Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Pantai


__ADS_3

"Sayang, ayolah." bujuk Nathan.


Jessy mendengus mendengar rengekan suaminya.


FLASHBACK ON.


Setelah selesai makan malam, semua langsung kembali ke kamar masing-masing. Dan malam ini Nathan menginap di rumah Mariam.


Jessy memutuskan untuk tidur lebih awal, seharian tadi ia sudah menghabiskan waktu bersama keluarga suaminya dan juga nenek Mariam yang ikut serta merayakan ia menjadi juara umum di sekolah. Dan sekarang rasanya ia sudah lelah sekali.


Sesudah berganti pakaian, Jessy langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Baru saja terpejam, ia merasakan pergerakan ranjang di sisi yang lain.


Jessy kembali membuka matanya, dan mendapati suaminya yang juga sudah berganti pakaian.


Ia menautkan kedua alisnya saat melihat wajah suaminya yang tersenyum aneh ke arahnya. "Kenapa?"


"Aku punya hadiah untuk keberhasilan kamu tadi pagi," ucap Nathan.


Bibir Jessy melengkung membentuk senyuman. "Apa?" Matanya berbinar menanti hadiah yang akan di berikan suaminya. Namun ketika ia mencoba mencari apa yang di bawa suaminya, ternyata tidak ada apa-apa. "Hadiahnya mana?"


Nathan semakin mengikis jarak di antara mereka. "Hadiahnya, malam ini kita akan bercinta sampai pagi." ucapnya dengan senyum yang semakin mengembang.


Senyum yang tadinya menghiasi bibir Jessy sirna sudah.


Bercinta?


Sampai pagi?


"Itu bukan hadiah namanya," Jessy mendengus kesal. Itu sama saja ia yang memberikan hadiah pada suaminya, bukan suaminya yang memberikan hadiah padanya.


FLASHBACK OFF.

__ADS_1


Jessy tidak mendengarkan rengekan suaminya, ia langsung berbaring dan memejamkan matanya kembali.


Tapi sedetik kemudian, matanya kembali terbuka. Ternyata tangan kokoh itu sudah masuk ke dalam bajunya, dan bertengger anteng di salah satu bulatannya. "Sayang!" rengek Jessy. Karena sungguh ia ingin sekali tidur.


"Hanya satu ronde!" bujuk Nathan kembali. "Biar aku saja yang bergerak, kamu yang terima jadinya."


Jessy berdecak kesal melihat tingkah laku suaminya, jika begini Nathan tidak jauh beda dari anak kecil yang meminta di belikan mainan.


Menghindari Nathan pun akhirnya tetap percuma, Nathan tetaplah Nathan. Ia tidak akan menyerah sampai apa yang ia inginkan terwujud.


Janji yang ia ucapkan hanya satu ronde nyatanya hanya bagaikan angin lalu, yang ada hingga tengah malam kegiatan mereka terus berlanjut. Entah sudah berapa balon yang sudah terbuang.


Di lain tempat, Raka yang baru saja keluar dari keluar apartemennya tidak sengaja mobil yang ia kenali melaju kencang melewatinya.


Meili.


"Mau kemana?" Melihat jam pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah satu pagi.


Ia yang awalnya berniat untuk pergi ke supermarket akhirnya memutuskan untuk mengikuti mobil Meili. Teringat kejadian terakhir kali yang di alami gadis itu membuatnya sedikit khawatir.


Di dalam mobil Meili, gadis itu hanya melajukan mobilnya tanpa tujuan. Wajah cantiknya malam ini di hiasi oleh matanya yang sembab.


Seperti yang sudah ia perkirakan, papahnya begitu marah terhadapnya karena lagi-lagi ia mendapatkan nilai jelek. Lebih menyakitkan saat papahnya memuji murid lain di hadapan nya, yang secara tidak langsung membandingkannya.


Meskipun ia sudah mengalami ini hampir tiap tahun, tapi ia tetap saja merasakan terluka mendengar ucapan papanya. Apalagi setelah puas papanya memarahinya, papanya pergi begitu saja keluar kota untuk bisnis.


Andai saja ia masih punya keluarga lain, ia pasti sudah memilih pergi seperti sahabatnya. Namun ia sudah tidak mempunyai siapa pun selain Papa dan Mama nya.


Raka yang berada di belakang mobil Meili, kemudian memacu mobilnya dengan cepat agar bisa mendahului mobil Meili. Ia tadi sudah membunyikan klakson mobilnya agar mobil Meili berhenti, tapi gadis itu masih tetap saja melaju.


Raka langsung saja menghadang mobil Meili begitu ia berhasil mendahului nya.

__ADS_1


Meili seketika menghentikan laju mobilnya begitu ada mobil lain yang secara mendadak berhenti di depannya, bahkan terdengar begitu jelas suara decitan dari ban mobil Meili.


Raka langsung keluar dari mobilnya, ia berjalan cepat ke arah mobil Meili. "Buka!" pintanya tegas.


Meili membuka pintu mobilnya dengan tangan bergetar, kejadian barusan bisa saja merenggut nyawanya jika sedikit saja ia terlambat menginjak rem.


Dengan membuka pintu mobil sedikit lebar, Raka bisa melihat keadaan Meili yang tertegun. Ia lalu membuka sabuk pengaman yang di kenakan Meili, dan menarik tangan gadis itu agar keluar dari mobil.


Setelah sudah berada di luar, Raka baru bisa melihat wajah gadis cantik di hadapannya sedang tidak baik-baik saja. Niat hati yang tadinya akan memarahi Meili karena melajukan mobilnya dengan kencang seketika ia urungkan. "Ikut gue," Raka menarik Meili ke arah mobilnya. "Nanti gue suruh orang buat ambil mobilnya." ketika Meili sudah masuk.


Hingga beberapa saat, sebenarnya Raka sendiri tidak tau harus kemana. Tadi ia hanya tidak ingin melihat Meili sendirian, karena gadis itu terlihat tidak baik-baik saja.


Meili sendiri hanya diam sedari tadi. Ketika Raka memaksanya untuk ikut, ia pun tidak menolak. Pikirannya kosong entah melayang kemana.


*


*


Sinar matahari pagi membuat tidur Meili sedikit terganggu. Ia mengerjapkan matanya, samar-samar ia mendengar suara desiran ombak.


Benar saja, ketika matanya terbuka ia di suguhkan pemandangan yang sangat indah. Di mana matahari baru saja terbit dari peraduannya.


Pantai?


"Jaket?" heran Meili melihat jaket yang bukan miliknya melekat di tubuhnya. Ia lalu menoleh ke arah samping, yang ternyata Raka masih terlelap dengan bersendakap.


Meili mencoba memutar kembali ingatannya tadi malam, di mana ia hanya diam saja ketika Raka mengajaknya berbicara hingga Raka memutuskan untuk pergi ke pantai.


Setelah sampai, ternyata mereka hanya diam. Hingga lama-kelamaan Meili terlelap begitu saja.


Ia mengamati wajah tampan milik laki-laki yang sampai sekarang menempati hatinya, kenapa di saat ia rapuh selalu saja ia di pertemukan dengan Raka.

__ADS_1


...----------------...


...Sabar ya Meili, semoga saja kamu bahagia seperti Jessy 🤲🥰...


__ADS_2