Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Tidak Suka


__ADS_3

"Temani aku dulu," Rian menatap sekitar, semua pelanggan sudah mendapatkan pesanannya. "Masih belum ada yang datang lagi kan!"


Meili juga mengedarkan pandangannya, hingga akhirnya ia duduk di depan Rian yang terhalang meja.


Ternyata Meili dan Rian lumayan akrab, terlihat dari obrolan mereka yang nyambung.


Meili sesekali tertawa mendengar lelucon yang di ucapkan Rian di sela-sela makan nya.


Dan interaksi mereka berdua sedari tadi tidak luput dari pandangan Raka. Entah kenapa ia tidak suka melihat itu.


*


*


...Area DEWASA ya gengs...


Di saat hari menjelang sore, ternyata Nathan masih berada di rumah Mariam.


"Mau kemana?" Melihat istrinya yang beranjak dari duduknya. Ia sedari tadi menemani Jessy menonton acara televisi, yang menampilkan beberapa acara animasi. Dan sekarang serial itu sudah selesai.


"Mau mandi udah sore," jawab Jessy dan ia kemudian pergi menuju kamarnya.


"Mandi?" gumam Nathan. Hingga di detik berikutnya ada senyuman penuh arti yang terbit di bibirnya.


Jessy yang sudah berada di kamar mandi, memejamkan matanya ketika air dari shower membasahi wajahnya. Merasakan dingin yang kini menyusuri kulit putihnya.

__ADS_1


"Astaga!" Jessy seketika tersentak kaget merasakan ada tangan kokoh yang melingkar di pinggangnya. Apalagi ia kini sedang mandi dan tentu saja ia sedang te lanjang.


Te lanjang?


Tentu saja Jessy langsung menutup aset pribadinya.


"Jangan di tutupi, aku sudah pernah merasakannya." bisik seseorang yang ternyata adalah suaminya.


Jessy melupakan kehadiran suaminya yang berada di rumah, hingga ia tidak mengunci kamar mandi. "Kenapa masuk? Kan nanti bisa gantian kalau aku sudah selesai."


"Memang aku sengaja," ucap Nathan enteng.


Mata Jessy membulat mendengar itu. Ia langsung membalikkan badan, dan lebih terkejut lagi mendapati suaminya yang sudah te lanjang bulat seperti dirinya. "Astaga!"


"Kita belum pernah mencoba di kamar mandi! Bagaimana kalau kita mencobanya?" Mata Nathan sudah sedikit memerah, dan suaranya yang terdengar berbeda dari sebelumnya. Pandangan matanya bahkan menyusuri lekuk tubuh polos istrinya.


"Mencoba olah raga panas," Nathan kian mengikis jarak di antara mereka. Hingga Jessy tersudut di dinding kamar mandi.


Jessy menelan ludahnya susah paya, kenapa suaminya itu meminta di saat seperti ini. Namun sedetik kemudian matanya mengarah ke bawah, benar saja! Batang singkong itu sudah terbungkus balon merah. Ia lupa jika balon ajaib itu masih tersimpan di laci.


"Tapi umph--"


Nathan tidak membiarkan istrinya untuk bicara, ia menggapai bibir merah yang selalu menggodanya.


"Jangan pikir aku tidak tau, kalau waktu malam itu kamu sengaja melakukannya." ujar Nathan ketika tautan bibir mereka terlepas.

__ADS_1


Pipi Jessy seketika merona, dan ia ingat kekonyolan nya malam itu.


"Sekarang aku akan melakukannya." Nathan memulai aktivitas panasnya. Sudah beberapa hari ia tersiksa menahan untuk tidak menyentuh istrinya.


"Ungh," lenguhan Jessy terdengar di sela-sela tautan bibir mereka. Ia merasakan bagaimana tangan suaminya yang sekarang sedang bermain di dua asetnya secara bergantian. Meremas dan memainkan puncak asetnya dengan gemas.


Bibir Nathan setelah puas menikmati bibir istrinya, sekarang berganti turun menjelajahi leher mulus milik Jessy. Dan seperti sebelumnya ia akan meninggalkan tanda kepemilikannya, seolah membiarkan orang tau bahwa Jessy sudah menjadi miliknya.


Jessy hanya bisa melipat kedua bibirnya rapat-rapat merasakan itu.


Hingga leher Jessy sudah tidak ada tempat lagi untuk dirinya melukis, akhirnya ia terus turun sampai di mana benda bulat sudah di depan wajahnya. Dan tentu saja itu akan menjadi target permainan mulutnya setelah ini.


"Ahh," tangan Jessy meremas rambut Nathan. Ia merasakan suaminya itu menghisap miliknya dengan kuat, seakan akan takut ada yang merebutnya.


Beberapa saat kemudian, Nathan sudah puas menikmati dua bulatan yang tadi ia hisap. Ia mensejajarkan dirinya dengan Jessy yang sekarang masih memejamkan matanya. "Sekarang kita ke permainan intinya."


Mata indah Jessy terbuka, ia bisa melihat nafas suaminya yang memburu seperti dirinya. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya, tubuhnya sudah terasa panas dan menegang.


Nathan langsung saja memutar tubuh Jessy menghadap tembok.


"Akh," pekik Jessy. Ia merasakan milik suaminya yang memasukinya begitu saja.


Di detik berikutnya, kamar mandi yang tadinya dingin kini berubah di selimuti hawa panas dari pasangan suami istri itu. Mereka terus berpacu mencari kenikmatan yang hampir dua minggu tidak mereka rasakan.


Bahkan Nathan tidak membiarkan istrinya beristirahat, meskipun Jessy sudah mencapai puncak terlebih dahulu.

__ADS_1


Olahraga raga panas itu di temani oleh aliran air yang terus mengguyur tubuh mereka.


Hingga Satu jam berlalu, pasangan suami istri itu baru keluar dari kamar mandi. Dengan Jessy yang di gendong oleh Nathan, tentu saja karena Nathan mengulangi permainannya hingga beberapa kali.


__ADS_2