
Hari ini awal masuk sekolah setelah menikmati beberapa hari liburan. Begitu pun dengan Nathan yang hari ini memasuki awal ia menjadi mahasiswa.
Semalam Jessy menginap di rumah suaminya, entah mengapa ada kekhawatiran dalam hatinya, mungkin karena ia sudah tidak akan melihat wajah suaminya lagi di sekolah.
Ia sedari tadi terus memperhatikan suaminya yang sedang bersiap, bahkan ia tidak mau melepaskan pandangannya sama sekali.
Nathan yang mengetahuinya langsung berjalan ke arah Jessy. "Kenapa?" ia duduk di samping istrinya.
Jessy hanya diam, mana mungkin ia menceritakan yang sesungguhnya.
Lihatlah betapa tampannya suaminya, apalagi jika ia tersenyum. Wanita mana yang tidak meleleh.
"Ya ampun suami gue tambah aduhai," batinnya.
"Hei," Nathan mengibaskan tangannya di depan wajah istrinya saat Jessy tak bereaksi. "Kenapa?"
Namun Jessy hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu ayo berangkat!" ajak Nathan. Tapi baru saja ia beranjak, istrinya sudah mencekal tangannya.
"Kalau nanti di kampus jangan sering senyum," pesan Jessy yang terlihat konyol. Namun raut wajahnya menggambarkan keseriusan.
__ADS_1
Nathan seketika menautkan kedua alisnya merasa aneh dengan ucapan istrinya, ia mengurungkan niatnya untuk beranjak dan duduk kembali. "Maksudnya?"
Jessy mendengus melihat suaminya yang tidak mengerti. "Pokoknya kamu kalau di kampus jangan senyum, jangan sok ramah sama setiap orang."
"Nanti mereka bisa baper, kalau sudah begitu bagaimana? Mereka pasti akan menaruh harapan." racaunya tanpa henti.
Padahal ia sebenarnya tau bagaimana jika suaminya berada di luar dan bagaimana bersikap. Hanya saja ia takut jika seseorang berusaha untuk mengambil suaminya dari dirinya.
Sedangkan Nathan yang tadinya bingung kini ia tersenyum setelah tau mengapa sikap istrinya seperti itu. Ia menakup wajah Jessy dan menatap dalam bola matanya. "Sayang," ucapnya gemas, apalagi melihat raut wajah istrinya yang masih sedikit kesal karena hal yang tidak masuk akal. "Jangan khawatir, yang menempati hatiku cuma kamu dan tidak akan ada yang lain. Sekarang atau pun nanti, itu cuma kamu." terangnya lembut.
Ucapan dari suaminya seolah merubah seketika suasana hati Jessy, memang tak seharusnya ia mengkhawatirkan sesuatu yang tidak pasti. Tapi ia hanya takut yang namanya sebuah kehilangan.
Cup
"Maaf," lirih Jessy. "Aku nggak bermaksud--"
Cup.
Lagi-lagi Nathan memberikan kecupan singkat. "Aku mengerti," ujarnya dan mengusap gemas pucuk kepala Jessy. Tidak lupa senyum tampan yang selalu membuat hati Jessy selalu berdebar. "Ayo kalau begitu kita berangkat sekarang, nanti terlambat." ajaknya yang di angguki oleh istrinya.
Selesai sarapan sepasang pasutri itu langsung memutuskan berangkat. "Apa nanti kamu nggak terlambat?" tanya Jessy setelah ia berada di mobil suaminya. Nathan berniat mengantarkannya lebih dulu ke sekolah.
__ADS_1
Nathan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Masih keburu kok." setelah itu ia mulai melajukan mobilnya. Kampus Nathan memang tidak terlalu jauh dari sekolah istrinya, apalagi jalan yang searah.
Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Nathan sudah berhenti tepat di depan gerbang sekolah. "Penggemar kamu ternyata masih aja banyak." Jessy melihat beberapa siswi yang memang sengaja berdiri di depan gerbang sekolah, dan tentu saja arah pandang mereka langsung tertuju pada mobil Nathan.
Tapi kali ini raut wajah Jessy sudah tidak sekesal tadi pagi.
Nathan hanya tersenyum tipis mendengar itu, ia sama sekali tidak memperdulikan semua siswi itu. "Yang terpenting aku sudah halal untuk kamu."
"Dih gombal."
"Itu kenyataan sayang."
"Iya iya Pak suami." Jessy mengakhiri perdebatan mereka. "Hati-hati di jalan," setelah mengatakan itu ia menggapai tangan Nathan untuk ia cium punggung tangannya.
Meskipun mobil Nathan sudah melaju pergi, tapi Jessy masih saja berdiri di depan gerbang sekolah untuk memastikan mobil itu benar-benar menghilang.
Ternyata bukan hanya Jessy, yang juga menyaksikan mobil Nathan benar-benar pergi. Namun di sisi lain Tasya juga melakukan hal yang sama, hanya saja ia hanya mampu melihatnya dari jauh.
Sekarang ia tidak akan melihat sosok Nathan dalam sekolah ini, Laki-laki yang sudah menjadi milik kakaknya.
...----------------...
__ADS_1
...Nanti di sambung lagi ya gengs 🤭🙏...