Jodoh Yg Sempat Tertunda

Jodoh Yg Sempat Tertunda
AWAL BENCANA BAB 55


__ADS_3

setelah perdebatan itu aku tak pernah meladeni mertua ku.sampai suatu hari Dia datang kerumahku dengan senyam senyum ke arahku.


"Raina, kamu masih butuh orang gak? "


aku melirik ke arahnya.


"udah cukup sih Bu. tapi untuk siapa? "


dia mendengus.


"ponakan nya ayah, dia baru keluar sekolah taun ini. nyari kerja tapi susah katanya. kamu bisa bantu kan? kerja apa aja dia mau"


aku berpikir sejenak.


"bener ponakan Ayah? "


aku seolah gak percaya. soalnya Ayah juga gak pernah cerita kalau punya ponakan perempuan.


"I iya lah ponakan Ayah. po ponakan jauuuh"


aku menghela nafas medengar ucapan nya yang terbata-bata.


"ya udah, kapan dia datang?nanti biar dia bantu bagian packing paket ke luar kota"


Dia kemudian kegirangan dan segera berlari ke rumah nya kembali.


"yess, ya udah aku telepon orangnya langsung biar nanti sore suruh datang"


aku menggeleng. gak ada kata terimakasih dari mulutnya. karyawan ku yang lain ikut menggeleng melihat tingkahnya.


...****************...

__ADS_1


sore itu juga orang yang di maksud datang dan langsung menemuiku di antar Ibu. aku melihat dari bawah sampai atas. kuku kakinya di kutek warna biru menyala, dia memakai Rok mini yang hanya sejengkal.dengan atasan kaos berkerah V menunjukan belahan dadanya. Rambutnya di cat warna Pink menyala.


"Naila"


Dia menyodorkan tangan nya ke padaku. aku menyambut nya dengan sedikit tersenyum.


"titip ponakan ku Raina. tidurnya biar nanti di rumah ku"


kemudian pergi meninggalkan nya. dalam hati aku ngomong sendiri. iya lah di rumah situ. d sini bukan penampungan artis karaoke.


"eemm. Naila. kamu gak ganti baju dulu sebelum kerja? kamu langsung bantu yang lain dulu sebelum nanti aku kasih tau kerjaan mu"


aku menatap ke arah penampilan nya yang seperti wanita di tempat karaoke.


"gak ah mbak. gini aja. gk betah pake baju panjang. panas"


dia mengibaskan rambutnya. aku mengangguk sambil menghela nafas. di dalam Nurul melambaikan tangan nya ke arahku. aku bergegas menghampiri nya.


Nurul berbisik.aku mengernyit kan dahiku.


"laaahh bukan nya ponakan ayah? "


Nurul memukul tanganku.


"ih bukan teteh. pokonya hati-hati"


aku menghela nafas.cobaan lagi cobaan lagi.


sore hari saat mas zaenal datang. aku menuntun Queen yang sudah bisa jalan ke arah Ayah nya. Queen sudah cantik dan sudah mandi.


"assalamualaikum, Ratu -ratunya Ayah"

__ADS_1


aku mencium tangan suamiku. lalu dia menggendong Queen.


"Queen udah mandi ayah. udah cantik. mau ajak ayah makan di luar"


aku menggandeng tangan suamiku. dan mengelus punggung nya mesra. karena dari tadi Si Naila melirik terus ke arah suamiku. suamiku yang baru sadar ada Dia. mengernyitkan kening nya.


"sejak kapan ada perempuan itu?kenal dari siapa kamu Yang? "


aku tersenyum.


"baru beberapa menit yang lalu, lho katanya ponakan ayahmu kata Ibu"


Suamiku bergidig dan segera menuntun Queen ke kamar.


"mungkin iya. tapi setauku keluarga ayah anak pondok semua"


dia mengangkat bahunya. aku mengikutinya ke kamar.


suamiku mengambil handuk lalu berlalu ke kamar mandi.


setelah suamiku memakai pakaian nya. aku segera ganti baju dan memakai kerudung. mengambil dompet dan tasku. suamiku memangku Queen.


"Nurul..ayok"


aku memanggil Nurul. dia memang selalu ku ajak jika Queen ikut. bukan tak mau di ganggu tapi Kasihan sama Nurul. biar ikut merasakan juga.


Naila tak berkedip melihat ke arah suamiku. yang terlihat ganteng dengan kaos Polo berkerah warna Biru.celana chino pendek dengan saku di pinggir kiri kanan warna Abu. bulu kakinya terlihat seksi. dengan sepatu Kate Donker.


aku menggandeng tangan nya. kemudian mengambil Queen ke pangkuan ku.


mulutnya menganga ketika suamiku. menekan Remot kunci mobil kami. yang baru di beli satu bulan lalu. kami kemudian pergi tanpa menghiraukan nya masih dengan mulut nya yang menganga.

__ADS_1


__ADS_2