Kawin Gantung Dengan Ketos

Kawin Gantung Dengan Ketos
Hancur


__ADS_3

Hari ini hari yang tidak akan pernah Jessy lupakan, di mana ia bisa membanggakan nenek juga ibu mertuanya.


Papa?


Entahlah, Jessy tidak berharap banyak dari sang papa.


Di halaman sekolah, Jessy masih saja mendapat peluk cium dari nenek dan ibu mertuanya. Mereka tak henti hentinya mengungkapkan kegembiraan yang Jessy berikan.


"Sayang, lihatlah." Nilam menunjuk pada mobil Nathan yang terparkir. "Suamimu ada di sana."


Jessy mengikuti arah yang di tunjuk Nilam, dan benar itu adalah mobil suaminya.


"Tadi katanya ia menunggu di mobil saja," beritahu Nilam.


"Iya pergilah, kasian suamimu sendirian." Mariam menimpali.


Nathan memang yang mengantarkan dia wanita cantik itu tadi pagi, sayangnya ia hanya menunggu di mobil.


Jessy tersenyum mendengar itu, rupanya di hari bahagia ini suaminya juga ikut menemaninya walaupun tidak secara langsung.


"Iya," sahut Jessy. Namun baru saja kakinya melangkah, suara seseorang menghentikan langkahnya.


"Mbak Nilam," sapa Mira menghampiri mereka. Bukan hanya Mira, tapi juga Danu dan Tasya.


"Mi, Jessy pergi dulu." Ia pergi begitu saja saat keluarganya sampai di hadapannya. Ia berjalan cepat ke arah mobil suaminya.


Ia tidak peduli jika di anggap kurang sopan oleh orang lain, karena ia hanya menjaga hatinya agar tidak terluka.


Klek.


"Selamat." Nathan menyodorkan sebuket bunga lili pada Jessy begitu istrinya masuk ke dalam mobil.


Hati Jessy yang sempat mendung kini cerah kembali, sungguh ia hari ini di kelilingi oleh orang orang baik. Sangking terkejutnya ia sampai hanya menatap ke arah buket bunga tanpa mau mengambilnya.


Nathan hanya tersenyum melihat ekspresi istrinya yang begitu lucu. Ia langsung mendekat ke arah Jessy.


Cup.


Kecupan diberikan Nathan pada bibir Jessy.

__ADS_1


"Huh," Jessy mengerjapkan matanya. Merasakan bibir nya yang baru saja di kecup, tapi di detik kemudian ia tersenyum. "Terima kasih," ucapnya sembari mengambil buket bunga dari tangan suaminya. "Romantis banget sih," pujinya dengan menampilkan raut wajah menggemaskan.


"Buat istri tercinta," sahut Nathan. Ia kembali mendekati istrinya, ingin sekali ia menyambar bibir pink yang selalu membuatnya candu itu.


"Ini lagi di sekolah!" Jessy menahan dada suaminya dengan tangan.


"Berarti kalau sudah di rumah boleh?" Tiba-tiba saja ia mendapatkan ide.


Jessy memutar bola matanya malas, sejak kapan suaminya itu meminta izin. Karena biasanya langsung menerjang dirinya tanpa bertanya.


Di halaman sekolah para orang dewasa itu sedang berbincang-bincang, lebih tepatnya Mami Nilam yang terus membanggakan menantunya. "Ya ampun Mbak, beruntung banget mbak punya putri seperti Jessy. Sudah cantik pintar lagi." pujinya.


Mira tentu saja senang, putrinya dapat membanggakan keluarga barunya.


Padahal ucapan Nilam barusan, selain memang kebenaran ia ingin menyentil hati Danu. Tapi usahanya hanya sia-sia, besannya itu ternyata tidak menunjukkan reaksi apapun.


Di tengah obrolan mereka ternyata pandangan Tasya sedari tadi tertuju pada mobil yang tentu saja sangat ia kenali. Bahkan telinganya sama sekali tidak bisa mendengarkan percakapan mereka, fokusnya adalah bagaimana bisa kakaknya begitu leluasa masuk begitu saja ke mobil Nathan.


Apakah?


Hingga malam hari, seribu pertanyaan terus saja menghantui Tasya.


Apalagi dengan apa yang di lihatnya di sekolah tadi.


Kenapa Nilam yang begitu membanggakan kakaknya?


Kenapa kakaknya begitu akrab dengan keluarga Nathan?


Bukankah kakaknya sudah bertunangan?


Dan di detik berikutnya, ia teringat ketika dulu bertanya pada mamanya.


Siapa tunangan kakaknya?


Dan mamanya menjawab cucu dari teman Mariam.


Deg.


Tasya mulai menyadari sesuatu, tadi pagi bukankah ia melihat Nilam yang datang bersama Mariam? Apa itu artinya!

__ADS_1


Ia yang tadinya sedang berada di kamar, langsung saja keluar mencari keberadaan sang mama.


Dan Mira terlihat keluar dari ruang kerja suaminya.


"Ma!" panggil Tasya. Ia mendekat ke arah Mira. "Boleh tanya sesuatu?" tanya nya sedikit ragu. Ia hanya takut jika yang di duganya ternyata sebuah kebenaran.


Mira sedikit heran melihat raut wajah putrinya, sepertinya ada sesuatu yang penting. Namun ia akhirnya menyanggupi permintaan Tasya.


Di samping kolam renang yang menjadi tempat mereka bicara. "Ma, mama pernah bilang kalau tunangan Kak Jessy adalah cucu teman dari nenek Mariam?"


Dahi Mira semakin terlipat setelah mendengar pertanyaan Tasya, untuk apa putrinya itu menanyakannya kembali? Mira menganggukkan kepalanya. "Iya, memangnya ada apa sayang?"


Hati Tasya semakin berdebar di buatnya. "A-apakah tunangan kak Jessy adalah kak Nathan?" Ia berdoa dalam hati semoga saja jawaban yang keluar dari mulut Mira adalah tidak.


Mira hanya terdiam. Ia sudah terlanjur berjanji pada Jessy agar tidak memberitahukan kepada siapapun tentang siapa tunangannya, bahkan sekarang meraka sudah menikah. Lalu ia harus menjawab apa pada Tasya.


"Ma!" Tasya membuyarkan lamunan Mira.


"Ehm," Mira mencoba melegakan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering. "Sebenarnya, Mama sudah berjanji tidak akan memberitahu kepada siapapun. Karena kakak kamu tidak mau sampai banyak yang tahu tentang pertunangannya, dan kamu benar tunangan kakak kamu adalah Nathan." Mira terpaksa memberitahu Tasya meskipun tidak semua kebenarannya, dan mungkin ini adalah jalan yang terbaik.


Tasya hanya tertegun di buatnya.


Hatinya yang semula hanya retak, kini rasanya hancur berkeping-keping. Orang yang selama ini ia cintai adalah tunangan kakaknya sendiri! Kenapa Tuhan begitu jahat sekali terhadapnya, membiarkan hatinya mencintai laki-laki yang ternyata tunangan dari kakaknya.


"Sayang, kamu kenapa?" Mira melihat Tasya hanya terdiam.


Tasya menggelengkan kepalanya, dan senyum kaku di bibirnya. "Tasya ke kamar dulu Ma, sudah malam." Ia berlalu begitu saja tanpa mendengar sahutan dari Mira.


Matanya sudah begitu memanas, rasanya air matanya sudah lagi tak dapat ia bendung.


Benar saja, langkahnya menuju ke arah kamar di iringi oleh air mata yang sudah menghiasi pipinya.


"Kenapa?" batinnya.


...----------------...


...Maaf gengs kemarin nggak sempet up, karena harus bolak balik ke RS. ...


...Dan mungkin novel Jessy dan Nathan ini nggak sampai 150 episode udah tamat. ...

__ADS_1


...Untuk cerita Meili dan Raka, tetep akan aku seling di cerita ini. Atau mungkin aku buat kisah mereka sendiri tapi tetap di sini, tentunya kalau Jessy dan Nathan sudah tamat. ...


...Love you all 🥰...


__ADS_2