
Kejadian tadi pagi cukup memalukan bagi Jessy, bagaimana tidak! Gara-gara tragedi handuk melorot ia sekarang benar-benar merasakan malu hingga ke ubun-ubun. Meskipun kejadian itu di depan suaminya, tetap saja ia merasa malu.
Lain Jessy lain pula Nathan. Nathan sikapnya masih seperti biasa, seolah tidak pernah terjadi sesuatu. Padahal ia sempat melihat pemandangan indah dari tubuh mulus istrinya, meskipun hanya beberapa detik tapi tetap saja pemandangan indah itu sudah terekam di otaknya. Karena setelah mendengar istrinya berteriak, Nathan kembali menutup pintu kamar Jessy dan keluar dari kamar. Kalau tidak seperti itu, mungkin akan terjadi sesuatu pagi itu.
"Gue turun sini aja!" Jessy memutuskan untuk turun sebelum mobil Nathan sampai di gerbang sekolah. Sebenarnya tadi ia ingin berangkat sendiri, selain ia memang sengaja ingin menghindari suaminya karena rasa malu, tapi juga agar tidak ketahuan oleh para murid lainnya. Meskipun sekarang masih sangat pagi, bahkan terlihat masih beberapa murid yang memasuki gerbang sekolah.
Tanpa banyak bicara Nathan menuruti keinginan istrinya, ia sadar sejak tadi Jessy merasa tidak nyaman dan ia tau penyebabnya apa. Sebenarnya Nathan tidak keberatan jika semua murid mengetahui hubungannya dengan Jessy, kemungkinan terbesar pikiran murid lain adalah hanya sebatas pacaran saja.
__ADS_1
Setelah Nathan menepikan mobilnya, Jessy segera membuka pintu mobil untuk cepat-cepat keluar dari sana. Jessy rasanya sudah tidak mampu lagi menahan detak jantungnya yang semakin cepat.
"Tunggu!" Nathan mencekal tangan Jessy, hingga membuat istrinya itu mengurungkan niatnya. Ia melihat Jessy yang sedang menatapnya seperti menunggu apa yang akan ia katakan. "Apakah lo mau menjalani hubungan pernikahan ini lebih baik lagi?"
Jessy terdiam mendengar ucapan suaminya. Ia seperti masih mencerna kata-kata Nathan, ucapan tiba-tiba suaminya membuatnya dengan bingung. Apalagi tatapan Nathan yang begitu serius.
"Gue harap lo juga begitu, dan setelah beberapa bulan kita menikah setidaknya gue pikir hubungan ini juga bisa lebih baik lagi." tuturnya dengan menatap dalam pada bola mata Jessy.
__ADS_1
Jessy tertegun mendengar ucapan suaminya, apa yang di ucapkan memanglah tidak salah hanya saja ia yang belum terbiasa untuk menjalani ini semua. Apalagi pernikahan mereka terjadi begitu cepat. Tapi selama ia menjalani pernikahan beberapa bulan dengan suaminya sama sekali tidak ada kata menyesal dalam hatinya, ia ikhlas menjalani ini semua. Sejujurnya ia juga mulai merasa nyaman dengan keadaannya sekarang, memiliki keluarga baru yang begitu menyayanginya dan begitu perhatian padanya. Di tambah sikap suaminya yang mulai berubah semakin peduli padanya.
Jessy menundukkan pandangannya.
Melihat sikap Jessy, Nathan seketika menghembuskan nafas pelan. Mungkin ucapannya terlalu terburu-buru. "Sor--" Baru saja ia akan meminta maaf, Nathan di kejutkan dengan Jessy yang menganggukkan kepalanya.
Setelah mempertimbangkan beberapa saat, Jessy menyetujui apa yang di katakan oleh suaminya. Tidak ada salahnya ia memperbaiki hubungannya agar lebih baik lagi. Meskipun bibirnya tertutup rapat dan hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban setuju. Jika saja suaminya itu tau bahwa ia menundukkan pandangannya karena ia sedang menyembunyikan rona pipinya yang sekarang memerah.
__ADS_1
Kaburrrr...... 😁