
"Mama tumben masak banyak?" tasya melihat Mira memasak lebih banyak dari pada biasanya. Bahkan bibi yang membantu Mira juga sedang menyiapkan menu lain.
Mira menoleh ke arah Tasya dan tersenyum. "Mama, mengundang seseorang untuk makan malam." Mira terlihat antusias melihat hasil masakannya yang hampir matang.
Tasya menautkan kedua alisnya mendengar penuturan Mira. "Siapa Ma?"
"Nanti kamu juga tahu sayang," sahut Mira. "Ya sudah kamu bantu Mama sini, Mama mau menyiapkan minumannya."
Tasya mengambil alih masakan yang tadi di masak oleh Mira, nasi goreng seafood kesukaan Jessy.
Dulu meskipun Jessy tidak pernah terlibat makan bersama, namun bagi seorang ibu, Mira tau apa yang menjadi kesukaan putrinya.
Tasya mengambil sejumput Nasi goreng yang sedang ia masak, sedikit meniupnya untuk menghilangkan uap panasnya pada Nasi. "Masakan Mama selalu enak, tapi pasti lebih enak kalau sedikit pedas." Setelah mencicipi, Tasya menambahkan sedikit bubuk cabai ke dalam nasi goreng. "Sempurna." Melihat tampilan nasi goreng yang sudah matang.
Meskipun Tasya juga menyukai nasi goreng seafood tapi ia berbeda dengan Jessy, karena kakak tirinya itu tidak menyukai pedas.
"Sayang, apa sudah selesai?" Sesudah menyiapkan minuman, Mira kembali melihat nasi goreng yang di ambil alis oleh Tasya.
"Iya Ma, dan rasanya pasti enak." puji Tasya.
"Kalau masakan Mama tidak enak, mana mungkin kamu dan papa akan lebih suka makan di rumah." Mira mencubit gemas hidung Tasya.
Meskipun di rumah mewah miliknya banyak bibi yang bisa mengerjakan urusan dapur, tapi Mira tetap memegang kendali untuk urusan perut keluarganya.
Karena Danu sudah memberikan semua kemudahan bagi istri tercintanya, tapi Mira tetap ingin menjalankan kodratnya sebagai istri dan ibu.
Mira kemudian menoleh ke arah bibi yang juga sudah menyelesaikan masakannya. "Bi, langsung di tata dimeja makan saja ya." perintahnya, dan langsung di lakukan oleh bibi.
__ADS_1
Ketika semuanya sudah tertata rapi di meja, kini hanya tinggal menunggu kedatangan Jessy juga Nathan.
"Apa ada perayaan hari ini?" Danu juga merasa heran seperti Tasya, melihat makanan yang cukup banyak di atas meja.
"Mama mengundang seseorang Pa," jawab Tasya.
Danu kemudian menoleh ke arah Mura yang sekarang sedang tersenyum bahagia. "Benarkah? Kenapa Papa tidak di beri tahu?"
"Papa lupa! Kalau baru saja pulang!" Mira mengingatkan. Suaminya itu bahkan baru saja selesai mandi.
Danu tertawa mendengar ucapan istrinya yang sepertinya sedikit kesal terhadapnya, karena beberapa hari ini ia selalu pulang malam. "Apa Mama sekarang sedang merajuk?" godanya.
Tasya melihat keharmonisan kedua orang tuanya merasa sangat bahagia, meskipun di usia yang tak lagi muda tapi mereka tak jauh bedah dangan anak muda yang sedang kasmaran. Mungkin seperti dirinya yang juga sedang menyimpan rasa cinta untuk seseorang.
Cinta?
"Bi--"
Ucapan Danu harus terhenti karena Bel rumah yang berbunyi.
"Biar Tasya saja yang membukakan pintu." Beranjak dari duduknya, Tasya berjalan ke arah pintu.
Ketika pintu besar itu terbuka, betapa terkejutnya Tasya. Seseorang yang berdiri tegap yang mampu menggoyahkan hatinya. Nathan.
Bahkan tanpa sadar senyuman terbit begitu saja dari wajah cantik Tasya. "Kak Nathan!"
Meskipun ia masih belum tau maksud mamanya mengundang makan Nathan untuk makan malam, tapi Tasya cukup senang dengan kehadiran Nathan.
__ADS_1
Hingga senyuman Tasya perlahan harus memudar, ketika melihat kehadiran kakak tirinya yang berjalan ke arahnya.
Satu alis Jessy terangkat ketika ia menyadari perubahan raut wajah Tasya.
"Kak Jessy," sapa nya dengan senyum yang sedikit Tasya paksakan. Bukanya ia tidak suka dengan kehadiran kakaknya tapi entah ada perasaan yang tiba-tiba mengganjal di hatinya. "Ayo masuk!" Tasya membuka pintu rumahnya lebih lebar.
"Terima kasih," ujar Nathan.
Tapi baru saja mereka bertiga akan masuk kedalam rumah, mereka dikagetkan oleh suara cempreng seseorang yang baru tiba. Meili.
"Tinggu!" teriak Meili. Ia berlari mulai dari gerbang depan setelah di bukakan oleh scurity. "Maaf, telat." ucapnya dengan nafas terengah-engah. "Macet," jelasnya.
"Nggak tanya!" sahut Jessy. Tapi setidaknya ia senang dengan kehadiran Meili, karena Tasya tidak akan begitu curiga dengan kedatangannya bersama Nathan.
Meili berdecak kesal melihat itu. "Ya sudah kalau begitu!" sungutnya kemudian berjalan mendahului mereka bertiga untuk masuk ke dalam rumah.
Padahal sebenarnya tadi Meili telat bukan karena macet, tapi baru tiba karena baru beberapa saat lalu Mira menghubungi nya untuk hadir ke acara makan malam. Mira baru saja menyadari jika dengan hanya mengundang Jessy dan Nathan saja akan membuat putrinya itu curiga. Padahal Mira sendiri tidak mengetahui jika Meili sebenarnya sudah tau hubungan antara Jessy dan Nathan.
Nathan hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang selalu saja senang membuat Meili kesal, padahal ia bisa melihat jika Jessy dan Meili sama-sama saling menyayangi.
Ketika langkah Jessy semakin dekat dengan meja makan, maka semakin berdebar pula hatinya. Ia akan bertemu dengan seseorang yang ia sebut sebagai papa, tapi entahlah itu sebuah sebutan yang harus ia banggakan atau hanya sekedar formalitas saja.
Di meja makan, Mira sudah berdiri ketika pandangan nya menangkap kedatangan putrinya. "Sayang!" Ia menyambut dengan bahagia.
Ucapan Miran sontak saja menoleh ke arah seseorang yang di undang istrinya, yang tak lain adalah putrinya sendiri.
...----------------...
__ADS_1
...Sebelumnya othor Terima kasih banyak buat kalian yang masih setia dengan cerita ini, jujur saja di saat nggak bisa up, aku juga kepikiran. Karena bagaimana pun itu sudah menjadi tanggung jawab. Tapi dengan keterbatasan waktu, jadi harus di bagi-bagi. Makanya jika aku up nya sedikit itu sebenarnya juga kejar waktu, karena sebisa mungkin rutin tiap harinya. Cuma itu tadi waktunya yang tidak tentu. Terima kasih buat kalian 🥰...