
Flashback On.
Sudah beberapa jam Jesy tidak sadarkan diri, dan semua itu karena melihat keadaan terakhir Mariam.
"Sayang," panggil Nathan dengan lirih.
Tangan kokoh itu tidak pernah lepas untuk menggenggam tangan istrinya yang masih terpejam. Apalagi mengingat perkataan Dokter tadi yang memeriksa keadaan Jessy, jika di rahim istrinya sedang tumbuh buah cinta mereka.
"Hey, apa kamu tidak ingin bangun?" kata Nathan yang tentunya tidak dapat Jessy dengar. "Aku punya kabar gembira, dia sudah hadir." ucapnya dengan mengusap perut istrinya.
Sungguh melihat keadaan istrinya sekarang juga ikut membuatnya sakit, Jessy yang tangguh awal ia kenal dulu sekarang nyatanya sangat rapuh.
Hingga petang menjelang, Nathan merasakan pergerakan pada jari istrinya.
Nathan yang baru saja ingin memejamkan matanya, sontak ia urungkan.
"Sayang," Samar-samar Jessy mendengar suara suaminya. Dan benar saja ketika di awal pertama ia membuka matanya, ada suaminya yang menatapnya dengan rasa khawatir.
"Aku ingat semuanya," kata Jessy lirih.
Nathan menautkan kedua alisnya, karena masih belum paham. Apa mungkin tentang Nenek?
"Mama," ucapnya di iringi air matanya yang mengalir begitu saja. "Aku ingat kejadian itu," imbuhnya.
Meskipun Nathan masih belum paham apa yang di maksud istrinya, ia kemudian beranjak dari duduknya untuk memeluk Jessy.
__ADS_1
Entah sebenarnya apa yang Jessy alami, tapi di dalam ketidak sandarannya ia melihat bagaimana kejadian di kolam renang beberapa tahun lalu yang membuatnya takut berenang hingga saat ini. Dan kini ia baru mengetahui penyebabnya.
Setelah beberapa saat, Jessy mulai bisa mengendalikan dirinya dan menceritakan apa yang sebenarnya ia alami dulu.
"Semuanya terjadi karena kehendaknya," ujar Nathan. Ia tidak mau jika Jessy menyalahkan dirinya sendiri.
Tapi tetap saja kini ia mengerti kenapa sikap papanya seperti itu terhadapnya, secara tidak langsung telah menyalahkan dirinya atas kematian sang mama.
Dan untung saja ia masih mempunyai nenek yang begitu menyayanginya.
Nenek.
"Nenek!" Jessy beru teringat dengan Mariam. Ia hampir saja turun dari ranjang untuk melihat keadaan neneknya, jika saja suaminya tidak mencegahnya.
"Tenanglah," Nathan mencoba menenangkan istrinya. Menatap dalam kedalam bola mata Jessy, sejenak ia menghirup udara sedalam-dalamnya sebelum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Nenek berhasil di selamatkan."
Jessy memaku mendengar itu, tapi sejujurnya ia merasa senang dengan kabar yang ia dengar.
"Dan untuk saat ini kamu harus banyak istirahat, semua ini juga demi dia." Nathan lagi-lagi mengusap perut Jessy.
"Dia?" Jessy mengulangi perkataan suaminya. Hingga kemudian ekor matanya melirik tangan Nathan yang berada di perutnya.
"Iya, dia." Nathan menganggukkan kepalanya dengan mata yang mulai memanas. "Malaikat kita sudah hadir."
Deg.
__ADS_1
Jantung Jessy berdebar mendengar itu.
Malaikat?
Baby?
Sungguh ini sebuah takdir yang tak bisa ia tebak, hampir saja ia tadi kecewa karena hampir kehilangan sang nenek. Tapi kini, ia mendapatkan apa yang di harapkan nya. Bahkan sebuah kepercayaan untuknya menjadi seorang ibu.
Nathan lagi-lagi mendekap tubuh yang masih memaku itu. "Terima kasih sayang, aku berjanji akan menjaga kalian berdua sebaik mungkin."
Di detik berikutnya, Jessy hanya bisa menangis di pelukan suaminya. Saat tersadar betapa Tuhan masih berbaik hati padanya.
...----------------...
...Ini cover cerita tentang Meili ya 😁, bentar lagi louncing. ...
Memiliki kehidupan yang bergelimang harta siapa yang tidak mau, semua orang juga pasti menginginkannya. Tapi kenyataannya hidup terkadang hanya indah jika di lihat dari luarnya saja, tapi belum tentu bagi yang menjalaninya.
Seorang gadis cantik yang berjuang untuk kebahagiaanya di tengah kehancuran rumah tangga orang tuannya. Dengan sikap ceria yang selalu terlihat padanya guna untuk menutupi kesedihan yang ia rasakan.
Setelah perceraian orang tuanya, sang papa hanya sibuk untuk mengurusi bisnisnya yang semakin berkembang.
Hingga ia masuk sekolah SMA, di sanalah gadis itu menemukan indahnya dunia yang belum pernah ia rasakan.
__ADS_1
Meili.
Gadis berperawakan tubuh mungil dengan tingkah cerianya juga kekonyolannya yang terkadang menimbulkan kehebohan.