. Queen melanmbaikan tangan nya sambil mengucap salam.


"hati-hati Yuy, pelan aja bawa motornya."


aku memandangi nya sampai tak terlihat. kemudian masuk kembali untuk membuat pesanan.


"aku bantu ngaduk bumbu nya Sayang. biar tangan kamu gak kepegelan"


suamiku menawarkan bantuan nya melihat aku mengaduk bumbu di kedua wajan yang sangat besar.


aku mengangguk dan mengarahkan nya. aku tak ingin pelangganku kecewa karena beda rasa dari cara pengolahan. sehingga aku sering agak cerewet sama orang yang bekerja atau membantu bisnis ku.


begitupun jika suamiku yang membantu. aku kerap kali mengomelinya jika ada kesalahan.


saat semua pekerjaan sudah selesai .aku hanya tinggal memindahkan ke ruang pengemasan. untuk di kemas oleh anak-anak buahku. mereka sudah faham tentang pekerjaan mereka sehingga aku tak perlu menggurui nya lagi.. hanya tinggal mengecek nya nanti kalau sudah di kemas dan siap antar.


Saat aku selesai membersihkan diri dan syamiku juga baru selesai memakai baju. ponsel ku berbunyi.


nomor tidak dikenal tertera di sana. aku memberikan nya ke suami agar dia yang mengangkat nya.


"Iya, saya ayahnya Queen.. ada apa ya Pak? "


suamiku memasang raut muka terkejut.


"astagfirullah, innalillahi.. baik pak terimakasih informasinya.. kami segera ke sana"


aku mengernyitkan kening dan memandangi wajah paniknya.


"ayo sayang, cepat pakai bajunya. Queen dan Nurul kecelakaan.. pihak sekolah membawanya ke klinik dekat sekolah Queen"


aku segera menyambar pakaian ku dan cepat memakainya.. suamiku berlari mengeluarkan mobil dari garasi dan mengajak Ramdan ikut bersama kami. aku menyambar Dompet ku dan dompet suamiku di atas meja kamarku. lalu berlari masuk mobil. saking paniknya aku membiarkan rambut basahku yang masih acak-acakan begitu saja.


"ada sisir di dasbort Yang.. sisir dulu Rambut mu"


suamiku menoleh ke arahku yang seperti kuntilanak. di balik kepanikan itu dia masih sempat tersenyum melihat penampilan ku.


aku menyisir rambutku. dan menjepit ke bagian belakang dengan jepitan Rambut yang ada di samping sisir itu.


"astagfirullah mas lihat"


aku mengangkat kedua kakiku yang memakai sandal beda warna dan beda model.yang satu sandal jepit warna merah dan yang satu sandal berhias pita warna coklat punya Nurul.


"hahahaha... istriku kalau panik begitu ya"


dia mengacak rambut di pucuk kepalaku. aku memanyunkan mulutku. sambil menoleh ke arah Ramdan yang duduk di belakang.


"dek.. ada sandal mbak di bawah situ.. ambilin sini"


Ramdan segera memberikan sandal itu kepadaku. suamiku menjalankan mobil nya sangat kencang.. sehingga kami sampai di klinik Hanya beberapa menit saja.


kami berlari masuk ke dalam klinik itu. nampak terlihat bapak kepala sekolah dan security sekolah Queen duduk di kursi tunggu.dan berdiri bersamaan saat kami datang.


"Dimana Anak dan Ipar saya pak? "


suami saya bertanya pada mereka. aku hanya mematung berdiri di antara mereka. Ramdan berlari dan mengintip di setiap kaca di ruangan itu.


"tenang pak.sedang di tangani dokter. kita tunggu dokternya selesai"


kepala sekolah mengusap pundak suamiku yang tampak tegang dan cemas. kemudian kami sama-sama duduk menunggu.


tak berapa lama dokter dan perawat keluar dari ruangan penanganan..


aku dan suami segera menghampiri..


"dok bagaimana anak dan ipar saya? "


suamiku bertanya pada dokter itu.


"anaknya sudah sadar. tadi sempat pingsan mungkin karena benturan di kepalanya tapi tidak terlalu parah. sudah bisa di atasi. dan ada beberapa jahitan di dagu dan kening nya"


aku menutup mulutku dan memeluk suamiku sambil menangis.


"silahkan sudah bisa di jenguk. dan untuk tante nya. masih di ruangan sebelah nya. masih di tangani dokter kandungan. sepertinya dia mengalami keguguran"


Ramdan langsung berlari ke ruangan istrinya.


aku saling pandang dengan suamiku.


"keguguran?apa uyuy... hamil?"

__ADS_1


Nurul memang tak pernah bicara apapun hingga kami merasa heran saat dokter berkata keguguran. lalu kami segera masuk ruangan Queen dan memeluknya.. kepala sekolah dan security pun ikut masuk.


"pak,, ini kunci motor nya.. kebetulan motor nya kami amankan di sekolah.. kalau-kalau nanti mau di ambil atau mau di perbaiki ke bengkel tinggal ambil saja"


security memberikan kunci motor ke suamiku. dan pamit bersama kepala sekolah.


Queen masih tampak syok dan belum bisa di ajak bicara. dia hanya menangis saat ku peluk.


suamiku pamit menemui dokter untuk menanyakan apakah Queen dan Nurul bisa pulang hari ini juga.


aku mengelus tangan Queen.


"Queen sudah boleh pulang sekarang kata Dokter. ini obatnya juga sudah ayah tebus..hanya saja Nurul masih harus di rawat beberapa hari sayang"


aku segera berdiri dan mengambil obat dari suamiku. dia menggendong Queen. yang sedah tampak tenang sekarang.


aku lalu berpamitan dulu ke Nurul yang sedang di suapi Ramdan.


"Dek. nanti kalau perlu apa-apa telpon saja. mbak pulang duluan ya"


aku melambaikan tangan ke arah mereka. dan di balas dengan anggukan dari keduanya.


saat di dalam mobil. Queen sudah mulai mau berbicara.


"maaa... Bu Kiki... "


dia merengek sambil menatap wajahku.


"kenapa dengan Bu Kiki sayang?Queen pelan saja bicaranya kalau dagunya masih sakit"


aku mengelus kepalanya.


"Bu kiki yang menubruk motor Uyuy saat mau pulang"


deg


suamiku sontak menghentikan mobil dan menepikan ke trotoar.


"kamu Yakin sayang? "


suamiku melihat ke arah Queen.


dia mengangguk pasti.


Suamiku mengusap kasar wajahnya dan mengacak rambut nya.


"Kikiiiiii... kenapa anaku yang jadi pelampiasan mu"


Dia mengepalkan tangan nya.aku mengelus pundaknya sambil terus menenangkan nya.


"masss,, sudahlah.. kita pulang dan bicara di rumah. "


suamiku segera menjalankan kembali mobil nya dengan sangat kencang.


"masss,,, pelan-pelan.. tahan emosi mu"


muka dan tatapan nya sangat tajam. rahangnya terlihat mengeras.bahkan tangan yang memegang setir pun terlihat sangat mencengram kuat.


Saat sampai Rumah.. dia membukakan pintu untuku. dan menggendong Queen.. mertua dan keluarga yang lain sudah berkumpul untuk mengetahui keadaan Queen. lalu aku menjelaskan semuanya. dan memberi tahu kalau Nurul masih harus di rawat. karena mengalami keguguran.. sedangkan Nurul dan Ramdan sendiri tidak tahu kalau sedang mengandung.


aku segera memberi Makan bubur Yang di belikan Mertuaku saat kami memberikan kabar mau pulang.. lalu memberinya Obat agar dia bisa istirahat dan tertidur.


setelah Queen tidur. kami sekeluarga membahas tentang keterangan yang di sampaikan Queen..


"laporkan saja Nal. ini termasuk Tindak kriminal "


ayah dengan geram menyuruh suamiku melaporkan nya.


"tapi Yah, tak ada saksi mata di situ. hanya Queen yang tahu.. Nurul pun tak menyadari nya"


suamiku memijit kening nya.


"Gustiiii... sepurane atas Dosa kulo. ojo anak kulo sing dadi korban"


dia menunduk sambil mengacak rambut nya. aku mengelus punggungnya.


"sabar mas, sabar"


dia meraih tangan ku dan menggenggam nya.


"apa aku harus memenuhi permintaan nya agar dia tidak dendam dan mencelakai yang lain nya. terutama aku khawatir sama kamu dan Queen sayang"


aku menggeleng..

__ADS_1


"jangan mas.. itu zina.. kamu malah akan menambah dosa.. kita cari jalan lain"


suamiku kembali mengacak rambutnya. diraihnya tanganku dan berlutut di bawahku.


"sayang. aku akan menikahinya kembali besok. asal dia mau berhenti mengganggu kamu dan Queen"


aku menggeleng.


"mas. itu bukan jalan terbaik. itu malah akan lebih menyakiti ku dan Queen.kemarin aku menyetujui karena adanya perjanjian dari mu yang tidak akan menyentuh nya setelah akad."


aku menghela nafas sesaat sambil mengedarkan pandangan kesemua orang yang nampak sama-sama bingung.


"tapi kali ini. permintaan nya bukan hanya ingin kamu nikahi melainkan menginginkan tubuh dan dirimu seutuhnya. perempuan itu serakah mas, buktinya dia tidak mau melepasmu dan menghalalkan segala cara untuk memilikimu meskipun tahu kamu sudah beristri dan punya anak..masss"


aku mengguncangkan tubuh suamiku sambil menangis.


"terus aku harud bagaimana?keselamatan kalian terancam. dia sudah mulai berani melukai"


aku menangis dan beranjak meninggalkan mereka. lalu menjatuhkan tubuhku di atas kasur.


"Ya allah.. tolong hambamu ini. berilah jalan untuk masalah ini.jangan sampai Rumah tangga ku hancur Karena orang ketiga lagi..hamba tak kuat jika harus berbagi suami"


aku membenamkan wajahku di bantal dan menangis sejadi-jadinya. sampai ada yang membelai punggungku dan membalikkan tubuhku. dia merengkuh dan merangkulku.membawaku dalam pelukan nya.


"sayang.. sampai kapanpun aku tak akan pernah menduakan hatiku untukmu.kalaupun itu terpaksa dilakukan percayalah itu bukan di dasari cinta"


aku kembali menggeleng kan kepalaku dengan cepat kali ini.


"aku tetap tak Ridho kali ini mas. aku gak sanggup. toloooongg cari cara lain"


aku menangis sambil menurunkan badanku dan bersimpuh di kaki Suamiku.


"jangaaaann lakuuu kaaan itu masss"


aku meraung dan memohon di kakinya.


dia mengangkat tubuhku dan kembali memeluku yang masih meraung-raung.


"iya sayang,, iya aku tak akab menduakan mu. aku juga janji tak akan melakukan nya. bantu aku dan kuatkan aku untuk mencari jalan keluarnya"


Dadaku semakin sesak. mungkin karena tangisan yang semakin menjadi. nafas ku tersenggal-senggal karena sesegukan juga.


"stop nangisnya sayang, capek"


dia mengusap air mataku dan mengelus punggungku agar aku berhenti menangis.


suamiku menuntunku dan kembali mengajaku bergabung dengan keluarganya yang masih membahas dan mencari jalan keluarnya. tanpa harus menuruti keinginan Kiki.


aku yang masih sesegukan. duduk sambil bersandar di bahu suamiku.


"sebaiknya kita rundingkan lagi besok.. sudah hampir magrib.. kita segera pulang dan sholat. mohon petunjuk sama allah. semoga ada jalan dari nya yang terbaik"


Nange menyudahi dan memutuskan agar semua pulang dulu.


aku dan suami pun segera berwudhu.


aku melihat Queen di kamar nya dulu. Queen di temani Ibu mertuaku selama Nurul masih belum pulih.


aku kemudian segera sholat bersama suamiku. selesai sholat suamiku tampak khusyuk dengan dzikir nya.. sesekali pundaknya terlihat berguncang dan menunduk untuk menghapus air matanya. selesai dengan dzikir nya kemudian dia membalikan badan nya ke arahku yang dibekakang nya.


aku meraih tangan nya dan mencium nya. Dia mencium keningku sangat lama dan terasa air matanya menetes ke wajahku. aku memeluknya,dan kami menangis sambil berpelukan.


sampai selepas isa. kami hanya merenung di atas kasur tanpa sepatah katapun dari bibir kami berdua.aku mengalihkan pendanganku yang sedari tadi menatap langit-langit ke arahnya.


aku memiringkan tubuhku dan mendekatinya.


"mass, "


aku mengusap dadanya dan meletakan kepalaku di sana.


"iya kenapa sayang?"


aku menggeleng dan hanya terdiam menikmati aroma tubuhnya yang selalu ingin ku hirup setiap saat. aku tak ingin aroma tubuh ini tercium wanita lain selain aku. aku semakin mendekap nya erat.


"jangan takut sayang, aku tak akan meninggalkan mu"


dia memiringkan badan nya dan memeluku. merapatkan seluruh tubuhnya hingga menempel dengan tubuhku.


"aku mencintaimu sampai akhir hayatku Raina. bahkan aku meminta ke tuhanku jangan pernah di pisahkan sampai di surga nanti tetap bersama"


aku mengangguk dan semakin mengencangkan pelukan ku. nafas nya terasa semakin memburu.


"sayang, tidak ada yang membuatku secandu ini,tidak ada yang bisa membuat ku ketagihan terus setiap hari Raina"

__ADS_1


suaranya mulai parau.dan aku semakin pasrah malam ini.


__ADS_2