Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Sah


__ADS_3

Meili baru saja menerima telepon, dan ternyata itu dari Mira. Mira mengatakan jika besok pagi Tasya tidak akan bisa masuk sekolah karena sedang demam.


Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar setelah panggilan berakhir. "Baru saja Jessy kasih tau besok tidak masuk sekolah, sekarang giliran Tasya yang tidak bisa masuk."


Jika di pikir-pikir besok pasti akan sangat membosankan, karena kedua sahabatnya tidak ada yang masuk sekolah.


"Jadi males masuk sekolah," katanya dengan lesu.


Gadis itu di rumah hanya di temani bibi yang bekerja mengurus rumahnya. Sedangkan papa nya sibuk bekerja, dan akan pulang larut malam.


Kedua orang tuanya sudah lama berpisah, dan mama nya sekarang sudah mempunyai kehidupan baru bersama suami barunya.


Seperti sekarang ini, hanya drama korea yang menemani malamnya dan di temani beberapa cemilan juga segelas jus.


Tak lama Meili melihat bibi yang berjalan ke arah pintu, mungkin papa nya sudah pulang. Karena terlalu fokus dengan filmnya, ia sampai tidak mendengar bel.


"Kamu belum tidur?" tanya Irfan papa Meili.


Gadis itu menoleh ke arah Irfan. "Bentar lagi, pa!"


"Ya sudah kalau begitu, nanti kamu jangan tidur malam-malam." Setelah itu Irfan beranjak dari sana. Tapi baru saja kakinya menginjak tangga ia lupa jika ingin menyampaikan sesuatu, hingga kemudian ia berhenti dan menoleh ke arah Meili. "Besok papa akan pergi ke puncak menghadiri pernikahan anak teman papa, jadi kemungkinan akan berangkat pagi-pagi sekali." ujarnya.


Meili yang mendengarnya seketika mendapatkan ide. "Ikut," rengek nya.


Irfan mengerutkan keningnya, biasanya putrinya itu tidak mau jika ia ajak pergi, tapi sekarang justru ingin ikut. "Besok kamu sekolah kan?"


Meili tersenyum lebar. "Bolos sekali doang pa," ucapnya enteng.


Irfan menggelengkan kepala, meskipun ia pemilik yayasan sekolah. Tapi bukan berarti putrinya bisa bolos seenaknya. Bahkan di sekolah para murid tidak ada yang tau jika Meili adalah anak dari pemilik yayasan.


"Boleh ya pa!" rayu Meili. "Cuma sekali aja," bujuknya.


Setelah Irfan menimbang-nimbang, akhirnya dia mengizinkan Meili ikut. "Baiklah, tapi kamu besok jangan telat bangun. Kalau tidak papa akan tinggal," Irfan kemudian melanjutkan langkah nya ke arah kamar.


"Beres pa...!" teriak Meili.


Gadis itu kemudian mematikan film yang ia tonton, dan beranjak menuju kamarnya. Ia akan bersiap tidur, kalau tidak mau besok kesiangan.


Dan pagi harinya, Meili bangun tepat waktu dengan bantuan alarm.


Gadis itu tampil cantik dengan gaun berwarna peach. Gaun berlengan pendek dan panjang selutut. rambutnya yang sebahu di biarkan tergerai indah.

__ADS_1


Ia sebenarnya penasaran siapa yang akan menikah, karena sebagian besar anak dari teman papa nya ia kenal.


Hingga tidak lama mobil yang di kendarai papa nya sampai di vila yang sudah di dekor dengan cantik.


Meili mengedarkan pandangannya, mulai dari halaman sampai taman samping vila sudah penuh dengan dekorasi.


"Meili, ayo." Irfan menyadarkan lamunan anaknya. Ia segera masuk ke dalam vila untuk bertemu temannya.


Ternyata di dalam vila sudah sangat banyak tamu, sepertinya Irfan hampir saja terlambat. Karena sang calon pengantin laki-laki sudah duduk di tempat yang akan di gunakan untuk ijab qobul.


Papi Tama yang merupakan sahabat Irfan kemudian beranjak setelah mengetahui kedatangan nya. "Irfan, hampir saja kamu terlambat." celetuknya sembari berjabat tangan.


Irfan tertawa mendengar ucapan papi Tama. "Hanya hampir," sahutnya kemudian mereka berdua tertawa.


Meili yang berada di belakang papa nya, membulatkan matanya ketika tau teman yang di masud papa nya adalah papi Tama. Karena ia tahu kalau papi Tama adalah ayah dari Nathan.


"*Aku nggak salah lihat kan?"


"Itu ayah kak Nathan kan?"


"Bukannya kak Nathan anak tunggal?"


"Lalu yang menikah*?"


"Putrimu juga ikut datang?" Papi Tama yang melihat keberadaan Meili.


Irfan menoleh kebelakang. "Iya dia minta ikut," jawabnya.


"Ya sudah, ayo duduk. Sebentar lagi acaranya akan segera di mulai." Papi Tama kemudian menunjukkan kursi untuk Irfan dan Meili.


Meili yang masih dalam keterkejutannya, berjalan dengan terus mengedarkan pandangannya. Ia mencari seseorang untuk memastikan apa yang di duganya memang benar.


Dan ketika mata gadis itu menangkap sosok laki-laki dengan memakai jas putih yang sedang duduk di depan penghulu, membuatnya semakin penasaran. Pasalnya ia hanya bisa melihat punggungnya saja.


Tapi di detik berikutnya, Meili menutup mulutnya dengan tangannya. Ketika menyadari siapa yang duduk di samping penghulu.


"Papa nya Tasya!" pekiknya dalam hati.


Hingga tak lama kemudian semua pandangan para tamu teruju pada arah tangga ketika calon pengantin wanita mulai berjalan menuju ke arah tempat sebelah pengantin pria.


Saat pasangan pengantin itu saling menatap, saat itulah Meili tau kalau itu adalah Jessy dan Nathan.

__ADS_1


"Ya ampun, ini bukan prank kan?" Meili masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Sedangkan di kursi calon pengantin, keduanya kini saling memandang. Sama-sama saling mengagumi betapa indahnya pahatan Tuhan.


Bukan hanya mereka berdua yang saling mengagumi, bahkan tamu yang hadir pun juga berdecak kagum. Bagaimana tidak, pengantin laki-laki begitu gagah dan tampan. Begitupun pengantin wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun.


"Apa kita bisa mulai sekarang?" Pak penghulu menginterupsi.


Sontak saja itu membuat pandangan kedua pengantin terputus.


Nathan menganggukkan kepalanya. "Iya," jawabnya mantap dan tegas.


Mami Nilam dan papi Tama tersenyum melihat anak semata wayangnya yang sekarang terlihat begitu dewasa, dan sebentar lagi akan menyandang status baru nya sebagai suami.


"Pak Danu, apa anda akan menikahkan putri andan sendiri atau anda wakilkan kepada saya?" tanya pak penghulu.


Sejenak Danu menatap wajah ayu putrinya yang sekarang hanya bisa menundukkan pandangannya. "Saya yang akan menikahkannya," jawabnya.


Ada senyuman bahagia yang terselip di bibir Jessy.


Mariam juga tak kalah bahagianya melihat pemandangan itu.


"Baik kalau begitu, silahkan pak Danu menjabat tangan sang calon mempelai pria." Arahan dari penghulu.


Nathan mulai menjabat tangan calon ayah mertuanya.


Jessy yang berada di sebelah nya benar-benar di dera rasa gugup yang luar biasa.


Danu meraup udara sebanyak-banyaknya agar bisa mengucapkannya hanya dengan satu kali tarikan nafas.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Jonathan Pratama bin Aditama Pratama dengan anak saya yang bernama Jessyca Alexsander binti Danuarta Alexsander dengan seperangkat alat sholat di bayar, tunai."


Saat genggaman tangan Danu lebih erat menjabatnya, saat itulah Nathan juga meraup udara sebanyak-banyaknya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Jessyca Alexsander binti Danuarta Alexsander dengan seperangkat alat sholat di bayar, tunai."


Nathan berhasil mengucapkan ijab qobul dengan satu kali tarikan nafas, bahkan suaranya terdengar sangat lantang.


"Bagaimana saksi? Sah?" tanya penghulu.


"Sah..." teriak bersamaan semua saksi.

__ADS_1


...----------------...


...Udah selesai othor mantu nya, rasanya deg-degan....


__ADS_2