Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Di Hukum Bersama


__ADS_3

Esok harinya terlihat siswi cantik yang berjalan mengendap endap ke kawasan sekolah melalui halaman belakang sekolah. Ini baru pengalaman pertama kalinya ia terlambat masuk sekolah. "Untung saja punya teman yang langganan terlambat," ucapnya terkikik geli. Sekarang ia baru menyadari bahwa mempunyai teman tidak harus selalu yang rajin belajar, contohnya di saat seperti ini ia bisa mengetahui cara masuk sekolah di saat terlambat.


Semalam Meili tidak bisa tidur, karena memikirkan bagaimana cara menjelaskan ulahnya kemarin. Ia takut jika Jessy akan mengamuk terhadapnya dan akan menelannya bulat-bulat.


Meili mengedarkan pandangannya saat akan memasuki koridor sekolah. "Aman," ucapnya merasa lega karena tidak ada siapa-siapa di sana.


Tapi baru saja melangkah, seseorang sudah menarik kerah seragamnya dari belakang. "Mau kemana lo?"


Mata Meili melebar seketika mendengar itu, karena ia tau siapa pemilik suara itu. Temannya yang ingin ia hindari justru sekarang ada di belakangnya.


Meili menoleh ke arah Jessy yang sedang menatapnya tajam. "Kamu terlambat juga?" tanya nya dengan tersenyum kaku. Padahal ia tadi berharap agar temannya itu mendapat hidayah untuk tidak terlambat masuk sekolah, dan biarkan saja ia yang terlambat.


"Apa lo mau ngejelasin sesuatu?" Jessy merasa sebal dengan Meili yang masih menampilkan wajah tidak bersalahnya.


"Jelasin apa?" Meili berpura pura untuk mengingat sesuatu.


"Meili!" geram Jessy.


"Ampun!" ucap Meili cepat dengan mengatupkan kedua tangannya di depan wajah. Meili tidak berani melihat Jessy ynag sekarang terlihat menakutkan.


"Kalian berdua!" panggil seseorang yang ternyata itu Nathan.

__ADS_1


Sontak saja kedua gadis itu segera mengarahkan pandangannya pada Nathan.


"Kak Nathan, istri kakak sangat menyeramkan." Meili yang mengadu kepada Nathan. Karena bagaimanapun ini semua juga akibat dari permintaan Nathan terhadapnya.


Mata Jessy semakin tajam menatap ke arah Meili, berani sekali temannya itu berbicara seperti itu di sekolah.


Kini kedua gadis itu sedang berdiri di hadapan Nathan untuk bersiap menerima hukuman karena terlambat masuk sekolah.


Nathan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua gadis di depannya. Bagaimana istri dan sahabatnya kompak terlambat.


"Kalian berdua sapu halaman sekolah," putus Nathan. Kemudian ia menatap istrinya. "Ingat jangan membuatnya semakin kotor," sindirnya. Mengingat terakhir kali istrinya itu membuat ulah.


Tidak kah suaminya itu tau jika ia terlambat juga karena memikirkan kejadian kemarin.


Dan bahkan jika lihat kedua gadis itu sama-sama mempunyai mata panda.


"Jessy!" panggil Meili di sela-sela aktivitas mereka mengerjakan hukuman.


"Apa!" ketus Jessy tanpa menoleh ke arah Meili.


"Sebenarnya kemarin itu permintaan Kak Nathan," jelas Meili dengan merengek. Mungkin ia takut melihat Jessy marah, tapi ia lebih takut lagi jika Jessy tidak mau lagi berteman dengannya.

__ADS_1


Jessy menghembuskan nafasnya pelan. "Kenapa lo mau?" Kali ini nada suaranya tidak ketus seperti tadi.


"Karena aku kepingin kamu dan Kak Nathan baikan. Kamu sekarang nggak marah kan?" tanya nya sendu.


Lagi-lagi Jessy harus mengaku kalah jika sudah melihat wajah Meili yang memelas. "Gue nggak marah."


"Benarkah!" Meili mulai berbinar.


"Hm," sahut Jessy.


"Aaaa, Jessy. Kamu memang yang terbaik." Meili langsung saja memeluk Jessy dari samping.


"Meili lepas!" Jessy merasa jengah.


"Nggak mau," sahut Meili tetap memeluk Jessy.


Dari jauh Nathan hanya bisa tersenyum tipis melihat pemandangan itu.


...----------------...


...Nah kan aku dah double up, hari ini aku libur kerja di dunia nyata khusus buat kalian ☺...

__ADS_1


__ADS_2