Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Kejutan


__ADS_3

Setelah mobil Nathan berhenti tepat di depan pintu rumahnya ia segera keluar berjalan mengitari mobilnya, kemudian ia membuka pintu mobil belakang tempat di mana istrinya duduk.


"Gue bisa jalan sendiri!" Jessy menolak ketika melihat suaminya yang berniat untuk menggendongnya kembali.


"Biar Mami saja yang membantu istri kamu," Nilam yang sudah keluar dari pintu samping Jessy duduk. Ia kemudian membantu menantunya untuk berjalan masuk ke dalam rumah, dengan memegang tangan Jessy.


Nathan hanya bisa mengalah melihat itu, kerena sebenarnya ia hanya merasa khawatir tentang kesehatan istrinya.


"Mi kok sepi?" Jessy melihat lampu dalam rumah yang sepertinya mati. Padahal sebentar lagi menjelang malam.


"Mungkin bibi masih belum nyalain lampunya," jawab Mami Nilam.


Ketika Mami Nilam dan Jessy sudah masuk ke dalam rumah, Tiba-tiba saja lampu menyala.


"Kejutan!" teriak semua penghuni rumah. Termasuk bibi pekerja dan di tambah dengan kehadiran Meili.


Jessy hanya terdiam di tempatnya, melihat semua orang yang tersenyum menyambut kepulangannya dari rumah sakit. Sungguh ia terharu melihat itu, sudah lama tidak ada seseorang yang menyambut ketika ia pulang selain Mariam neneknya.

__ADS_1


Meskipun tidak ada pesta mewah, tapi melihat senyum tulus dari semua orang sudah lebih dari cukup bagi Jessy. Senyum yang benar-benar menghargai keberadaannya.


Tentu saja hal itu membuat mata Jessy berkaca-kaca.


"Oh sayang," Oma memeluk cucu menantu kesayangannya. "Jangan menangis," imbuhnya. Oma kemudian mengurai pelukannya. "Maafkan Oma tidak bisa menemanimu di rumah sakit, karena Oma baru tahu beberapa jam yang lalu." tuturnya sendu. Tapi kemudian Oma menatap tajam semua orang yang berada di sana. "Ini semua gara-gara mereka tidak memberitahu Oma," kesalnya yang membuat semua orang tertawa. Tidak terkecuali Jessy yang juga ikut tertawa.


Karena memang sebenarnya siang tadi Oma baru tahu jika Jessy berada di rumah sakit ketika Nilam menelpon nya, memberitahunya jika Jessy hari ini akan pulang dari rumah sakit.


Tentu saja selain terkejut, Oma juga marah pada semua orang yang tidak memberitahunya.


"Ya ya ya, terserah kalian." Oma yang terlanjur kesal. Tapi semua orang justru menanggapi nya dengan tertawa.


"Jessy sudah tidak apa-apa Oma, bahkan sebenarnya mulai kemarin sebenarnya Jessy sudah ingin pulang. Hanya saja Dokter masih tidak mengizinkan nya." kata Jessy menenangkan.


"Jessy!" panggil Meili. Kemudian ia bergantian dengan Oma yang memeluk Jessy. "Maaf tadi tidak bisa ikut jemput, karena ada jam pelajaran tambahan." sesalnya. Meili tadi ingin sekali ikut menjemput Jessy, tapi di jam akhir pelajarannya justru ada tambahan 1 jam. Hingga ia memutuskan saja untuk pergi ke rumah Nathan, karena ia tau Jessy akan pulang terlebih dahulu ke rumah suaminya.


"Iya Meili," sahut Jessy. "Tapi tidak begini juga, gue nggak bisa napas." Jessy merasakan pelukan Meili yang semakin erat.

__ADS_1


Sontak saja Meili segera melepaskan pelukannya dan tersenyum. "Maaf."


"Sudah, sudah. Kalau begitu ayo kita makan saja sekarang." Nilam menginterupsi.


Hingga kemudian semua orang menuju meja makan, di mana di atas meja makan sudah tertata beberapa hidangan. Dimana makanan yang dapat Jessy makan, karena sementara Jessy masih harus memakan nasi tim seperti saran Dokter. Dan Nilam sudah berpesan pada bibi yang bertugas bagian memasak.


Di saat acara makan berlangsung, diam-diam Nilam memperhatikan wajah menantunya. Di mana wajah cantik itu hanya terlihat raut kebahagiaan. Apalagi semua orang yang bersenda gurau di sela-sela acara makan mereka.


Nilam tentu saja tau bagaimana hubungan antara menantunya dan keluarganya. Beberapa saat lalau Mariam pernah menceritakan bagaimana kehidupan menantunya sebelum tinggal dengan neneknya.


Nilam benar-benar terkejut mendengar itu. Dan beberapa hari yang lalu, ketika menantunya mendapatkan perawatan di rumah sakit. Semakin membuatnya benar-benar tidak menyangka nya, di mana besannya itu sama sekali tidak terlihat batang hidungnya untuk menjenguk.


Padahal tidak mungkin jika Danu dan Mira tidak tahu jika putri mereka masuk rumah sakit, karena Tasya tentu tau jika saudaranya sedang sakit.


Untung saja gadis malang itu sekarang sudah menjadi menantunya, dan ia berjanji tidak akan memberikan luka di hatinya. Luka yang sama di torehkan oleh kedua orang tuanya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2