Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Untuk Mama


__ADS_3

Suasana di dalam aula sudah cukup ramai, beberapa saat lagi acara itu akan di mulai. Untuk di jam pertama memang kelas dua lah yang akan pertama memulai pengambilan raport.


Semua orang tua atau wali dari mereka kebanyakan sudah berada di dalam aula.


"Jessy kamu ok kan?" tanya Meili sedikit iba.


Pasalnya beberapa jarak dari mereka terlihat Danu dan Mira lebih memilih mendampingi Tasya, meskipun tadi Mira sudah menyuruh Jessy untuk bergabung.


Namun dengan cepat Jessy menolaknya, dengan alasan ia menunggu sang nenek saja.


"Apaan sih, emangnya gue kenapa?" Terlihat dari wajah Jessy yang baik-baik saja. Melihat pemandangan seperti itu sudah biasa baginya. "Nenek kok belum sampai ya?" Ia melihat jam tangannya yang menunjukkan acara akan di mulai sepuluh menit lagi.


Bibi yang menemani Meili saja bahkan sudah datang. Ya, gadis itu lebih memilih untuk di temani bibi. Ia memikirkan ulang tentang niatnya yang ingin meminta bantuan Rian, ia akhirnya mengurungkan niatnya setelah menyadari dampak apa yang akan terjadi jika papanya tau ia membawa seorang pria di pengambilan raport.


Pandangan Jessy sekarang hanya tertuju pintu masuk aula, berharap neneknya akan segera datang.


Hingga beberapa saat Jessy dapat bernafas lega ketika sosok yang ia tunggu sudah terlihat. Ia seketika berdiri dan melambaikan tangan agar Mariam tau keberadaannya.


Senyum di wajah cantik Jessy semakin melebar tatkala melihat sosok Nilam berjalan di belakang nenek nya.


"Sayang, maaf kami terlambat." Nilam memeluk Jessy erat. Ia memang sengaja tidak memberitahu menantunya akan kedatangannya karena ingin memberi kejutan. Namun sangat di sayangkan karena waktu menuju rumah Mariam ia terjebak macet di jalan.


"Tidak Mi, acaranya belum di mulai." Sungguh Jessy tidak dapat berkata apa-apa. Yang jelas hari ini ia sungguh bahagia karena ia di temani oleh dua wanita yang ia sayangi.


Dari tempat Tasya berada, pikirannya di penuhi oleh seribu pertanyaan. Yang ia tahu wanita yang bersama kakaknya selain nenek Mariam adalah ibu dari seseorang yang ia cintai, lalu kenapa kakaknya itu terlihat sangat akrab bahkan sampai mau menemani kakaknya mengambil raport.

__ADS_1


Lain Tasya lain pula Mira, ibu sambung Jessy itu terlihat bahagia melihat kedekatan putri dan besannya. Karena besannya mampu menggantikan sosokibu yang tidak bisa ia berikan.


*


*


Beberapa saat lalu, acara pengambilan raport itu sudah di mulai. Mulai dari penyambutan, hingga petuah yang di sampaikan oleh kepala sekolah untuk anak didiknya.


Semakin dekat pengumuman juara umum, maka semakin gugup Tasya rasakan. Karena tahun ini bisa saja juara umum yang ia pegang akan di kalahkan seseorang, tentu saja orang itu adalah kakaknya sendiri. Ia menyadari jika kemampuan kakaknya tidak di ragukan lagi.


"Sayang kamu pasti juara umum lagi tahun ini." Danu menyadari kegelisahan anaknya, karena itu ia mencoba untuk menenangkannya.


Tasya hanya tersenyum mendengar ucapan papa sambungnya, tapi tetap saja hatinya masih gelisah.


Hingga akhirnya di mulai pengumuman yang akan di sampaikan oleh kepala sekolah langsung.


"Semua yang bersekolah di sekolah ini sudah termasuk murid terbaik, namun akan ada satu murid terbaik dari yang terbaik." Kepala sekolah menjeda kalimatnya. Matanya tertuju pada satu raport yang berada di tangannya, itu adalah milik satu murid yang akan menjadi juara umum. "Dan sungguh ini adalah prestasi yang membanggakan, saya sebagai kepala sekolah bangga mempuyai murid sepertinya. Apalagi anda sebagai orang tuanya."


"Murid tersebut adalah!" Kepala sekolah menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan, ia tersenyum melihat nama yang tertulis di raport itu. "JESSYCA ALEXANDER."


Sontak saja nama Jessy menggema ke seluruh penjuru aula setelah kepala sekolah mengumumkan juara umum tahun ini. Sebenarnya Jessy tidak begitu terkejut jika ia mendapatkan juara umum, karena di sekolah sebelumnya ia juga selalu menjadi juara umum.


Tapi kali ini berbeda, ia merasa sangat bahagia. Karena ia di temani orang-orang yang begitu disayanginya.


Mariam dan Nilam sama-sama berteriak bahagia, begitu mendengar nama Jessy yang di umumkan kepala sekolah. Mereka berdua langsung memeluk Jessy menyalurkan rasa bangganya.

__ADS_1


"Selamat sayang!" Mariam dan Nilam mengucapkan selamat.


Jessy menganggukkan kepalanya, rasa bahagia tidak bisa ia tutupi. Terlihat dari matanya yang berkaca-kaca.


Selesai mengungkapkan rasa bahagianya, Jessy berjalan ke arah podium untuk menerima raport secara langsung dari kepala sekolah.


Senyum dari bibir Jessy tak pernah luntur sedikitpun. Dari atas podium ia melihat semua orang yang juga tersenyum karena prestasi yang ia dapatkan.


Dan di detik berikutnya ia diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan.


Sejenak Jessy mencoba untuk menenangkan dirinya, rasa gugup tiba-tiba menderanya.


"Ehm," Jessy mencoba melegakan tenggorokannya. "Saya tidak bisa merangkai kata dengan baik," ucapnya tiba-tiba. Dan itu sukses membuat semua orang tertawa. "Saya hanya ingin bilang. Mama ..." Entah kenapa saat mengucapkan Mama yang ia tujukan pada Kasih, tenggorokannya selalu tercekat. Rasanya ia tidak mampu mengucapkannya secara langsung, hanya air mata yang langsung membanjiri pipinya. "Mama ... ini semua untuk Mama, tenanglah di surga. Jessy sudah bahagia."


Hanya kalimat singkat itu yang bisa di ungkapkan oleh Jessy. Sekuat tenaga Jessy melipat bibirnya untuk menahan gejolak emosi yang ada di dalam dirinya.


Suasana yang tadi sempat riuh, seketika menjadi hening. Siapa yang tidak tersentuh, jika ada seorang anak mengungkapkan rasa bahagianya untuk seseorang yang sudah tidak ada.


Nilam dan Mariam tidak kuasa menahan rasa harunya. Mereka sungguh bangga pada Jessy yang masih bersikap kuat di saat hatinya sedang rapuh.


...----------------...


...Di partai ini jujur aku mewek banget 😭, aku yang ngetik tapi aku juga yang nangis πŸ˜­πŸ˜…. ...


...Untuk part Meili ❀ Raka sabar dulu ya 😁. ...

__ADS_1


__ADS_2