Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Kado Tasya


__ADS_3

Meili seketika mensejajarkan langkahnya ketika ia melihat Jessy berjalan di Koridor. Tapi ia kemudian lagi-lagi di buat terheran melihat Jessy yang tersenyum sendiri. "Kenapa sih?"


Jessy menoleh ke arah Meili yang menatapnya aneh. "Nggak ada apa-apa," bohongnya. Padahal bibirnya melengkung membentuk senyuman.


Jessy masih terbayang bayang ucapan semalam suaminya meski pun sederhana tapi begitu menancap di hati Jessy.


"Idih," Meili bergidik ngeri. Kemudian ia teringat lingerie yang mereka beli kemarin. "Oh ya, bagaimana! Lingerie nya sudah di pakai? Gimana reaksi Kak Nathan? Habis berapa ronde?" cerocos nya.


Kaki Jessy seketika berhenti mendengar pertanyaan Meili, begitupun Meili yang ikut berhenti.


Lingerie itu saja masih Jessy taru lemari tanpa ia lihat setelah membelinya kemarin. Kalau saja ia memakai itu, jelas saja ia tidak akan selamat dari terkaman suaminya. "Gue, nggak mau pakai gituan Meili." Melihat lingerie itu saja membuat Jessy geli.


"Kenapa nggak di pakai?" Meili merasa kecewa, karena ia gagal mendengar cerita 21+ dari temannya itu.


Jessy berniat untuk meninggalkan Meili, ia merasa jengah mendengar Meili yang setiap pagi membahas itu. Tapi baru selangkah ia sudah berhenti kembali.


"Ada apa?" tanya Meili yang tiba-tiba berhenti. Tapi tidak ada sahutan dari Jessy, ia kemudian mengikuti arah pandang Jessy. Ternyata sahabatnya itu melihat ke arah Nathan dan Tasya yang sedang berdiri di ujung koridor.


"Kak Nathan, selamat ulang tahun." Tasya memberikan sebuah kado yang ia taruh dalan paper bag. Senyum cantiknya tak pernah luntur dari bibirnya.


Nathan hanya tersenyum tipis. "Terima kasih, tapi tidak perlu sampai memberikan kado." Ia masih belum menerima kado yang di berikan Tasya.


"Tidak apa-apa, aku tulus memberinya." Ada guratan sedikit kecewa di wajah cantik Tasya. Ia tahu Nathan secara tidak langsung sudah menolak hadiahnya.


Nathan menghembuskan nafasnya pelan, ia kemudian terpaksa mengambil kado dari Tasya karena tidak tega. Tapi saat bersamaan itulah ia melihat keberadaan istrinya, dan terlihat menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


Ketika Nathan akan memanggil Jessy, istrinya itu sudah pergi dari sana.


Di dalam kelas, senyum yang tadi sempat menghiasi bibirnya kini sudah tidak tampak lagi. Yang ada kini hanya aura yang ingin menerkam seseorang.


Meili yang tahu keadaan sahabatnya sedang tidak stabil, ia lebih memilih jalan aman yaitu menghindar dari Jessy.


Tidak lama Tasya masuk ke dalam kelas dengan senyum yang mengembang, ia merasa bahagia karena kado yang ia berikan di terima oleh laki-laki pujaannya.


Jessy seketika memalingkan wajahnya menghadap jendela, dari pada rasa marah yang menghinggapinya menimbulkan masalah. Bagaimana pun ia masih menganggap Tasya sebagai saudaranya.


*


*


Kemarin ia sudah membuat rencana, jika Meili yang akan mengundang Raka cz. Dan ia yang akan mencoba mengulur waktu bersama suaminya, tapi kini rencana itu ia rubah. Tentu saja ia yang kesal karena kejadian tadi pagi.


"Memangnya kenapa?" tanya Meili.


Jessy kemudian menatapnya tajam.


"Oh, ok." Meili seketika nyalinya menciut.


Jessy kemudian berjalan ke arah di mana kelas suaminya berada. Ia tahu suaminya dan teman-temanya pasti masih berada di kelas.


Kedatangan Jessy seketika menghebohkan seisi kelas Nathan. Bagaimana tidak ini pertama kalinya gadis dengan predikat siswi tercantik itu datang ke kelas tiga.

__ADS_1


"Widih, ada bidadari datang euy."


"Pasti lagi nyariin gue."


"Halu lo."


Begitulah kehebohan yang terjadi di kelas Nathan, karena masih ada beberapa siswa yang masih berada di kelas.


Nathan sedikit heran yang melihat istrinya tiba-tiba datang ke kelasnya. Apalagi ia tahu tadi pagi istrinya itu sepertinya terlihat marah. Sebenarnya tadi pagi Nathan ingin langsung mengejar istrinya, tapi Tasya selalu saja menahannya hingga bel masuk sekolah akan berbunyi.


Ariel dan Reza jelas saja mereka sudah tebar pesona, namun mereka harus menelan kecewa saat Jessy justru menghampiri Raka.


"Boleh ngomong nggak?" Jessy berdiri di hadapan Raka.


Raka yang sedari tadi bermain ponsel seketika mengangkat pandangannya, dan baru mengetahui keberadaan Jessy. Ia sebenarnya sedikit heran. "Ada apa?"


"Ayo ikut gue," ajak Jessy, tidak mungkin ia berbicara di hadapan suaminya.


Nathan sedari tadi tidak melepaskan pandangannya dari istrinya.


Jessy berdecak kesal ketika melihat Raka masih duduk di tempatnya, dengan terpaksa ia kemudian menarik tangan Raka dan mengajaknya keluar dari kelas.


...----------------...


...Hayo, waktunya vote nih 😁...

__ADS_1


__ADS_2