Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
IJAB QOBUL Bab 28


__ADS_3

Setelah beristirahat dari perjalanan panjang mereka menuju tempatku. mereka kini terlihat bugar dan terdengar gelak tawa di Rumah itu yang memang bersebelahan dengan kamarku. Terdengar juga Ayah dan Evan ikut serta berbaur dengan mereka.


Hari bahkan sudah larut malam. aku yang tak diperkenankan untuk bertemu dulu dengan zaenal kecuali saat tadi memperkenalkan diri ketika mereka datang,saling berkirim pesan dengan zaenal.


[sayang. kamu deg-deg an gak? ]


zaenal melontarkan pertanyaan yang sebenarnya aku juga ingin menanyakan nya.


[iya, banget Yang]


[Hahaha, samaaa]


aku kemudian membalasnya dengan emoticon tersenyum menutup mulut.


[Aku mau keluar sebentar. mau duduk di teras. cari angin agar gak terlalu gugup. kamu tidur sayang. besok harus tampil segar ketika di rias]


[iya sayang. aku tidur duluan ya]


aku kemudian membubuhkan tanda hati di pesanku. diapun membalasnya dengan tanda yang sama.


aku mencoba mendengarkan musik memakai headset di telinga ku. agar bisa tertidur. Dan merasa fresh saat di rias esok hari. aku harus tampil cantik di hari spesial besok. Bismillah.


Aku yang masih terlelap dengan musik di ponsel yang belum di matikan. Di bangunkan Ibu.


"Rai, sayang. ayo mandi trus sholat subuh. sebentar lagi Perias pengantin nya datang"


Ibu mengguncangkan tubuhku pelan. aku menggeliat kemudian duduk di pinggir tempat tidur sambil mengumpulkan jiwa yang belum sepenuhnya kumpul. kulihat semua orang tengah sibuk dengan tugasnya masing-masing. terlihat juga Ayah yang sedang berkaca memakai baju batik dan peci hitam di kepalanya. sesekali terdengar gelak tawa ketika Ayah bercanda memperagakan prosesi ijab qabul dengan menjabat tangan Evan,Dan Evan pun berpura-pura menjadi mempelai pria nya. gelak tawa pun terdengar ricuh kembali.


aku bergegas mandi dan menunaikan sholat subuh. setelah selesai benar juga perias pengantin ku datang. Dan aku di dandani nya secantik mungkin.Di sela proses Rias aku sesekali berbalas pesan dengan zaenal.


[kamu lagi di dandani ya Sayang? ]


[Iya. sebentar lagi selesai. nanti setelah aku. giliran Ibumu dan kedua Ibuku. baju pengantin mu juga nanti di antar ke situ. dan dipakaikan si teteh Rias]

__ADS_1


Aku membalas pesan nya kemudian kembali fokus ke kaca di depan ku.


"Sudah Neng. di lihat kalau ada yang kurang nanti di perbaiki "


periasku mengarahkan kaca depan wajahku.


"Sudah teh. makasih puas sekali saya"


aku tersenyum puas dengan hasil riasan nya. tidak terlalu menor seperti yang ku minta. lebih terlihat natural di wajahku. dengan mahkota kecil di atas hijabku. serta layer warna putih berteteskan permata menjuntai di balik hijab hingga ke bagian bawah pinggang. kebaya putih yang panjang menjuntai, dengan bawahan kain batik lereng hitam putih membalut tubuhku dengan indah. di sisi hijab kiri kananku tergantung Roncean bunga melati yang melambangkan suci pernikahan. setelah selesai kemudian pengrias pengantin menuju Ruang tengah untuk mendandani kedua ibuku dan anaku.


setelah itu baru giliran calon ibu mertua dan suamiku.


...****************...


Waktu sudah menujukan angka tujuh. terdengar dari kamarku. acara penyambutan demi sambutan telah di laksanakan. Aku belum di perbolehkan keluar sebelum prosesi Ijab Qabul berlangsung. karena di tempatku memang begitu aturan nya. mempeai wanita di perbolehkan keluar setelah kata syah dari para saksi dan penghulu.


Ibuku mengirim foto zaenal yang di balut baju pengantin warna putih, dengan kain lereng pendek yang di padukan celana putih. peci putih bermanik menghiasi wajah ganteng nya. berdiri di ambang pintu pagar di apit kedua orang tuanya.


[Mantu ku ganteng nyaaa]


Hingga pada waktunya penghulu datang. dan beberapa saat kemudian terdengar dari pengeras suara, penghulu sedang memberikan arahan dan nasihat kepada zaenal. kemudian terdengar kembali.


"Baiklah bagaimana mempelai Pria sudah siap? "


zaenal terlihat dari video siaran langsung di IG adiku mengangguk. setelah menghela nafas.


"Wali nikah dan para saksi sudah siap? "


kemudian mengarah ke arah Ayah dan saksi. terlihat Ayah malah yang gugup. terlihat ketegangan di wajahnya. dan mata berembun di balik kacamatanya. entah Haru atau memang benar gugup.


Akhirnya tiba juga saat yang menegangkan. aku duduk di kamarku ditemani kedua anaku dan Ibu sambungku. sementara ijab dilaksanakan di ruang tamu tepat di depan pelaminan. sengaja kami memilih duduk bersila di atas karpet permadani agar bisa menampung hadirin lebih banyak.


"Baiklah pak sukarsa sudah siap? "

__ADS_1


kemudian penghulu menyatukan tangan Ayah dan zaenal sehingga berjabatan.


" Ananda Zaenal Nurrahman aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku yang bernama Raina Anggraeni binti sukarsa dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai"


kemudian ayah agak menghentakan jabatannya pelan pertanda zaenal harus mengucap ijabQobul. setelah nya. jantungku berdegup kencang tak beraturan mendengar suara dari speaker yang terdengar jelas ke kamar ku.


"Saya terima nikah dab kawin nya Raina anggraeni binti Sukarsa dengan maskawin tersebut tunai"


dengan lantang dan tanpa terbata-bata dia mengucapkan kata sakral itu.Di susul dengan ucapan syah dari para saksi.


setelah itu kemudian kami semua berdoa yang di pimpin oleh penghulu. terlihat Ayah menangis tersedu hingga tubuh nya terguncang. Evan memeluk dan mengusap lengan nya. agar sedikit tenang.


setelah itu aku baru di panggil keluar kamar menuju tempat ijabQobul di laksanakan. aku yang di dampingi kedua anaku kemudian menuju ke tempat itu. setelah selesai menandatangani surat nikah dan dokumen lain nya. kemudian kami berdiri. zaenal menyerahkan mas kawin nya. fotografer mengabadikan moment itu.


kemudian setelah itu aku mencium tangan suamiku dan dia mengecup keningku. Dia memegang pucuk kepalaku sambil mengucap doa. aku menunduk dan mengangkat kedua tanganku di depan dada lalu mengaminkan. aku kembali mencium tangan nya.


setelah itu kamipun menyalami kedua orangvtua dan kerabat yang hadir di situ. kemudian sama-sama menikmati hidangan alakadar nya.


setelah itu Ibu dan keluarga ku menyiapkan oleh-oleh dan barang bawaan untuk keluarga zaenal. karena mereka memutuskan kembali kejawa setelah sholat ashar nanti.


setelah tamu undangan habis. tak begitu banyak yang kami undang. teman sekolah ku pun hanya sebagian saja. dan tetangga yang dekat saja. hingga ketika ashar kami aku dan zaenal langsung mengganti pakaian pengantin kami.


aku segera mandi dan mengenakan baju gamis yang di bawakan zaenal sebagai seserahan lengkap dengan kerudung nya. sementara zaenal memilih sibuk menjawab ucapan selamat dari teman-teman nya melalui pesan di ponselnya. sambil tiduran mengenakan kaos oblong dan celana kain hitam.


"Yang, kamu gak mandi? abis ini kita antar keluarga mu ke depan lho"


aku memegang kakinya yang berselonjor di tempat tidur.


"Aku mandi setelah mengantar mereka Yang. biar sekalian sholat ashar nanti"


aku mengangguk sambil tersenyum dan duduk di dekat kaki nya. tak lama Ayah dan Ibu mamanggil kami.


"Rai, Nal. ayo kita antar keluargamu. mereka sudah siap"

__ADS_1


aku dan zaenal kemudian bergegas menemui mereka. kami saling bersalaman dan saling berpelukan. mereka kemudian masuk ke dalam mobil kemudian melaju menjauh terlihat dari balik kaca mereka masih melambaikan tangan. dan di balas dengan lambaian pula oleh aku, zaenal dan keluargaku.


__ADS_2