Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Sangat Sulit


__ADS_3

Sedari tadi, mata Jessy rasanya ingin sekali untuk terpejam. Penjelasan guru yang berada di depan pun sama sekali tidak bisa ia cerna dengan baik. Yang ia inginkan sekarang hanyalah tidur sebentar untuk melepas kantuknya.


Meili yang duduk di samping Jessy hanya menautkan kedua alisnya, ketika melihat sahabatnya itu hampir saja menjatuhkan kepalanya di bangku hingga beberapa kali.


"Sstt!" panggil Meili.


Jessy hanya menoleh tanpa menjawab.


Meili sedikit terkejut melihat wajah Jessy yang sedikit menakutkan. Wajah cantiknya terlihat sedikit pucat dan ada lingkaran hitam di sekitar matanya, padahal tadi pagi sahabatnya itu masih baik-baik saja. "Sakit?" tanya nya dengan suara pelan.


Jessy memutar bola matanya malas, berani sekali sahabatnya itu bertanya. Padahal keadaannya seperti sekarang penyebabnya adalah karena Meili.


Suaminya semalam benar-benar meminta semua hadiahnya, hingga hampir subuh menjelang ia baru di lepaskan oleh Nathan.


Jessy yang sudah tidak kuat kemudian akhirnya mengangkat tangannya.


"Ya Jessy," guru menjeda penjelasannya. Bahkan semua pandangan teman sekelasnya tertuju padanya.


"Saya ijin ke UKS Bu, kepala saya pusing." ujar Jessy. Selain menahan rasa kantuk ia memang merasakan kepalanya yang mulai berdenyut.


Bu guru itu memperhatikan wajah Jessy yang memang terlihat sedikit pucat. "Baiklah, kamu boleh pergi. Kamu juga bisa meminta obat kepada penjaga UKS."


Tidak menunggu waktu lama, Jessy kemudian segera beranjak untuk menuju UKS.


Meili hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena Jessy mengabaikannya. Ia masih belum sadar dengan kesalahannya sendiri.


Di UKS, Jessy langsung merebahkan tubuhnya di ranjang yang tersedia di sana. Hanya dalam hitungan menit, sudah terdengar dengkuran halus dari gadis cantik itu. Ah salah, dia sudah menjadi wanita.


Yang di butuhkan nya sekarang memang hanya tidur.


*


*


Nathan tersenyum melihat istrinya yang tertidur pulas, bahkan Jessy tidak menyadari kehadiran Nathan.


"Maaf membuatmu kelelahan." ada sedikit penyesalan di hati Nathan, tapi bagaimana lagi semalam ia tidak bisa mengontrol keinginannya. Merasakan surga dunia yang begitu nikmat.


Tadi ketika Jessy masuk ke dalam UKS, dari kejauhan Nathan mengetahui itu. Tapi sayangnya Nathan tidak bisa menghampirinya karena masih ada pelajaran di kelas.

__ADS_1


Dan sekarang di jam istirahat ia menyempatkan diri untuk melihat keadaan istrinya. Ia sempat khawatir jika istrinya itu sakit, tapi ternyata Jessy sedang tertidur lelap.


Nathan tidak ada niatan untuk membangunkan istrinya. "Tidur yang nyenyak." ucapnya sembari membenarkan anak rambut Jessy yang sedikit berantakan. Setelah itu ia pergi dari sana.


"Kak Nathan sakit?" Tasya yang kebetulan berpapasan.


Nathan menghentikan langkah nya ketika Tasya sudah berdiri di depannya, dan seperti biasa gadis itu selalu tersenyum kepadanya. "Tidak," jawab Nathan.


Meskipun Nathan tidak menghindari Tasya, tapi setidaknya ia memberikan batasan bagaimana harus bersikap. Karena terakhir kali ia bertengkar dengan istrinya karena menerima hadiah ulang tahun dari gadis di depannya itu. "Sorry, gue harus pergi."


Tasya hanya bisa menatap punggung Nathan yang kian menjauh dari hadapannya. "Kenapa sekarang menjadi sangat sulit."


Karena ia sendiri sekarang tidak mempunyai alasan lain jika ingin berinteraksi dengan Nathan, jika dulu ia selalu menggunakan status OSIS nya agar bisa bersama Nathan.


Malam hari, Tasya yang menyandarkan punggungnya pada tumpukan bantal hanya bisa terdiam dengan memikirkan laki-laki pujaannya yang mulai berubah.


"Apa dia sudah mempunyai kekasih?"


"Apa ada seseorang yang ia cintai?"


Tasya hanya bisa menerka nerka dengan kekhawatiran nya.


Tasya mengarahkan pandangannya pada sangat Mama yang baru memasuki kamarnya.


"Apa Mama menganggu?" tanya Mira yang masih berada di ambang pintu.


Tasya tersenyum, kemudian menggelengkan kepala. "Tidak Ma."


Mira kemudian masuk ke dalam kamar Tasya dan duduk di ranjang dengan posisi berhadapan dengan Tasya. "Sedang apa?" tanya Mira dengan tersenyum.


Tasya hanya menggelengkan kepalanya, tapi pandangan sendu dari matanya tidak bisa ia sembunyikan.


"Mama bisa menjadi pendengar yang baik jika kamu mau bercerita." Mulai dari acara makan malam tadi, Mira memperhatikan putrinya yang hanya terdiam.


Tatapan Tasya begitu dalam menatap mata Mira. "Ma ..." rasanya bibir nya masih kaku jika ingin bercerita.


Mira masih menunggu apa yang akan di ceritakan putrinya.


"Ma apa penyebab jika seseorang sikapnya berubah?" tanya Tasya.

__ADS_1


"Apa ini tentang seorang laki-laki?"


"Hm."


Mira tersenyum, kemudian menggenggam tangan Tasya. "Jangan berpikiran buruk dulu, mungkin saja dia sedang ada masalah."


Tasya masih tidak bereaksi.


"Kita tidak tahu apa yang orang lain alami, yang terpenting kita berharap agar semuanya baik-baik saja."


Mira mencoba menenangkan hati Tasya. "Apa kamu menyukainya?"


Terlihat pipi Tasya yang begitu saja merona mendengar pertanyaan Mira.


"Apa mama mengenalnya?" Mira sedikit penasaran siapa laki-laki yang berhasil mencuri hati putrinya.


Tasya menganggukkan kepalanya. "Dia Kak Na--"


"Mama di sini? Dari tadi papa mencari Mama." Danu yang tiba-tiba hadir di sana. Hingga kedua perempuan itu seketika menoleh ke arah Danu.


Mira beranjak dari sana menghampiri Danu. "Apa Papa memerlukan sesuatu?"


"Papa lupa bilang jika besok Papa harus keluar kota, apa Mama mau ikut?" Danu memberitahu rencananya besok.


Mira kemudian menoleh ke arah Tasya yang sekarang melihat ke arahnya.


"Mama pergi aja," sahut Tasya. Ia tau jika Mamanya meminta persetujuannya.


"Apa kamu tidak apa-apa di tinggal?" Mira memastikan.


"Tidak apa-apa Ma. Papa sama Mama pergi saja." Tasya meyakinkan.


"Ya sudah kalau begitu, kita harus beristirahat Ma." Danu berniat mengajak Mira untuk tidur, tapi sebelum keluar dari kamar putrinya ia menoleh ke arah Tasya. "Kamu juga harus tidur sayang, sudah malam."


Setelah kepergian orang tuanya, Tasya mencoba mengikuti saran Mamanya yang mencoba berpikir positif. Hingga senyuman kini terlihat di wajah cantiknya.


...----------------...


...Lunas ya gantinya yang bolong kemarin 😁. Sekarang giliran aku yang minta hadiahnya 🤭. ...

__ADS_1


__ADS_2