Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Prom Night Spesial


__ADS_3

Jessy sudah terlihat cantik malam ini, seperti pesan suaminya kemarin ia menggunakan gaun yang di belikan oleh suaminya. Polesan make up tipis pun sudah menghiasi wajah cantiknya.


Tapi ia sedikit heran, mulai kemarin suaminya itu tidak datang menemuinya. Bahkan seharian ini, suaminya hanya mengirimkan beberapa pesan saja.


"Jessy, sudah belum?" Meili yang baru datang dan langsung menerobos ke kamar Jessy. Ia seakan lupa jika sahabatnya itu sudah menikah.


Meili sendiri juga sudah terlihat cantik, dengan gaun lengan pendek, dan panjang selutut. Tapi, tumben sekali gadis itu malam ini menggunakan warnah merah menyala dan rambut yang ia gelung hingga menampakkan leher putihnya.


Jessy memutar bola matanya malas melihat kelakuan sahabatnya yang tidak berubah itu. Ia mengajak Meili tentu saja ia di sana nanti tidak mau sendirian, ia tidak mungkin menyuruh suaminya untuk selalu di sisiNya. "Ya sudah ayo berangkat."


Selama di perjalanan, Jessy kembali mengotak atik ponselnya. Tapi tidak ada kabar sama sekali dari suaminya.


Hingga tak lama, mobil yang di kendarai Meili sampai di halaman sekolah yang rupanya sudah ramai.


"Ternyata yang ikut banyak juga Jessy," seloroh Meili. "Kalau begini bisa beneran dapat jodoh." antusiasnya.


Tanpa menanggapi ucapan Meili, Jessy langsung turun dari mobil.


Setelah itu mereka berjalan menuju ruangan yang akan di jadikan prom night. Ketika kedua gadis itu mulai berjalan memasuki area, sontak saja mereka menjadi pusat perhatian.


Jessy yang terlihat anggun dan mempesona, dan Meili yang terlihat berbeda dari biasanya.


Jessy mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan suaminya, namun sama sekali tidak terlihat. "Apa belum datang ya?" gumamnya.


Sedangkan Meili, ia sudah mengedarkan pandangannya bersiap untuk mencari mangsa yang akan di jadikan calon pacar.


"Jessy, aku ambil minum dulu ya!" pamit Meili. "Mau di ambilkan juga?" tawarnya, tapi mendapat gelengan kepala dari sahabatnya itu.


Baru saja Meili pergi dari sana, Tasya berjalan mendekat ke arah Jessy.


Malam ini, Tasya juga terlihat begitu cantik dengan gaun bewarnah putih. "Kak Jessy," sapanya.


Jessy langsung menoleh ke arah sumber suara, yang ternyata Tasya sudah berdiri di belakangnya.


"Selamat Kak, atas pertunangannya." ucap Tasya.


Jessy hanya tersenyum tipis mendengar ucapan adik tirinya itu, sudah berbulan bulan ia bertunangan dan baru hari ini ia mengucapkan selamat. "Terima kasih."


Tak selang beberapa lama, semua yang hadir di sana tiba-tiba mendadak menjadi riuh. Kedatangan seseorang membuat suasana menjadi ramai.

__ADS_1


Jessy dan Tasya sontak mengalihkan pandangannya pada pintu masuk. Dan betapa terkejutnya mereka, ternyata itu adalah Nathan. Ia datang dengan penampilan baru, rambutnya yang sebelumnya berwarna sedikit kecoklatan sekarang berganti warnah lebih terang.


Perubahan yang di lakukan Nathan semakin membuatnya mencolok di antara yang lainnya. Tentu saja ia semakin bersinar dengan ketampanannya.


Nathan hanya berjalan lurus, yang ia tuju sekarang adalah di mana tempat istrinya berdiri dengan pandangan tak berkedip menatapnya. "Maaf sayang, aku terlambat." Ia begitu saja memeluk Jessy, membawanya ke dalam dekapan.


Hal itu semakin membuktikan bahwa mereka benar-benar tak terpisahkan, bahkan sikap Nathan begitu berubah jika di dekat Jessy. Ia yang biasanya terlihat datar, kini berubah begitu hangat dan romantis.


Sedangkan pasangan suami istri itu sekarang tidak menyadari kehadiran Tasya di dekat mereka.


Tasya meremas gaunnya kuat, menahan debaran jantungnya yang tiba-tiba berdetak dengan kencang. Hanya satu yang ia rasakan sekarang, sakit.


Ia berlalu berlalu begitu saja dari sana sebelum hatinya bertambah perih.


"Jadi gara-gara ini, mulai dari kemarin sama sekali tidak terlihat?" sungut Jessy setelah pelukan mereka terlepas.


Awalnya tadi ia memang terpesona dengan penampilan baru suaminya yang semakin tampan, namun kemudian ia berpikir ulang. Jika suaminya bertambah tampan pasti akan lebih banyak yang ingin mendekati suaminya, karena jaman sekarang mereka tidak peduli meskipun sudah berstatus suami orang masih saja di libas. Jiwa kepemilikannya seketika muncul, ia tidak rela jika suaminya itu menjadi santapan mata-mata nakal.


Nathan hanya terkekeh mendengar ocehan istrinya. Sebenarnya ia hanya ingin berpenampilan sedikit berbeda saja agar terlihat lebih segar dan itu buat istrinya. Ia menarik pinggang istrinya agar lebih merapat, ia tidak peduli semua mata yang sedang tertuju padanya. "Jangan marah, nanti semakin menjadi cantik. Aku akan susah menahan diriku jika seperti ini."


"Menahan apa," sahut Jessy yang masih dengan nada sewot.


"Dasar tidak tahu tempat!" sembur Jessy.


"Woy!" Ariel dan Reza membuyarkan keromantisan pasangan suami istri itu. "Di tunda nanti kan bisa!" cibir Ariel.


"Iya, mentang-mentang dah halal." Reza ikut menimpali.


Nathan sama sekali tidak menanggapi ocehan temannya, dalam sekejap ia berubah kembali dalam mede datar. Tapi tidak dengan Jessy, tentu saja ia merasakan malu dan ia hanya bisa menyembunyikan rona pipinya.


"Raka kemana?" Nathan tidak melihat keberadaan sahabatnya itu.


Reza dan Ariel juga baru menyadari jika sahabat mereka menghilang, padahal tadi mereka datang bersama.


"Loh, kemana tuh anak?" Ariel mengedarkan pandangannya. "Apa lagi mules ya?" kekeh nya.


*


*

__ADS_1


Setelah malam sudah cukup larut, Nathan memutuskan untuk mengajak istrinya pulang.


"Tunggu!" sergah Jessy. Ia baru menyadari jika Meili sejak berpamitan ingin mengambil minum tadi sampai sekarang belum kembali. "Meili nggak ada," setelah mengedarkan pandangannya dan tidak mendapati keberadaan Meili.


"Kamu kirim pesan saja, mungkin dia sedang ada urusan." usul Nathan.


Jessy melakukan apa yang di suruh suaminya. Ia mengirimkan pesan jika akan pulang dengan suaminya.


Tidak lama, ternyata ada balasan pesan dari Meili. Dan gadis itu mengiyakan nya.


"Ya sudah ayo," ajak Jessy.


Di dalam perjalanan, Jessy sedikit bingung dengan jalan yang ia lalai. Karena itu bukan jalan menuju rumahnya ataupun rumah suaminya.


"Kita mau kemana?" tanya Jessy. Namun suaminya hanya diam dan memberikan senyum tampannya.


Beberapa saat kemudian, Jessy di buat terbengong ketika mobil yang di kendarai suaminya berhenti di depan hotel. "Ini?"


"Ayo!" tanpa menjawab, Nathan mengajak Jessy masuk kedalam.


Jessy di setengah kebingungan nya hanya menurut ketika suaminya menggandeng tangannya. Hingga mereka masuk ke dalam sebuah kamar pun Jessy masih belum sepenuhnya sadar. Apalagi di dalam kamar ia di suguhkan dekorasi kamar yang begitu cantik. Bahkan di atas ranjang dan sisinya sudah tersebar kelopak bunga mawar.


Nathan langsung melancarkan aksinya begitu pintu kamar hotel tertutup. Ia memeluk istrinya dari belakang, dengan dagu yang bersandar di bahu Jessy. "Kita belum pernah bulan madu, jadi sekarang saja berbulan madu." bisik nya. Dengan nakal ia sengaja menggigit kecil daun telinga Jessy, dan itu membuat sangat empunya meremang seketika.


Nathan membalikkan tubuh istrinya hingga sekarang mereka berhadapan. Ia tersenyum melihat mata indah itu terpejam karena ulahnya tadi.


Perlahan tapi pasti, ia mulai mengikis jarak di ntaran mereka. Hingga kedua bibir itu bertemu, Nathan memangutnya dengan lembut. Tidak ada penolakan dari istrinya, hingga kemudian ia perlahan menggiring istrinya menuju ranjang yang sudah terhias indah.


Di detik berikutnya, suasana di kamar hotel itu berubah menjadi panas. Bahkan dinginnya AC tidak mampu mendinginkan dua insan yang sedang di mabuk hasrat membara. Kelopak bunga yang tadi tertata rapi, sekarang sudah tidak berbentuk.


...----------------...


...Papa Nathan mau lewat....



...Untuk yang mau kisah Raka dan Meili sabar dulu, kisah mereka akan di lanjut di judul yang sama dengan Papa Nathan dan Mommy Jessy. Itu artinya nunggu kisah pasutri itu kelar dulu....


...Kalau kalian minta cerita Raka dan Meili di selipkan jadi satu sama Papa Nathan, nanti bakalan pendek banget part yang khusus mereka karena sudah kecampur sama kisah Papa Nathan. Maaf ya nggak bisa balas komentar kalian satu persatu 🙏...

__ADS_1


__ADS_2