
Ujian sekolah semakin dekat, semua siswa berlomba-lomba menyiapkan diri agar bisa meraih nilai yang terbaik, tidak terkecuali juga Nathan.
Ia bahkan harus bisa menahan diri untuk tidak menyentuh istrinya, berpuasa untuk menikmati surganya dunia. Ia bahkan hanya bertemu istrinya hanya di sekolah dan berkomunikasi lewat sambungan telepon jika di rumah.
Nathan memang sengaja sementara waktu tidak tidur bersama istrinya, karena jika tidak ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh Jessy.
Jessy yang berada di kelas menyandarkan punggungnya di kursi dengan pandangan mata terarah luar jendela. Ia beberapa hari terakhir ini bisa tidur dengan pulas tanpa ada gangguan dari suaminya yang mes*m.
Rasa tidak enak hati pada Jessy ketika melihat istrinya tertidur di UKS waktu itu nyatanya hanya angin lalu, karena ketika malam hari tiba ia akan tetap melakukannya.
Apalagi Mariam yang dengan senang hati menyerahkan kunci duplikat rumahnya pada Nathan, hingga membuat cucu menantunya itu bebas kapan saja datang ke sana meskipun tengah malam.
"JESSY!" suara cempreng seseorang yang membuyarkan lamunan Jessy, siapa lagi kalau bukan Meili.
Jessy hanya memutar bola matanya malas.
Gadis bertubuh mungil itu segera berlari menghampiri Jessy, tidak lupa dengan senyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya. "Jessy," ucapnya manja. "Aku tadi sudah memberikan roti isi kepada Kak Raka. Rasanya aku masih deg degkan"
Sejak kejadian malam itu, Meili selalu menganggapnya sebagai dewa penolongnya. Padahal malam itu juga ada Ariel dan Reza, tapi yang menjadi pahlawan baginya adalah Raka seorang.
Jessy menghembuskan nafasnya kasar mendengar itu. "Meili tiap hari lo juga bawain Raka makanan, jadi kenapa masih saja deg degkan?" ia tak habis pikir dengan sahabatnya itu, setiap hari mengejar cowok yang jelas-jelas tidak meresponnya. Padahal masih banyak siswa lain di sekolah ini kenapa tidak cari saja yang lain! Pikirnya.
Meili mengerucutkan bibirnya. "Aku itu pejuang cinta, jadi harus pantang menyerah," ucapnya dengan yakin.
Entah apa yang sebenarnya di rasakan Meili untuk Raka. Awalnya ia memang menganggap Raka sebagai pahlawan, tapi semakin hari Raka telah mengisi sedikit ruang di hatinya. "Kamu dulu juga gitu sama suami kamu, tiap hari senyum-senyum sendiri gak jelas. Kayak orang 100 kurang satu?"
"Apanya?" Jessy tidak mengerti.
"Waras nya," setelah mengatakan itu Meili segera duduk di bangkunya.
Mata Jessy mendelik mendengar itu. "Gue nggak gitu ya!"
Meili menoleh ke arah Jessy yang terlihat sedikit kesal. "Prett." cibirnya.
__ADS_1
"Mana ada yang seperti itu!" gerutu Jessy. Sedetik kemudian "Tapi apa gue dulu juga gitu?" ia sendiripun juga tidak yakin.
*
*
Di jam istirahat, Tasya hanya bisa memandang wajah tampan Nathan dari jauh. Ia sendiri juga sudah lama tidak bersama Meili dan Jessy jika ke kantin. Sejak kejadian tragedi makan malam itu, hubungan saudara dan persahabatannya semakin menjauh.
Tasya hanya bisa menggigit bibir bawahnya kuat-kuat ketika melihat pemandangan yang sedikit mengusik hatinya. Dimana Nathan bisa begitu santai berinteraksi dengan kakak kandungnya. Awalnya Tasya memang tidak memperdulikan itu, karena ia tahu jika sang kakak sudah memiliki tunangan. Tapi kenapa semakin hari ia melihat mereka berdua semakin dekat.
Jessy dan Nathan sendiri mereka selalu bersama jika sedang berada di kantin, tapi bukan hanya berdua melainkan juga bersama teman-temannya. Semenjak status mereka telah di ketahui oleh Ariel cz, sudah ada alasan lagi untuk saling menghindar.
Di saat pandangan Tasya yang masih terfokus pada Nathan, tidak sengaja ia juga melihat tatapan Raka ke arahnya. Hingga akhirnya Tasya membuang pandangannya.
"Kak Raka kenapa tidak di makan makanannya?" Meili yang duduk di sebelahnya melihat bakso milik Raka yang masih utuh.
Raka hanya melirik sekilas ke arah gadis di sebelahnya yang selalu menempel padanya seperti anak ayam, kemudian ia berniat untuk memulai memakannya.
"Apa mau aku suapi?" tawar Meili, bahkan dengan mata yang berkedip cepat beberapa kali.
"Ya ampun, Hati-hati kalau makan." Meili menyodorkan minuman Raka dan sesekali menepuk punggungnya.
"Apa kalian memang sengaja?" Ariel merasa kesal melihat dua sahabatnya yang sudah memiliki pasangan. Meskipun ia tahu Raka tidak menanggapi Meili, tapi ia merasa Raka lebih beruntung di bandingkan dirinya.
"Kenapa kalian tidak mencari tempat sepi saja sekalian?" Reza menimpali. Ia juga merasakan apa yang di rasakan Ariel.
Setelah menghabiskan minumannya, Raka kemudian beranjak dari sana. Ia rasanya sudah tidak berselera untuk meneruskan memakan baksonya.
"Kak Raka mau kemana?" Meili yang sudah berdiri ingin mengejar Raka, namun tangannya di cekal oleh Jessy.
"Mau kemana?" Jessy menatap Meili tajam. "Duduk di sini saja!" tegasnya. Ia tahu jika Raka sedang kesal, oleh karena itu Jessy melarang Meili untuk mengejarnya. Ia tidak mau jika nanti sahabatnya itu yang akan menjadi pelampiasannya.
"Jessy!" Meili mulai dengan mode merajuk nya, tapi tak urung ia kembali duduk dengan bibir yang mengerucut.
__ADS_1
*
*
Ketika malam hari tiba, seperti biasa Jessy menerima telepon dari suaminya. Menyempatkan untuk mengobrol sejenak.
Padahal yang mereka obrolkan sebenarnya sama seperti malam-malam sebelumnya, tapi untuk mereka itu hal yang sangat mengasikkan.
"Sudah jam sebelas," Jessy menatap jam dinding kamarnya. Setelah panggilan itu berakhir kini ia hanya tidur terlentang di ranjangnya dan menatap langit kamar.
Jessy seperti merasakan sesuatu yang hilang. Di sisi lain ia lega tidak dapat gangguan dari suaminya, di sisi lain ia juga merindukan kehadiran Nathan di sebelahnya jika ingin tidur.
"Aneh," lirih nya. Ia mencibir dirinya sendiri dengan bibir yang membentuk senyuman.
Lain Jessy lain pula Tasya, gadis itu merasakan hatinya yang gusar kembali. "Apa aku harus menyatakannya?"
Tasya berpikir untuk mengungkapkan perasaanya, tapi ia masih ragu, apa itu jalan yang terbaik?
"Mungkin aku harus mencari waktu yang tepat!" Tasya menyakinkan dirinya. Mungkin dengan cara ini, ia juga akan tau perasaan Nathan yang sebenarnya.
...----------------...
...Aku mau jawab beberapa pertanyaan dari kalian ya π. ...
Thor kapan Danu akan dapat balasannya?
"Sabar ya gengs, sebentar lagi kok"
Thor kapan Tasya tau hubungan Jessy dan Nathan?
"Sabar ya gengs π, pasti itu akan terjadi. Tunggu aja."
Thor kok lama sih terbongkarnya?
__ADS_1
"Karena kalau aku percepat, alurnya yang udah aku buat nanti jadi berantakan. Dan yang pasti akan lebih cepat tamatnya, lalu pasti kesannya maksa banget alurnya untuk ke tahap itu. Jadi aku hanya bisa bilang SABAR π